Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta

Jangan Salahkan Aku Jatuh Cinta
ancaman Ariana


__ADS_3

rombongan Ndaru baru sampai rumah itu, terlihat Angga sedang berlutut di depan Ariana sambil membawa bunga.


pria itu nampak sedang merayu dan beruntung Ariana mau menerima bunga yang do ambil di taman itu.


"lihatlah, pria itu sudah takluk dengan istrinya, seorang Dewangga mau berlutut, apa dunia ini gila!" kata Dika tertawa.


"tutup mulutmu, manuk ku hampir di potong sialan!" maki Angga.


"ha-ha-ha, mau lihat dong, kakak ipar sadis juga ya," kata Dika tertawa.


"karena bisa-bisanya ada wanita tak tau malu yang menggoda suamiku," terang Ariana kesal sambil memukulkan bunga mawar itu ke suaminya lagi.


"kan bukan salahku, istri mas Ndaru saja yang murahan," kata Angga.


"Angga!!! jaga ucapan mu!!" bentak pria itu marah.


"memang benar!" jawab Angga tak terima.


"kang mas pulang," kata Ragini yang berlari menggunakan gaun ketat berwarna merah dan mengerai rambutnya.


semua orang kaget melihat penampilan wanita itu yang persis seorang wanita panggilan.


tapi Hasto menahan wanita itu, sebelum Ragini sampai di depan Ndaru, "tunggu, jangan mendekat karena Ndoro tak ingin kamu menyentuhnya," kata pria itu dingin.


"kamu gila, bagaimana pun aku istrinya, jadi jangan membuatku menghukum dirimu," marah Ragini dengan ucapan yang kasar.


"merebut tempat seseorang tak akan menjadikannya milik mu sepenuhnya, bahkan jika kamu meniru orang itu sebaik dan sesempurna apapun, karena yang benar adalah dia tetap suamiku," kata Rinjani yang menunjukkan sosoknya berdiri bersama Anjani.


"jujur saja mbak Ragini, kamu itu hanya peniru yang di gunakan oleh orang-orang itu untuk menyakiti mas Ndaru bukan, dan merebut serta menikmati posisi dari mbak Rinjani," kata Anjani yang tak suka dengan wanita itu.


"sialan!!! kalian ternyata sudah tau segalanya, serta berpura-pura selama ini, aku membencimu, terutama kamu Rinjani!!" teriak Ragini ingin menyerang Rinjani.


tapi Hasto dan Seto menahan wanita itu dan Dewo memastikan wanita itu tak bisa bergerak leluasa setelah di ikat.


"lepaskan, aku akan membunuhnya, dasar saudara kembar sialan, kamu terus di eluh-eluhkan oleh semua orang, kamu yang terus menerima kebahagiaan, sedang aku di kurung terus di rumah!! aku jijik punya wajah seperti mu!!" teriak Ragini.


sebuah tamparan melayang ke wajah wanita itu, PLAK...


"kau bicara seakan kau tersakiti, bagaimana dengan ku yang bahkan tak pernah merasakan kasih sayang orang tua, bagaimana perasaan kak Rinjani yang harus hidup semua serba sempurna!!" teriak Anjani murka.

__ADS_1


Ragini terdiam, "kamu pikir jadi Putri yang selalu di tunjukkan pada setiap orang itu enak, aku harus menerima semua hinaan mereka saat aku gagal, tapi mereka terus memeluk mu bahkan saat kamu melukainya, tapi jika aku gagal maka aku akan di kurung dengan perut kelaparan," kata Rinjani.


"wah tak ku kira keluarga mereka seburuk ini.." lirih Angga


"diamlah mas, kamu membuatku kesal," geram Ariana.


"sudah Hasto, bawa dia pergi karena aku tak ingin mendengar ucapan aneh dari wanita itu," terang Ndaru.


"tidak bisa, kita sudah melakukan hubungan, jadi aku sekarang sedang hamil anak mu, tak boleh kamu seperti ini mas!!" teriak Ragini yang tak ingin di bawa pergi.


"aku tak peduli," jawab Ndaru.


tapi sebelum pergi Rinjani melalukan hal yang tak terduga, dia mengambil pisau di pinggang Hasto dan melukai wajah Ragini.


