
sudah seminggu dan tanpa di duga, kedua bayi itu sudah sangat sehat dan di izinkan pulang.
Nyai Laila dan Rinjani mengendong masing-masing seorang bayi, kedua wanita itu nampak begitu bahagia saat ini.
terlebih mereka tak menyangka Keduanya bisa pulang cepat setelah menjalani perawatan, dan mereka sudah memastikan jika tak ada yang terjadi saat di rumah sakit.
sesampainya di rumah ternyata semua orang membuat acara penyambutan yang begitu meriah.
mereka semua senang menyambut kedatangan kedua bayi itu, tapi yang bingung karena belum bisa memanggil kedua bayi itu dengan nama apa.
"jadi siapa nama kedua bayi ini,jangan membuat kami memanggilnya bayi kembar satu dan bayi kembar dua," kesal Dika.
"Devka dan Dipta, dan untuk nama panjang, silahkan Romo kanjeng yang buat," kata Ndaru yang membuat Ndoro Shaka tak percaya.
"aduh kamu itu main todong saja, tunggu sebentar biar Romo pikirkan," kata Ndoro Shaka.
pria itu sedang menghitung jarinya, dan tiba-tiba ada sebuah nama yang terlintas.
"Devkana Adiyaksa Prasodjo Kusumo dan Diptara Adyatama Prasodjo Kusumo,"
"wah.... nama yang bagus, Devka dan Dipta," panggil semua orang.
Ariana juga merasa senang bisa melihat kehadiran dua bayi mungil itu di antara keluarga mereka.
"aku jadi tak sabar untuk melihat bayi lagi, mereka juga susah tak sabar mau launching juga deh sepertinya," kata Ariana dengan senyum tapi air ketubannya pecah.
"Ariana kamu mau melahirkan?" kaget Rinjani melihat air yang jatuh ke lantai.
"sepertinya mereka juga ingin launching juga deh mbak, dan kenapa bengong dih dasar suami gak peka, bawa aku ke kamar!!" teriak Ariana yang mulai ngeden.
Angga sudah di Jambak dengan kuat, "iya sayang, tapi sakit!!" kata Angga kesakitan.
akhirnya di istana Bangura pun terdengar suara teriakan dari kamar Angga.
__ADS_1
beruntung meski Ariana terlihat lemah, tapi wanita itu masih kuat melahirkan dengan normal.
tapi yang tersiksa adalah angga, pasalnya pria itu sudah di Jambak dan di cakar karena Ariana yang kesakitan.
setelah seperempat jam akhirnya terdengar suara tangisan bayi bersautan.
akhirnya putra dan putri dari Angga dan Ariana juga lahir dengan sempurna.
semua orang berteriak senang, jadi di rumah ini ada empat bayi, tapi Ndoro Shaka menerima telpon dari seseorang.
pria itu nampak kaget dan terlihat tak nyaman, Nyai Laila yang melihat pun penasaran.
"ada apa Romo,kenapa sedih begitu," tanya wanita itu
"sepertinya kita harus pindah dan pecah rumah, karena aku dapat pesan jika aura di rumah ini tak baik untuk perkembangan keempat bayi yang baru saja lahir itu,"
"apa mas Cakra sudah selesai tapa?"
"iya sayang, mas Cakra sudah selesai bertapa dan dia melihat keburukan menimpa keluarga kita, terlebih setelah kejadian yang menimpa ketiga putra kita,"
Ndoro Shaka mengeleng, "itu tak benar, aku sudah menyiapkan rumah untuk kita semua, dan masih satu area tapi beda rumah,"
mendengar penjelasan suaminya Nyai Laila terkejut, dia pun melihat ketiga putranya, dan demi keempat cucunya.
setelah Ariana sudah sedikit pulih, Nyai Laila dan Ndoro Shaka mengatakan apa yang dia terima.
semuanya diam, awalnya mereka tak setuju, tapi demi keselamatan dari para bayi yang baru lahir mereka memutuskan untuk pindah.
"tapi ngomong-ngomong,dimana kamu menanam ari-ari putra mu Ndaru?" tanya Nyai Laila.
"aku menanamnya di rumah milik ku ibu, karena menurutku di tanam di sini itu tak baik karena seperti makan para penunggu di sini," jawab pria itu.
Nyai Laila mengerti dan memilih mengangguk saja, kini mereka memilih pergi ke tempat baru dulu.
__ADS_1
tapi tidak berpencar karena selama sebulan penuh keempat bayi itu harus dalam pengawasan sang nenek.
sedang semua rumah akan di cek dulu, dan Dika yang akan tinggal bersama kedua orang tua karena dia putra terakhir.
hari ini Ndoro Shaka, Ndaru, Angga dan Dika sedang menutupi semua perabotan di rumah lama dengan kain putih.
atas perintah dari keluarga jauh mereka, bahkan para mbok mban sebagian juga di pulangkan dan hanya orang kepercayaan yang tetap di pekerjakan.
seorang pria berpakaian hitam datang, pria itu memakai ikat kepala khas Jawa dengan bertelanjang kaki.
"selamat datang pakde," sapa ketiga pemuda itu.
"kalian kuat ya, tinggal di rumah penuh dendam seperti ini," kata pria itu sambil meludah ke arah pojok rumah.
tiba-tiba angin bertiup kencang, pria itu bisa melihat awan gelap menyelimuti rumah mewah itu.
bahkan Aura hitam pekat itu tak bisa terurai sedikitpun. tapi aura itu tak bisa keluar melewati gerbang rumah itu.
"sudah cukup Shaka, hentikan kebiasaan buruk mu, ketiga putramu hampir mati, jangan sampai keempat cucu mu jadi yang selanjutnya," kata pria itu dingin.
"baiklah mas, kalau begitu tolong segel mereka semua, karena aku ingin tunsh on tetap bisa di gunakan untuk keperluan, meski kaki akan menutup lembaran buku dari keluarga Kusumo yang sudah ratusan tahun," minta Ndoro shaka
"baiklah, aku akan membantumu, sekarang kalian berempat keluar biar aku bereskan ini sebentar," jawab pria itu.
pria itu menyegel aura hitam itu ke dalam sebuah batu akik berwarna merah yang berubah menjadi bersemu hitam.
pria itu kemudian menjadikan akik itu sebagai kalungnya. "kekuatan ku makin besar sekarang, dan membunuh orang dari kejauhan adalah hal mudah, tapi berada korban Ndaru sesungguhnya, kenapa rasanya setiap jengkal tanah di rumah ini adalah sebuah kuburan," gumam pria itu
#######
itu adalah sepenggal kisah tentang cerita novel otot yng selanjutnya judulnya DUKUN ILMU HITAM
jadi tunggu updatenya ya geng, pasti seru dan mendebarkan.
__ADS_1