
orang tua Ariana merasa aneh karena malam ini mereka di panggil ke istana Bangura tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.
dan saat mereka sampai, mereka kaget karena sudah ada persiapan pernikahan yang di siapkan dalam hitungan jam.
Rinjani dan Nyai Laila menyiapkan semuanya dengan tepat, "ada apa Ndoro Shaka, meminta kami datang malam ini," tanya orang tua Ariana.
"aku ingin menikahkan Ariana dan Angga sekarang, dan lusa pesta resepsi," kata Ndoro Shaka.
"tapi ngapunten Ndoro, kenapa terkesan mendadak seperti ini?" tanya pak Pujianto.
"ini bukan mendadak, karena Ariana dan Angga sudah saling mencinta dan terlalu sering bersama, aku tak ingin ada gosip buruk saja," kata Ndoro Shaka.
"baik saya setuju Ndoro," jawab pak Pujianto.
akhirnya malam itu pernikahan Ariana dan Angga dilaksanakan dengan melakukan live di media milik padepokan yang di pimpin oleh Ndoro Shaka.
pernikahan adat Jawa itu berjalan cukup hikmat dan akhirnya kedua orang itu sah menjadi suami istri.
pernikahan tetap meriah meski di laksanakan secara mendasar, tapi Ndaru tak melihat Rinjani setelah mengantar tumpeng barusan.
bahkan mbok Yem ada di sana, "mbok, nyai muda mana?"
"loh, tadi nyai disini Ndoro, mungkin. Nyai Rinjani pulang sebentar, katanya tadi mau mengambil gelang kaki untuk penari," jawab mbok Yem
"baiklah mbok, aku pergi mencarinya," kata Ndaru.
dia melihat istrinya itu sedang menelpon seseorang, Rinjani kaget saat ponselnya di ambil oleh Ndaru.
"kang mas!" kagetnya.
"kamu menelpon siapa?" kata Ndaru yang langsung mendengarkan suara itu.
"halo Rinjani? kamu masih di sana, ibu besok mungkin kesana, jadi kamu mau di bawakan apa sih nduk, halo Jani!" suara ibu sekar, ibu dari Rinjani.
"halo ibu mertua,tak usah bawa apa-apa, kehadiran ibu saja sangat berharga untuk keluarga ini," kata Ndaru.
"ya Gusti... tak pikir siapa, ibu kaget nak Ndaru, ya sudah besok ibu akan bawakan makanan kesukaan mu dan Rinjani ya, ya sudah kalian pasti sibuk, kalau begitu ibu tutup dulu," kata Bu Sekar mematikan Panggilan itu
sedang Rinjani menatap suaminya yang mencurigakan itu, "ada apa? mas kira aku menelpon siapa?"
"jika tadi yang menelpon mu seorang pria aku akan membunuh dan mencincangnya jadi potongan kecil," kata Ndaru dingin.
__ADS_1
Rinjani pun kaget mendengarnya, Ndaru tersenyum melihat reaksi istrinya itu, "sudah tenanglah sayang, ayo kita kedepan, acara utama akan segera di mulai terlebih ruwatan juga,"
"baik kang mas," jawab Rinjani.
dia pun memberikan gelang kaki miliknya untuk di pinjam salah seorang gadis.
mereka pun mulai menari, Rinjani sangat menikmati pertunjukan, kini Ndaru bangkit dan akan memulai acara ruwatan.
malam ini semua keluarga Kusumo harus tetap terjaga untuk mengikuti ruwatan sampai selesai, terlebih ini bisa menghalangi nasib buruk.
dan dalam kepercayaan Jawa, saat ruwatan di adakan,tak ada yang boleh meninggalkan tempat ruwatan sampai selesai, dan bagi orang-orang yang di ruwat tak boleh ketiduran atau akan mendapatkan nasib sial.
Buto kala sudah mulai di keluarkan, jadi semua harus mulai duduk dan mengikuti semua acara.
