
penangkapan belum bisa di lakukan oleh Dika, karena mereka menunggu bukti lagi,dan mereka juga sedang menyamar untuk lebih banyak bukti lagi.
sedang pagi ini Rinjani mengantar suaminya itu yang akan pergi mengunjungi beberapa usahanya di luar kota.
"ingat Rinjani, jaga martabat mu, jangan pernah lupa jika kamu itu seorang wanita yang sudah menikah, dan ingat siapa suamimu,"
"iya kang mas, dan saya harap kang mas juga tetap menjaga hati di sana," kata Rinjani
"tenang saja, meski pun aku bukan pria baik, setidaknya aku tak akan mempermainkan janji pernikahan ku," jawab Ndaru.
Rinjani mengangguk, tanpa di duga Ndaru mengecup kening istrinya itu, "jaga dirimu, dan maaf karena kegilaan ku kemarin, kalau begitu aku pamit pergi .."
"inggeh kang mas," jawab Rinjani yang melepas kepergian suaminya bersama Hasto dan Epen.
sedang Seto menjadi pengawal Rinjani bersama mbok Yem. Keduanya memang mendapatkan tugas khusus dari Ndaru.
"Nyai kita jadi keluar?" tanya Seto yang tadi sudah mendapatkan perintah dari Ndaru.
"ah iya, kang mas bilang untuk membelikan banyak jajan untuk anak-anak besok, dan juga harus membeli banyak buku gambar dan tulis."
"kalau begitu biar saya ambil mobil khusus agar muat banyak, apa perlu orang lagi untuk membawa semua barang Nyai?" tanya Seto.
"boleh, biar nanti cak Seto tidak lelah," jawab Rinjani.
"boleh saya mengajak mang Fandi,"
"baiklah terserah,aku akan bersiap dulu," Jawab Rinjani.
dia mengganti bajunya dengan pakaian yang sangat sopan dan tertutup, terlebih itu menjadi aturan tak tertulis untuk keluarga Kusumo.
di tempat lain, Ndaru berada di mobil yang membawanya ke kota yang akan jadi tujuannya selama empat hari kedepan.
"Hasto, bisakah kita mempercepat pekerjaan, aku tak ingin meninggalkan istriku terlalu lama,"
"tentu Ndoro, jika tak ada masalah, sebenarnya dua hari cukup, tapi kita tak bisa jalan-jalan," jawab pria yang sudah mengikuti Ndaru dari kecil itu.
"tak masalah, aku hanya khawatir pada Rinjani, terlebih ini adalah acara resmi pertamanya,dan aku tak bisa bersamanya," kata Ndaru yang kepikiran istrinya.
mobil yang di kendarai Fandi sampai di pasar, Rinjani, mbok Yem dan kedua pria itu turun dan langsung menuju ke toko jajanan.
dia memilih berbagai macam jajanan yang entah berapa banyak, bahkan kedua pria itu bingung saat melihatnya.
__ADS_1
"Nyai muda, apa ini tidak kebanyakan? karena biasanya Nyai besar akan membeli permen dan coklat secukupnya," kata Fandi yang sedikit kaget
"ah begitu ya, tapi karena aku menyukai anak-anak dan suamiku juga tau itu, jadi aku memilih banyak jajan karena uang yang di berikan suamiku juga tak sedikit," kata Rinjani dengan sopan.
"ah begitu rupanya," kata Fandi yang sedikit kaget karena tak mengira jika istri Ndaru begitu sopan dan lembut.
setelah membeli semuanya, mereka pun membeli beberapa tempat cup kecil dan juga buah-buahan dan kebutuhan yang lain.
"baiklah ayo kita pulang dan mengemas semuanya dan besok aku juga minta bantuannya ya," kata Rinjani.
"baik Nyai muda," jawab ketiganya.
setelah perjalanan yang hampir seharian, akhirnya Ndaru sampai di sebuah desa yang begitu asri.
di sana terlihat sebuah bangunan pabrik yang cukup besar di tengah hamparan kebun teh yang sangat luas.
tak hanya itu ada juga beberapa perkebunan yang lainnya, ada juga ladang tembakau di kota yang lain yang besok harus di kunjungi oleh Ndaru.
mereka langsung menuju ke pabrik itu dan Ndaru melihat semua produksi, dan kedatangan pria itu memicu kepanikan karena tanpa ada kabar jika pria itu akan datang secara mendadak
"bagaimana? apa terjadi masalah?" tanya pria itu yang berada di lantai atas untuk mengawasi setiap produksi.
