
Juan masih kewalahan mengatasi serangan Ndaru, pria itu memiliki stamina yang begitu kuat dan sangat beringas saat ini.
Juan sudah babak belur di buatnya,"dengan tangan ini kamu menyentuh istriku, maka aku akan mematahkannya!!"
krak..
kedua tangan dan lengan Juan patah, pria itu hanya bisa mengerang kesakitan.
saat seperti itu, dengan keadaan marah Ndaru menginjak masa depan dari Juan yang ingin melecehkan istrinya itu.
"kamu tak akan bisa melecehkan wanita lagi, dasar pria sialan!!" marah Ndaru yang menginjak dan menendang bagian intim pria itu.
Juan pun pingsan, bahkan setelah pria itu pingsan, Ndaru masih menendang tubuh pria itu karena dia tak bisa menahan amarahnya lagi.
Wira yang melihat pun menghentikan Ndaru yang sudah kesetanan.
"hentikan Ndaru, fokus pada Rinjani!" teriak Wira menarik pria itu.
Ndaru mendekat dan melihat letak tanda lahir dan tak menemukannya, dia juga melihat bekas luka di punggung Rinjani untuk memastikan.
setelah memastikan jika dia adalah Rinjani yang asli, Ndaru memeluknya erat, dan mulai terisak-isak.
dia pun segera melihat sosok itu lagi, sosok yang dia cintai dari pertama melihatnya saat itu.
gadis yang begitu ramah,kenapa bisa berakhir seperti ini, karena dia yang tak peka dan selalu merasa buruk.
"maafkan aku Rinjani,kamu harus mengalami Semuanya karena memilihku sebagai suamimu," lirih Ndaru.
"kang mas... maaf..." lirih Rinjani yang belum sepenuhnya pingsan.
Ndaru pun mencium kening istrinya itu dan memeluknya erat, "kita pulang dan aku akan membereskan semuanya, yang berani membuatmu seperti ini," kata Ndaru dengan marah.
"jangan... mereka hanya di peralat oleh pria itu..." lirih Rinjani.
"sudah sekarang kita pulang,dan lebih baik kamu bawa istrimu ke rumah pribadi milikmu dulu, karena membawanya ke istana Bangura akan menimbulkan kekacauan, ingat jika sekarang ada acara pernikahan adik mu," pesan Wira.
"iya paklek," jawab Ndaru yang mengendong Rinjani.
mereka pun mengunakan sepeda motor milik Juan untuk keluar dari hutan itu.
__ADS_1
Ndaru terus memeluk istrinya itu selama menuju ke rumahnya,bahkan disana sudah ada tiga dokter pribadi yang di panggil.
rumah itu adalah sebuah rumah luas yang di jaga sangat ketat, padahal rumah itu akan di gunakan saat dia dan Rinjani memiliki anak.
tapi sekarang mereka datang untuk menyembunyikan Rinjani terlebih dahulu.
Wira sudah di telpon oleh Ndoro Shaka, "iya Ndoro, saya bersama Ndaru ada urusan penting, apa kami harus pulang?" tanya pria itu.
"kalau sekarang tidak bisa, karena urusan kami belum selesai, dan kami akan pulang nanti malam," jawab Wira yang membantu Ndaru agar tak di curigai.
Dika mengerti karena dia sudah dapat pesan dari Ndaru tentang masalah kembar tiga itu, kini tugasnya mencari sosok wanita bernama Anjani Ayuningtyas itu.
kediaman mewah istana Bangura terlihat begitu ramai, bahkan para tamu berdatangan untuk mengucapkan selamat.
tak terkecuali orang tua dari Rinjani, mereka nampak begitu bahagia, "apa kabar besan, kenapa tak pernah main kesini?" tegur Nyai Laila.
"iya Nyai, kami sering sibuk di luar kota, tapi saya lihat Rinjani semakin makmur ya, dan lihat wajah bahagianya ini," puji Bu Sekar.
"iya Bu, dia selalu membuatkan kami makanan enak, terlebih dia kemarin membuat gulai dan bistik dari kepala sapi dan itu rasanya sangat enak," puji Nyai Laila.
perkataan Nyai Laila itu membuat kedua orang tua Rinjani diam, sedang Rinjani palsu pun merasa senang di puji seperti itu.
tapi sepertinya semuanya sudah berubah sekarang, pesta pun berlanjut dengan meriah.
sedang di rumah pribadi milik Ndaru, dia terus bersama istrinya yang masih belum sadarkan diri.