Rinjani beberapa menutup mata karena dia kelelahan karena siang tadi tak sempat untuk istirahat.
mbok Yem menepuk punggung Rinjani agar wanita itu sadar, tapi tanpa di duga dia malah jatuh pingsan.
semua orang tak ada yang berani bergerak sedikit pun sampai acara ruwatan selesai.
akhirnya pukul empat pagi semua selesai, dan Ndaru menutup pertunjukan wayangnya.
batu kemudian dia menolong istrinya dan membawanya ke kamar untuk beristirahat.
dia pun melihat jika tanda itu masih ada, dan karena penasaran, Ndaru memeluk Rinjani dan menggantikan baju istrinya itu sendiri.
karena beberapa hari ini wanita itu terus menghindarinya mandi bersama, bahkan dia tak membiarkan Ndaru melihat dirinya.
dan benar saja, meski di punggung istrinya itu ada bekas luka cambuk,tapi bekas luka itu seperti bukan di obati dengan obat khusus milik keluarga Kusumo.
setelah mengantikan baju wanita itu, Ndaru langsung keluar dengan memakai pakaian serba hitam dan tak lupa ikat kepala hitam
"Ndoro muda mau kemana?" kaget Wira yang sedang duduk di pendopo bale agung.
"aku ingin mencari sesuatu,paklek Wira bisa membantu," kata Ndaru.
"baiklah Ndoro," jawab pria itu yang langsung bangkit.
tak butuh waktu lama,mereka pun sampai di sebuah rumah, terlihat ada sosok yang keluar mengendarai sepeda motor.
mereka pun mengikutinya dari kejauhan, ternyata pria itu menuju ke sebuah hutan.
__ADS_1
mereka terpaksa mengikuti dengan cara berlari, tapi bagaimana pun cepatnya mereka, mereka tak bisa mengikuti sepeda motor itu.
mobil sudah di taruh di tempat aman, mereka pun mencari titik tengah hutan yang sangat padat itu.
tapi sebuah suara motor menuntun mereka, ternyata pria itu akan meninggalkan gubug itu sendirian.
Ndaru dan Wira ingin mendekat, tapi ada motor trail lain datang, mereka mengenali pria itu.
Ndaru marah tapi Wira menahan pria itu, "tenangkan dirimu Ndaru, kita tunggu dan kira lihat dari tempat lain," ajak Wira
mereka pun berputar untuk menjadi celah untuk melihat apa yang terjadi di dalam sana.
mereka berdua mendekat dan menemukan sebuah lubang, Ndaru bisa melihat ada seseorang yang terikat di sana.
sedang Juan berjongkok di depan orang itu, Ndaru tak bisa melihat dengan jelas siapa itu.
"ha-ha-ha, lihatlah Nyai Rinjani yang sesungguhnya, malah tak berdaya setelah mendapatkan siksaan dari suamimu, kamu malah terikat di sini," kata Juan tertawa.
Wira dan Ndaru saling lihat, dan saat Juan berdiri dan berputar dan duduk di belakang wanita itu.
dan menjambak rambut panjang wanita itu, Ndaru bisa melihat wajah istrinya itu
"kenapa kamu terus menolak ku Rinjani,bahkan suami mu tak tau jika dia bersama dengan wanita yang bukan dia nikahi, karena dia saudara kembarnya Ragini, bahkan kata adik mu itu, suamimu itu begitu menikmati malam pertamanya, meski Ragini membohonginya dengan darah perawan palsu," kata Juan yang menyentuh leher Rinjani.
"menjauh dariku, lebih baik aku mati, dari pada aku di sentuh oleh pria jahat seperti mu!!" teriak Rinjani yang berontak.
"kenapa Rinjani, orang tua mu setuju membantu ku menjatuhkan keluarga itu, bahkan adik mu itu rela mengantikan mu yang telah jatuh cinta pada pria busuk itu, dan kamu tak bisa menolak ku lagi kali ini, karena aku akan menikmati mu," kata Juan mencengkram erat dagu Rinjani.
"tidak akan cuih... aku tak akan membiarkan mu menyentuh ku dan mengotori diriku,karena tubuhku hanya milik suamiku, Dewandaru!!!" teriak Rinjani asli.
"tapi dia tak disini, ha-ha-ha, Malam ini aku akan memuaskan diriku dengan mu," kata Juan.
pria itu mulai melepaskan baju dari tubuhnya, dan menunjukkan hal menjijikan itu pada Rinjani asli.
"kang mas.... maafkan aku yang lebih memilih jalan ini," kata Rinjani yang menarik rantai di tangannya dan langsung membenturkan kepalanya di tiang penyangga gubuk itu dengan keras.
Juan kaget melihatnya, dia tak mengira jika wanita itu sangat gila.
brak..
"jangan menyentuh istriku!!!" teriak Ndaru marah.
__ADS_1
dia langsung menyerang Juan, mendapat serangan mendadak,Juan tak bisa membalas.
sedang Wira mencari cara untuk melepaskan Rinjani yang terikat dan sudah tak sadarkan diri.