
pertama-tama Rinjani membersihkan ayam, ikan,bebek dan juga sayur-sayuran.
setelah itu dia mulai membuat bumbu dan menguleknya, ya dia tidak mengunakan blender karena akan mempengaruhi rasa masakannya.
wanita itu begitu cekatan salam memasak semuanya, tak butuh waktu lama akhirnya masakan jadi, dan dalam pengawasan mbok Yem dan mbok tum.
Rinjani di izinkan untuk kembali ke rumah tinggal untuk mandi dan bersiap sarapan bersama.
saat dia sampai di rumah tinggalnya, terlihat suaminya itu masih belum bangun, Rinjani memutuskan untuk mandi lagi baru membangunkan Ndaru.
kini dia mengunakan rok panjang yang di padukan dengan kemeja polos satu warna pastel yang begitu kalem.
tapi meski begitu, Rinjani tetap terlihat cantik, "kang mas Ndaru, ayo bangun kang mas, sudah jam delapan pagi, semua menunggu kang mas untuk sarapan bersama," kata Rinjani dengan lembut.
"ah aku masih mengantuk, tapi kamu yang memasak bukan?" tanya Ndaru yang langsung bangun saat ingat
"iya kang mas, meski masakan sederhana dan sebisaku," kata Rinjani sedikit malu.
tapi tanpa di duga Ndaru mencengkram dagu Rinjani dan menatapnya tajam, "awas jika masakan mu membuat masalah untuk keluarga ku, aku akan menghukum dirimu, mengerti," kata Ndaru yang mendorong Rinjani.
sedang Rinjani di buat bingung bagaimana bisa suaminya itu memiliki dua kepribadian seperti ini.
kemarin Ndaru begitu baik padanya dan seakan penuh kasih dan sayang.
tapi barisan pria itu nampak kasar dan juga arogan, bahkan tak segan menyakitinya.
"sudah hentikan pikiran buruk mu pada suamimu," batin Rinjani yang bangkit dan menyiapkan baju untuk Ndaru.
pria itu suka mengenakan celana kain dan juga kaos oblong saat di rumah.
tapi jali ini Ndaru ingin pakai celana pendek saja agar lebih santai, setelah menunggu Ndaru siap, mereka sampai di bangunan utama.
terlihat hanya masih ada kedua mertuanya, tak lama Angga dan Dika datang juga.
__ADS_1
"selamat pagi semuanya, dan sepertinya ini masakan kakak ipar akan menyempatkan ya,"
"selamat pagi, hanya masakan sederhana," jawab Rinjani.
mereka pun langsung mulai makan, Rinjani melayani Ndaru dengan telaten, begitupun terlihat Nyai Laila yang melayani suaminya dengan baik, baru setelah itu Rinjani melayani ibu mertuanya.
mereka pun pagi ini sarapan dengan senang, karena masakan dari Rinjani sangat enak dan rasanya sangat cocok di lidah mereka.
setelah sarapan, Ndoro Shaka memberikan sebuah kotak perhiasan sebagai hadiah, sedang nyai Laila memberikan hal yang serupa.
tak lupa dia ayik iparnya juga memberikan hadiah tapi berupa uang cash.
Rinjani menaruh semua hadiah itu di ranjang kamarnya, dan Ndaru juga memberikan tiga kotak perhiasan yang kemarin sudah di pesannya dan Hasto yang menyimpannya.
"kang mas semua hadiah ini?"
"semua ini milik mu dan juga semua perhiasan di brangkas milik ku, jika kamu butuh uang jamu bisa mengambilnya juga, dan ingat semua yang aku miliki sekarang adalah milik mu juga, tapi ingat selalu jangan pernah menghianati ku," ancam Ndaru
Rinjani mengangguk dan menyimpan semua perhiasan itu, dan dia mengenakan perhiasan yang simpel agar nyaman tapi tetap terlihat manis.
bahkan mereka juga mendapatkan kenikmatan dari dua gadis dari pekerjaan terakhir mereka.