"sekarang kamu tak akan jijik karena wajah ku, karena sekarang kita berbeda," kata Rinjani.


Ragini berteriak karena luka sayatan di pipi dan dahinya, sudah di pastikan wajahnya itu akan rusak.


"tunggu pembalasan ku Rinjani!!" teriak wanita itu.


Rinjani membuang pisau itu ke tanah dan dia pun terduduk sambil terisak.


"sudah sayang, semuanya sudah berakhir,"


Rinjani pingsan, karena tubuhnya begitu lemah, Ndaru langsung menggendongnya ke dalam kamar yang ada di bangunan utama istana Bangura


di sisi lain dia meminta para mbok mban dan juga centeng merenovasi semua tata letak dari rumah tinggal dari Ndaru.


dia tak ingin tinggal di rumah yang pernah di gunakan olehnya dan juga Ragini, untuk di tinggali oleh Rinjani.


meski memiliki rumah pribadi sendiri, dia belum mendapatkan izin dari orang tuanya untuk tinggal berpisah.


Rinjani bangun dan melihat Ndaru sedang duduk di sampingnya, "bagaimana perasaan mu? apa ada yang tak enak?"


Rinjani tak mengatakan apapun, tapi dia memilih bangun dan menyandarkan kepalanya di bahu Ndaru.


aroma tubuh suaminya membuat dirinya sangat tenang, "tolong seperti ini saja, aku terus mencari mu saat aku di sekap di sana,"


Ndaru mengecup kening istrinya itu, setelah itu dia pun tersenyum hangat.

__ADS_1


sedang di tempat lain, Ariana masih kesal saja dengan suaminya meski Angga sudah menjelaskan.


"ayolah sayang jangan marah, kamu kenapa sih sensitif amat, ibu bantu aku membujuknya," mohon Angga.


"kenapa ibu harus ikut-ikut segala, itukan masalah kalian, ya kali kamu membujuk seorang wanita saja tak bisa," ledek Nyai Laila.


sedang Anjani dan Dika sedang duduk lesehan sambil makan singkong rebus.


"ya dua orang ini juga menyebalkan tak bisa membantu," kata Angga yang berlari mengejar Ariana.


"memang kami salah apa, orang cuma makan singkong doang," kata Dika heran


"kalian ini kompak sekali ya, mau di nikahkan juga tidak?"kata Ndoro Shaka.


"bukannya tidak boleh ya Ndoro, apalagi setelah pernikahan mbak Rinjani dan mas Ndaru?" tanya Anjani.


"terpenting kalian bukan saudara satu darah saja itu tak masalah, lagi pula kamu tak mungkin hidup sendiri setelah kematian kakek dan nenek mu kan Anjani?" tanya Nyai Laila.


"iya Nyai," jawab Anjani sedih.


Ariana duduk di dalam kamar terisak, Angga masuk dan kaget melihat istrinya itu.


"ada apa sayang, kenapa kamu sedih begini, apa kang mas melalukan kesalahan? janganlah sedih seperti ini.." mohon Angga.


"aku juga tak tau, mungkin aku kesal karena tak di ajak bulan madu, setelah menikah kamu tak memikirkan waktu kebersamaan kita, malah sibuk dengan usaha mu," kata Ariana sedih.


"ah itu, sebenarnya aku sedang menyiapkan liburan ke Bali, tapi menunggu semua orang tenang, dan juga Dika belum menikah kan kasihan jika dia liburan sendiri saat kita semua honeymoon," kata Angga beralasan.


"apa kamu yakin, ini bukan hanya alasan mu saja?" tanya wanita itu menatap tajam kearah suaminya.


"tentu saja tidak sayang, aku mengatakan yang sebenarnya, jadi yang sabar sebentar lagi Dika akan menikah dengan gadis pilihan ibu,"


"baiklah aku akan diam, tapi jika kamu bohong, awas saja tiga bulan jangan menyentuhku," kesal Ariana.


"ya kok gitu,kalau aku kepingin bagaimana?"


"itu cepitno Lawang saja," kesal wanita itu sambil melengos.


sedang Angga tak percaya dengan apa yang di katakan istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2