
Rinjani sedang menikmati kacang mete yang di suguhkan, karena dia sangat menyukai camilan itu.
sedang Ariani memilih memakan kacang telur, sedang Hasna juga sudah mulai sehat.
saat makan malam, ketiganya sudah di panggil oleh mbok mban, terlihat semua keluarga sudah duduk di kursi masing-masing.
"Monggo didik di samping calon suami masing-masing ya neng," kata pak Tirto.
Rinjani duduk di samping Ndaru yang tampak tenang, begitupun dengan yang lain.
tapi Hasna gemetar saat melihat gulai otak di atas meja, itu adalah makanan yang sangat dia benci.
sedang Ariani kaget melihat ada makanan ekstrim itu, sedang Rinjani masih tetap tenang.
"silahkan makan semuanya," kata Ndoro Shaka.
Hasto ingin melayani Ndaru, tapi Rinjani bangkit, "biarkan aku saja, anda bisa istirahat,"
"baik nona," jawab pria itu yang langsung mundur.
"kang mas, mau lauk apa?"
"gulai otak itu sepertinya enak, dan hati goreng juta, jangan lupa sayurnya," kata Ndaru ingin melihat gadis itu.
__ADS_1
terlihat Rinjani begitu tenang saat mengambil gulai otak, "kamu juga makan gulai itu, karena itu gulai kesukaan kami bertiga, dan semua istri kami harus suka juga," kata pria itu.
"apa?" kaget Ariana dan Hasna.
sedang Rinjani tanpa menjawab langsung mengambilnya dan langsung makan bersama dengan Ndaru.
meski wajahnya nampak tenang, sebenarnya wanita itu seakan ingin muntah, tapi dia menahan demi mengikuti dan menuruti semua keinginan dari calon suaminya itu.
sedang kedua orang itu nampak memilih makan dengan sambal dari pada harus makan makanan itu.
setelah selesai,mereka bertiga di ajak duduk di pendopo bale agung, dan ternyata semua orang tua mereka sudah datang.
"baiklah kalau semua sudah disini, saya ingin mengatakan sesuatu, karena permintaan Ndaru yang tak ingin menunda pernikahan, akhirnya kami sepakat untuk menikahkan Ndaru terlebih dahulu bersama Rinjani, sedang kedua adiknya akan menyusul setelah silih tahun, bagaimana menurut kalian, karena Dika harus menyelesaikan tes perizinan dulu," kata Ndoro Shaka.
"baik Ndoro,kami mengerti,kami ikut saja," jawab pak Selo.
setelah persetujuan itu, akhirnya mereka memutuskan untuk mengadakan pernikahan pada hari renteng selama tiga hari dua malam.
Ndaru setuju dan semua pernikahan akan di tanggung olehnya sepenuhnya, dan di adakan di istana Bangura.
malam itu Rinjani pun di izinkan pulang, dia berpamitan dengan semua orang.
sedang untuk Husna akan ikut tinggal bersama Rinjani karena Dika tak mau calon istrinya itu mengalami masalah lagi.
__ADS_1
awalnya Ariana mengajak Hasna ke rumahnya, tapi karena ini permintaan Dika, mereka tak bisa menolak terlebih Rinjani juga tak keberatan.
di dalam mobil, Rinjani terus merangkul Hasna yang sudah terlelap, gadis itu memang belum sepenuhnya sembuh.
bahkan orang tua dari Rinjani yang tau ceritanya pun merasa iba, bagaimana bisa mereka memperlakukan gadis itu dengan kejam.
padahal tanpa sepengetahuan dari para gadis itu, para orang tua sudah mendapatkan mahar yang sangat banyak sesuai kemampuan dari calon menantunya masing-masing.
sudah bisa di tebak jika orang tua dari Rinjani mendapatkan mahar paling besar karena Ndaru adalah pengusaha sukses.
sesampainya di rumah, Wira mengendong Hasna dan menidurkannya di kamar di Rinjani.
malam itu mereka tidur bersama karena merasa begitu lelah, karena semua yang sudah terjadi.
tapi anehnya Rinjani tak merasa mual setelah makan gulai tadi, padahal tadi saat masuk kedalam mulut rasa aneh itu seperti minta untuk di muntah kan.
beruntung Semuanya berjalan baik, dan sekarang mereka tinggal menyiapkan diri untuk pernikahan itu.
Rinjani akan di rawat selama sebulan penuh, terlebih dia juga mendapatkan resep dari leluhur keluarga Nyai Laila yang sudah menjadi rahasia awet muda keluarga itu.
bahkan dia tak mengira jika ada spa jaman dulu yang harus dia gunakan juga demi menjaga area intimnya.
dia tak bisa menolak tapi jika semua itu bisa membuatnya selamat dari pria seperti Ndaru dia akan melakukannya.
__ADS_1
karena Ndaru pernah bilang resep selamat dari dirinya hanya dua, patuh dan jujur.
itu akan di terapkan oleh Rinjani untuk menjadi wanita yang baik menurut suaminya itu.