"bagaimana kondisinya dokter?"
"lukanya tak terlalu parah, beruntung kepalanya membentur tiang kayu terlalu fatal meski lecet, tapi mungkin yang akan jadi masalah adalah mentalnya yang akan terguncang," terang dokter itu
"baiklah aku akan sebisa mungkin menjaganya," terang Ndaru.
di sisi lain, Dika sedang berada di luar rumahnya karena bingung mau mulai mencari wanita yang bahkan rupanya tak di kenalnya itu dimana.
tapi sepertinya Tuhan sedang berpihak padanya, itu terbukti dari dia bisa melihat ada seseorang yang memakai jaket hitam di sekitar rumahnya.
diapun langsung mendekat dan membekap mulut orang asing itu, "jika kamu berontak aku pastikan kamu mati, menurut lah kita akan ke tempat Rinjani," bisik Dika.
gadis itu menoleh ke arah Dika,yang langsung mendorongnya masuk kedalam mobil Jeep dan pergi dari tempat itu.
__ADS_1
mobil itu sampai di sebuah rumah yang sangat besar dan luas, serta begitu asri.
terlihat Wira menyambut kedatangan Dika dan Anjani. "kamu tak panas memakai baju itu,lebih baik lepaskan di sini sangat aman," kata Dika yang turun dari mobil.
Anjani menanggalkan jaket dan masker yang dia kenakan, dan saat Dika membantunya turun.
dia kaget karena wanita itu benar-benar mirip dengan Rinjani tapi memiliki kulit lebih gelap di banding Rinjani.
dan juga gadis itu memiliki sebuah tai lalat di atas bibirnya,dan memiliki potongan rambut pendek.
"ayo kita masuk," kata Dika menariknya.
"halo paklek," sapa Dika pada Wira.
"Ndaru sudah menunggu kalian di kamar utama," jawab pria itu dingin.
"beh makin dingin saja, kalah nih kutub Utara," ledek Dika.
mereka masuk dan mencari kamar yang di maksud, dan beruntung mereka dengan mudah menemukannya.
saat mereka masuk, terlihat Ndaru sedang berpelukan dengan Rinjani yang terisak.
"mbak Rinjani..." panggil Anjani dengan senang bisa melihat kakaknya itu.
"Anjani..." kaget Rinjani melihat adik ketiganya itu.
Ndaru pun mundur dan membiarkan kedua saudara itu saling melepaskan kangen.
"maafkan aku mbak, seharusnya aku membujuk ayah dan ibu, tapi aku tak bisa dan membuat mbak berakhir seperti ini,dan Ragini sangat tega mengantikan posisimu karena dia ingin merebut suamimu," kata Anjani menangis.
"apa orang tua kalian terlibat ini?" tanya Ndaru.
"iya Ndoro, saat itu ibu yang melihat perlakuan Ndoro pada mbak Rinjani membuatnya kasihan, ibu akhirnya memilih Ragini yang memiliki dua kepribadian psikopat dan peniru yang baik, untuk menggantikan mbak Rinjani, dan yang tak aku sangka adalah bukan membawa mbak pergi jauh, ayah malah mengikuti keinginan polisi yang memusuhi Ndoro Dika dan menyekap mbak di hutan, aku sudah sering memohon tapi ayah tak menggubrisnya seperti sudah di butakan oleh polisi itu," terang Anjani.
"Juan Laksono, aku akan membunuhnya dengan rapi lain kali," kata Dika yang kesal mendengar ucapan Anjani.
"tapi maafkan aku Rinjani,aku tak tau jika itu bukan kamu, aku bahkan sudah menghabiskan malam dengannya," kata Ndaru jujur pada istrinya itu.
"itu bukan kesalahan mu mas, dia sering melakukan itu dengan pria, dan aku tau itu terjadi juga bukan karena kesengajaan bukan," kata Rinjani yang memaklumi semua.
__ADS_1
terlebih Ragini memang wanita yang sangat menakutkan, selain dia bisa menirukan Rinjani secara sempurna, dia juga memiliki kecenderungan membunuh orang secara asal karena kegemaran anehnya itu, dulu dia sering di kurung.