
Rinjani dan Ndaru baru sampai di istana Bangura, wanita itu memberikan bingkisan pada mbok Yem agar di berikan ke rumah utama.
Rinjani sudah berganti baju dan memilih membaca buku, Ndaru pun mendekati istrinya itu.
dia mencium leher jenjang istrinya itu, "kang mas... hentikan.. tadi siang kamu terlalu kasar, dan itu sangat sakit dan perih,"
"tapi aku menginginkan mu," bisik Ndaru yang sudah memeluk tubuh Rinjani.
keduanya pun berciuman, karena Rinjani tak bisa menolak permintaan Suaminya itu
baru juga pemanasan,pintu kamar mereka kembali terdengar suara ketukan.
"ya Tuhan siapa!!"kesal Ndaru yang merasa jika semua orang di rumah ini tak ingin melihatnya bahagia.
"anu Ndoro,ada pihak kepolisian datang," kata mbok Yem.
Ndaru pun memakai kaos miliknya dan langsung menuju ke bangunan rumah utama, ternyata sudah ada Ndoro Shaka dan kedua adiknya.
"ada apa ini Romo?"
"ini Ndaru, di sansana latihan milik Angga terjadi keributan dan mengakibatkan beberapa korban, dan para pengurus tak ada yang mengatakan apapun," Jawab Ndoro Shaka.
"kamu ceroboh Angga? tapi sepertinya bukan kesalahan mu?" kata Ndaru santai sambil merokok.
bahkan dia sempat menawarkan pada beberapa pria berpakaian seragam itu.
"sepertinya ada yang menyabotase segalanya, karena diberikan CCTV milikku tak ada masalah," kata Angga menjawab Ndaru.
"kamu bodoh, baiklah pak besok pengacaraku akan datang bersama Angga untuk memberikan keterangan, apa anda sudah punya bukti yang kuat untuk kasus ini, terlebih Anda tak bisa sembarangan menuduh keluarga kami," terang Ndaru.
"karena ingin mendapatkan bukti yang kongkrit itulah kenapa kami mencari mas Dewangga untuk meminta keterangan sebagai saksi," jawab polisi itu.
"baiklah kami akan menjalankan semua prosedur yang harus di ikuti," terang Ndoro Shaka.
"baiklah kami berterima kasih atas semuanya, dan terima kasih sudah mau bekerja sama dengan kami," kata para pria berseragam itu
"baiklah, sepertinya ada yang ingin berulah, setelah dengan Dika, dan kini Angga, sepertinya dia merencanakan hal besar pada ku selanjutnya dan kemudian baru bos utama yaitu Romo," kata Ndaru.
"tenang saja mas, karena kami akan membantumu untuk membuat gagal rencana itu,"
__ADS_1
"kamu bener mas Angga, hanya orang gila yang berani mengusik kita, dan sepertinya dia sudah bosan hidup," terang Dika.
mereka bertiga pun menyeringai, sedang Ndoro Shaka sudah mencurigai satu orang.
dia adalah orang yang mungkin datang dari masa lalunya, atau dari masa lalu Ndaru, karena keduanya yang paling banyak membuat orang marah.
jadi dia juga harus bersiap untuk apapun itu, di dalam kamar milikinya, Rinjani sedang duduk membaca buku.
saat terdengar suara ketukan di jendela kamar itu, dan dengan tanpa ragu Rinjani membuka jendela itu.
ternyata hanya sebuah ranting yang mengenai jendela, dia melihat golok di kamar itu dan mengambilnya dan langsung memotong ranting yang cukup besar itu.
dari kejauhan dia bisa melihat ada siluet hitam yang berdiri melihat ke arahnya.
tapi Rinjani terlihat tenang dan menutup jendela kamarnya, tapi saat seperti itu, "sedang apa kamu?" tanya Ndaru mengejutkan istrinya itu.
"mas bikin jantungan tau, aku baru menutup jendela, oh ya apa hutan kelapa itu ada rumah, bukannya dulu mas bilang itu tempat tinggal satu orang-orang kepercayaannya Romo?"
