Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta

Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta
Rinjani vs Jasmine


__ADS_3

Hasto membawa bukti pengakuan gadis itu dan sekarang Epen membereskan wanita itu dengan cara yang tak akan di ketahui oleh orang luar kediaman.


"bawa ke kantor polisi dan buat satu keluarganya juga menemukan akibatnya karena berani mengusik Dewandaru,"


"baik Ndoro," jawab Hasto yang langsung menyeret dua orang dari tim HRD.


ketua tim HRD pun merasa aneh melihatnya, "seharusnya kamu harus ikut bertanggung jawab atas apa yang terjadi, tapi karena kamu orang Romo,aku memaafkan mu kali ini, tapi ingatlah tidak ada kesalahan yang kedua," kata Ndaru menatap pria yang sudah setengah baya itu.


"baik bos besar," jawab pria


mereka tak mengira jika orang itu akan menunjukkan sikap yang seperti ini.


Ndaru pun mengusir ketiganya, dan langsung melihat laporan keuangan dan laporan yang harus dia periksa.


dia pun merasa jika perusahaan minuman kemasan miliknya sudah mulai berkembang sangat baik.


pukul delapan malam dia baru menyelesaikan semua pekerjaannya, begitupun Hasto dan Epen.


"Ndoro mari kita ke vila, setidaknya anda harus istirahat," kata Hasto yang sudah dapat pesan dari Rinjani.


"tidak, kita pergi ke pabrik rokok, dan kita cari makan di luar saja," jawab Ndaru yang tak ingin repot.


"baik Ndoro," jawab keduanya.


mereka pun pergi ke daerah yang cukup jauh untuk melakukan pekerjaan selanjutnya.


Ndaru bukan tak sayang kesehatannya, tapi dia tak ingin istrinya itu menghadapi semua sendirian.


terlebih Ndaru baru tau jika musuhnya datang ke acara bakti sosial itu.


dia melihat jam yang tertera di ponselnya, "sepertinya dia sudah tidur, ah sudahlah aku akan menghubunginya saja nanti,"


dia pun memilih memejamkan mata, tapi yang tejadi di rumah, Rinjani tak bisa tidur karena dia tak mendapatkan pesan atau juga telpon dari suaminya


"apa mas Ndaru benar-benar sibuk hingga tak bisa memberikan kabar, atau mungkin kang mas... ah tidak boleh berpikiran buruk, ingat Rinjani tidak boleh berpikiran buruk terhadap suamimu," gumamnya sendiri.


akhirnya Rinjani memutuskan untuk tidur dan menaruh ponselnya di samping agar dengar saat Ndaru menelponnya dia segera tau.


malam terlewati begitu saja, tapi sayang telpon yang di nanti tak pernah datang, pagi ini Rinjani pun sedikit sedih karena suaminya.

__ADS_1


tapi dia tak boleh menunjukkan perasaan murung terlebih dia harus aktif dan ceria nantinya.


mbok tum mengantar seragam yang akan di kenakan selama tiga hari kedepan.


dia juga mengambil foto dan mengirimkannya pada Ndaru, dan dia kelihatan cantik dengan rambut yang di kuncir kuda.


Ndaru yang sedang berada di pabrik rokok miliknya, dia juga merasa ponselnya bergetar dan melihatnya.


"maaf menganggu mu mas,aku sudah siap berangkat bersama ibu dan yang lain, oh ya semalam apa kang mas makan dan istirahat dengan baik, karena aku menunggu telpon tapi sepertinya kang mas sangat sibuk," isi pesan itu beserta foto.


"ah ternyata dia menunggu telpon dari ku, padahal aku takut menganggu istirahatnya," gumam Ndaru merasa bersalah.


"maafkan mas.. Jani, karena semalam aku mengalami sedikit masalah dan langsung tidur tanpa memberitahu mu, oh ya semoga sukses, dan ingat gunakan kartu itu untuk keperluan acara, dan kamu terlihat cantik," balas pesan chat dari Ndaru.


Rinjani yang membacanya di buat malu sendiri, sedang Nyai Laila yang melihat menantunya itu senyam-senyum sendiri pun merasa senang.


"kenapa kamu tiba-tiba merona seperti itu? apa dapat pesan dari suamimu?"


"iya bu, mas Ndaru bilang ada sedikit masalah dan memintaku untuk tak kelelahan saja," jawab Rinjani.