"semuanya berjalan baik Ndoro, oh ya dan hari ini orang yang anda rekomendasi baru saja masuk," kata manajer pabrik.
"hentikan produksinya," kata manajer pabrik yang mendengar ucapan dari Ndaru.
kenapa dia bisa seceroboh ini, tentu dia akan mendapatkan hukuman keras dari Ndaru.
beruntung orang itu berada di tim pengemasan, "apa dia sudah menyentuh kardus-kardus kemasan?" tanya pria itu.
"belum bos, karena kami hanya memerintahkan untuknya tetap diam di sana," kata seorang pria menunjuk ke arah kursi.
tapi pria itu menghilang, Ndaru meminta hasto dan Epen berpencar untuk mencari pegawai baru itu.
Hasto yang melewati ruangan khusus tim peracik resep dia melihat seseorang sedang berusaha menerobos masuk.
dia pun langsung menendang sosok itu dengan keras, "siapa kamu berani ingin masuk ke ruangan khusus ini,"
mendengar suara itu, orang asing itu langsung lari menjauh, dan Hasto mengejarnya.
tapi orang itu hanya terus berputar,
__ADS_1
hingga tanpa sadar dia menabrak sosok Ndaru yang tengah berdiri memeriksa ponselnya untuk memantau CCTV.
bruk..
sebuah rambut panjang tergerai dan dia mendengar suara, "aduh..."
"kenapa tak minggir, dasar pria brengsek," kesal wanita itu.
karena punggungnya sakit karena tendangan pria tadi, gadis itu pun berusaha bangun, tanpa di gadis itu duga jika pria yang di tabrak nya adalah pemilik usaha itu.
Ndaru hanya melihat wanita itu, saat gadis itu akan pergi Hasto datang dan langsung menarik baju gadis itu dan membantingnya hingga pingsan.
dan Ndaru hanya diam dan melihatnya, "jika dia melihat resep rahasia perusahaan ini, seharusnya bunuh saja, tanpa ampun,"
"baik Ndoro," jawab Hasto.
semua petinggi pabrik memang tau jika Ndaru bekerja tanpa ampun, itulah kenapa pabrik ini satu-satunya yang memberikan gaji besar.
tapi ada peraturan yang harus di taati agar bisa bekerja di pabrik ini, terlebih ini menyinggung seorang pria seperti Ndaru.
"kamu ke kantor ku, dan juga tim HRD, dan yang lain lanjutkan bekerja, Epen dan Hasto bereskan wanita ini, dan buat dia mengatakan siapa yang menyuruhnya,"
"baik Ndoro," jawab kedua pria itu.
dia berjalan di ikuti oleh orang yang sudah di tunjuknya, dan tanpa Bidara ndari langsung duduk di kursi ruangan khusus miliknya.
"jelaskan, atau kalian berlima pulang tinggal nama, tentu aku tak harus melakukannya sendiri, karena kalian tentu tau permainannya bukan,"
"maafkan kami bos besar, kami hanya menerima gadis itu saat dia membawa surat rekomendasi dari anda, terlebih di surat itu juga ada stempel dan kertas resmi keluarga Kusumo." jawab ketua tim HRD
"kamu yakin memeriksa kertasnya dengan benar, karena kertas keluarga dari keluarga Kusumo memiliki pola khusus yang tak mudah di tiru
, dan tak mungkin di keluarkan untuk merekomendasikan seorang karyawan kecil, kamu tentu ingat bagaimana kertas itu karena aku juga memilikinya sebagai sertifikasi milik mu bukan," kata Ndaru
"iya Ndoro, maafkan saya," jawab pria itu
"tak berguna, aku tak suka di tempat usahaku ada seseorang yang berani mengusik, terlebih itu musuh ku dan penghianat,"
"kamu mengerti bos,"
"jadi sekarang mengakulah, karena gadis itu sudah mengaku jika dia di suruh seseorang yang membuatnya bisa percaya diri untuk masuk ke perusahaan ini untuk mencuri resep campuran milik pabrik ini," kata Ndaru dingin.
__ADS_1
"jika tidak kalian berlima beres beserta semua keluarga kalian," tambah Ndaru membuat kelimanya diam tercekat karena kaget.