"tidak sayang, semua rumah semi permanen itu sudah di hancurkan, mereka sudah tinggal di rumah masing-masing,memang kenapa kamu menanyakan hal itu?" tanya Ndaru heran.
"aku tadi melihat ada siluet hitam di kejauhan, dia membawa sebuah lentera sepertinya, dan dari bentukannya mungkin dia seorang pria,"
"kenapa kamu berubah," tanya Ndaru merasa jika istrinya itu aneh.
"sepertinya bukan aku, tapi perasaan mas saja," jawab Rinjani.
Keduanya pun berciuman dengan sangat mesra dan menikmati olahraga malam dengan panas.
keesokan harinya, Rinjani sudah duduk bersama di pendopo bale agung.
bersama dengan sepuluh anak yang datang untuk belajar menari bersama dengan Rinjani
"baiklah anak-anak, sekarang kita mulai belajar menarinya, dan di larang berlarian karena ini di istana Bangura,mengerti?" kata wanita itu dengan lembut.
"baik Nyai..." jawab mereka semua anak-anak.
sedang di tempat lain Ndaru sedang melihat pekerjaan di perkebunan, saat dia melihat seorang wanita yang nampak begitu cantik di bawah sinar matahari.
wanita itu sepertinya seorang pendatang baru di desa itu, "ada apa Ndoro?" tanya Hasto melihat Ndaru yang menatap diam.
__ADS_1
"ah tak ada, sudah kita pergi ke tempat lain, dan sebaiknya mulai sekarang data setiap orang yang datang dan bekerja di sini, karena tak ada yang boleh kecolongan lagi, terlebih kamu tau jika keluargaku sedang dalam sedikit masalah,setelah apa yang menimpa Dika dan Angga,"
"baik Ndoro..."
Hasto langsung menghubungi anak buahnya, dan melaksanakan perintah dari Ndaru.
semua pegawai mendaftarkan diri, Seto terdiam saat melihat seorang gadis muda datang padanya.
"kamu juga ingin mendaftar sebagai pegawai kasar di sini, bagaimana jika jadi istriku saja?" tawar Seto melihatnya.
pria itu terpesona dengan gadis itu,"maaf tapi saya tidak bisa menikah dengan mu, karena kamu akan mati bersama ku," kata wanita itu yang membuat Seto merinding.
"baiklah terserah dirimu, siapa namamu?" tanya Seto yang merasa ada aura membunuh di sekitarnya.
"namaku adalah Anjani Ayuningtyas," kata wanita itu.
Seto melihat wanita itu di depannya, dia heran karena nama wanita itu begitu mirip dengan Rinjani.
"apa kamu saudara dari Nyai muda Rinjani?" tanya pria itu.
"tidak, karena aku adalah anak yatim piatu, jadi tak mungkin aku punya saudara secantik Nyai keluarga dari Ndoro Shaka,"
"owalah begitu ya, baiklah kalau begitu, terima kasih ya, atas partisipasinya dan mulai sekarang mungkin kita akan sering bertemu," kata Seto.
"terima kasih," jawab gadis itu yang kemudian bergabung bersama dengan yang lain.
Ndoro Shaka sedang melatih beberapa murid yang sedang belajar di SMK khusus milik keluarga Kusumo.
sedang di tempat lain, Rinjani sedang melatih anak-anak menari Remo.
Laila sedikit merasa aneh karena yang dia tau jika putri dari keluarga besannya itu tak bisa menari.
"ada apa ibu?" tanya Dika yang duduk di lantai.
"tidak ada Dika, tapi sepertinya ibu melakukan kesalahan informasi atau apa ya, karena laporan tentang siapa Rinjani, dan yang di laporkan pada ibu itu adalah putri keluarga itu punya putri yang sangat kaku dan misterius," kata Nyai Laila.
"tapi Rinjani sangat mudah bersosialisasi dengan orang dan juga anak-anak," kata nyai Laila menyadari sesuatu.
Dika hanya diam karena dia juga tau sesuatu, karena dia ingin lihat apa yang ingin di lakukan oleh wanita itu.
__ADS_1