"aduh-aduh manisnya, tapi tumben tuh anak bisa semanis ini, biasanya ucapannya selalu ketus,tapi itu bagus berarti Ndaru berubah menjadi pribadi yang baik," kata Nyai Laila.


mobil mereka sampai di tempat yang di maksud, tapi semuanya kaget saat ada mobil lain yang datang, tapi saat turun ternyata para pengawal Rinjani.


semua orang menyapa kedua sosok Nyai dari keluarga Kusumo, bahkan Rinjani sekarang tak kalah jadi pusat perhatian melebihi mertuanya


"baiklah mari kita mulai," ajak Nyai Laila.


"tunggu dulu Nyai,ada satu tamu lagi yang datang," kata Bu Gandung.


"maaf tapi aku tak pernah menunggu, karena aku ketua perkumpulan ini,jika tamu itu penting seharusnya dia tau waktu, dan mang Lidin pastikan tak ada yang boleh membuat kekacauan di tempat ini, jika tidak usir mereka dan laporkan pada suamiku," kata nyai Laila dingin.


"baik Nyai besar," jawab mang Lidin


Rinjani tak mengira ibu mertua yang selama ini begitu lembut dan baik di rumah.


berubah seratus delapan puluh derajat saat di luar seperti ini,bahkan dia menunjukkan posisinya.


sebuah mobil Alphard putih baru datang, dan dia tak percaya jika acara sudah di mulai tanpa menunggunya.

__ADS_1


"ah sialan, seharusnya mereka menungguku," kesal wanita itu yang langsung berjalan menuju ke area kerumunan.


melihat sosok itu datang, Rinjani terkejut tapi dia harus bersikap biasa dan mengabaikannya.


akhirnya pembukaan acara sudah selesai, mereka semua mulai membagi tugas dan menyebar ke seluruh wilayah.


wanita itu terlihat menghampiri nyai Laila, "selamat pagi Bu?" sapanya dengan sopan.


tapi Laila tak menggubrisnya, "seharusnya kamu memanggilnya nyai seperti uang lain, siapa kamu bisaa memanggilnya ibu," tegur mbok tum, bahkan wanita itu berlalu begitu saja.


Jasmine merasa kesal karena di acuhkan seperti ini, bahkan kehadirannya terlihat tak nampak.


Rinjani sedang membagikan bingkisan jajanan dan juga perlengkapan sekolah untuk anak-anak.


dia terlihat begitu semangat bahkan setelah selesai dia mengajak anak-anak bermain.


"aduh itu istrinya Ndoro Ndaru begitu baik ya, lihatlah anak-anak begitu nyaman bermain, padahal dulu mereka itu sulit di atur loh," puji seorang ibu.


"alah semua juga bisa mengendalikan para bocah itu, dan ibu tau dia itu wanita rendahan tau," kata Jasmine.


"apa yang kamu katakan, beraninya kamu menghina istri Ndoro muda," kata wanita itu kaget.


"kenapa, asal ibu tau ya, sampai mati Ndaru tak akan bisa menerima wanita itu, dan lihatlah bagaimana bisa di kerja sosial pertamanya dia sendirian, padahal semua juga tau kalau harus di temani suami saat melakukan kerja sosial, terutama ini kerja sosial pertamanya sebagai menantu keluarga Kusumo."


"ah iya kamu benar, sepertinya Ndoro muda Memang tak menyukai dia," saut ibu yang lain.


akhirnya rumor itu berkembang seperti angin ribut, Jasmine tak mengira jika semua orang semudah ini menelan ucapannya.


mbok tum memberitahu Nyai Laila tentang rumor yang dalam hitungan jam sudah menyebar kesemua anggota perkumpulan itu.


"aku ingin lihat bagaimana nyai Laila yang sombong dan menantunya yang bodoh itu membereskan rumor ini, tentu para wanita di perkumpulan ini sangat merepotkan," kata Jasmine tersenyum jahat.


Rinjani yang sudah tau pun hanya bisa diam dulu, sore hari mereka semua beristirahat di rumah singgah.


semua orang nampak duduk dan masih membahas rumor yang beredar.


"mbok Yem tolong cari satu orang yang bisa menyebar berita tentang sesuatu dengan cepat," kata Rinjani.


"baik Nyai," jawab wanita itu.

__ADS_1


Nyai Laila yang terlihat tenang, sebenarnya tengah khawatir karena tadi Rinjani menghampiri dia dan mengatakan jika akan menghadapinya sendiri.


__ADS_2