"wih gila sih, tak ku sangka Ndoro akan menikah secepat ini, tapi kemarin aku lihat istrinya sangat cantik loh," kata Slamet
"jaga bicaramu, kamu tak mau mati konyol karena membayangkan hal kotor pada istri bos mu bukan," kata Seto.
"tentu saja tidak, aku hanya bilang jika dia itu cantik sudah, lagi pula di sini kita juga punya dia wanita cantik yang siap di gunakan, jadi buat apa cari yang lain," kata pria itu santai.
"tapi akan lebih baik jika kita punya dua lagi biar bisa puas, dan tak gantian seperti ini," kata Epen.
"ya kamu gila, sudah di bilang jika kita harus mengurangi kegiatan gila itu, kamu gak denger jika bos Dika sudah ngamuk kemarin lalu," kesal Munir mendengar obrolan itu.
"iya juga ya, soalnya pihak kepolisian sudah mulai bertindak dan jika kita ketangkep kan gak lucu," jawab Epen tertawa
__ADS_1
Banyu datang membawa uang bonus untuk mereka dari Angga karena membereskan kekacauan yang di lakukan olehnya dan Ndari terakhir kali.
"ada bonus untuk kalian, ingat jangan di gunakan buat judi, simpan yang benar, lihat para senior kalian," pesan pria itu.
"siap mas, oh ya mas aku tak melihat bang Soli dan pak Tirto?" tanya Seto yang penasaran.
"mereka sudah pensiun dan pulang kampung," jawab banyu
"memang bisa ya mas begitu? bukannya kita sudah terikat sumpah hidup mati harus tetap mengabdi," tanya Slamet
"tentu bisa, tapi sekali ada panggilan kalian harus datang segera mungkin, tapi memang kalian bisa jaga rahasia, kalian tau meski kalian pergi dari tempat ini, hidup kalian mungkin bisa mati mendadak di mana saja," kata banyu yang membuat mereka ketakutan.
"repot say, sudah kaki di sini saja," jawab Slamet yang tak ingin membahayakan hidupnya.
tanpa di duga,Soli datang membawa mobil Jeep, "halo anak didikku," sapa pria itu tersenyum.
"lah unit panjang bah, baru di omongin sudah muncul," kata Seto melihat pria itu.
"tenang, aku gak pensiun kok cuma liburan di kampung pedalaman, dan mas banyu kebetulan di sini,aku bawa hadiah besar untuk kalian," kata pria itu tersenyum
mereka pun langsung melihat isi mobil bos itu, ternyata ada lima gadis yang akan di jadikan wanita malam, tapi mereka harus dites dulu , ya di training lah.
mereka pun memasukkan mereka ke kamar khusus, dan dia wanita yang sebelumnya sudah di jemput oleh orang dari tempat hiburan malam.
"bagaimana, produk unggulan semua, tapi kita harus membuat mereka tak mengingat masa lalunya dulu, dan aku sudah meminta orang ku untuk setiap bulan mengirimkan uang dan pesan pada orang tua mereka di desa agar tak curiga," kata pria itu.
"wah ini Abah memang paling jos lah, bang banyu bisa pilih duluan, tapi ini suntikan obatnya," kata Seto.
pria itu masuk kedalam ruangan, dan melihat seorang wanita uang tergletak pingsan, entah apa yang telah di berikan oleh Soli.
dia menyuntikkan obat itu dan membuat wanita itu perlahan sadar tapi dengan tatapan kosong, banyu membuat gadis itu memiliki sugesti selalu melupakan masa lalunya.
dan akhirnya mereka semua bersenang-senang, keinginan mereka terpenuhi, dan Soli merasa jika hidupnya sempurna karena dia menyimpan Jack pot miliknya di rumah miliknya.
__ADS_1
dan juga memberikan hadiah pada keempat saudaranya itu, yang sudah bekerja keras dari dulu.q