JIKA MASIH ADA CINTA

JIKA MASIH ADA CINTA
GADIS ITU ELIN...


__ADS_3

Riuh sorak dan tepuk tangan memenuhi aula kesenian sore itu, ada yang menyeka ujung mata dengan ujung jari bagai terbawa suasana, dan ada yang bersorak bahagia. seorang gadis berambut coklat bergelombang, dengan anggun membungkukan badan di depan sana... ia tampak anggun dengan dress selutut berwarna krem yang tampak serasi dengan kulit putih nya. senyum nya lembut bagai ice cream, bola mata yang senada dengan warna rembut, tatapan nya penuh magnet yang seakan menarik segala keindahan dunia. di tangan nya terdapat seperangkat alat musik biola berwarna coklat... jelaslah sekarang, bahwa baru saja ia menyuguhkan permainan biola yang sukses memukau seluruh isi aula sore ini.


Gadis itu kini berjalan meninggalkan aula... setelah berpapasan dengan beberapa dari penontan yang mendekati nya sekedar berbasa- basi. ia tak sendiri, ada dua gadis lain bersama nya, masing-masing mereka juga membawa biola di punggung nya.


" Elin...!"


Seseorang terdengar memanggil sambil berlari mendekati tiga gadis itu dari belakang, tampak nya ia juga baru saja keluar dari aula kesenian. ketiga gadis itu menoleh dan menghentikan langkah. seorang laki-laki bertubuh atletis, berhidung mancung, kulit nya bersih untuk ukuran laki-laki indonesia.


" hmmh... dari mana aja sih Ga? "


ujar gadis berambut coklat itu dengan senyum di bibirnya...


"kemana lagi, pasti dihadang sama Rora and geng di dalem. " celetuk gadis berbaju biru dengan nada yang dibuat sewot.


"biasa lah, cowok ganteng" sahut laki-laki itu dengan menaikin alis nya ke arah gadis berambut coklat.... ya, dia lah Elin.


"Awas ada yang cemburu tuh" ujar salah seorang gadis berwajah oval, yang terlihat imut dengan hidung mungil nya. sengaja menggoda Elin. Elin hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil tertawa.


"kalian mau langsung pulang nih? apa kita nggak cari tempat makan dulu? masih sore nih... " tanya Arga pada ketiga gadis itu.


" kayak nya aku langsung pulang deh, malam ini ada acara lekuarga"


"Aku juga harus pulang cepat, udah janjian sama Bram soal nya"


"Bram siapa? kok kita baru dengar, gebetan baru?" Elin bertanya penuh selidik...


yang di tanya adalah Echa, gadis berhidung mungil dengan rambut lurus hitam... ia tersenyum sipu.


"lain kali aku cerita.. aku pulang duluan ya" ujar nya sembari berlari menjauhi Elin, Arga, dan Risa.

__ADS_1


"itu anak bener-bener...baru juga kemarin putus sama Rio, eh sekarang udah move on aja... punya gebetan baru lagi" celetuk Risa masih memandangi punggung Echa yang melenggang ria menuju sebuah mobil yang tampak menunggu nya di sebrang tempat mereka berdiri.


"biarin aja kali Ris, itu normal. yang ga normal tu kayak kamu, patah hati nya kelamaan." celetuk Elin memonyongkan bibir nya ke Risa.


Arga ikut tertawa melihat reaksi Risa yang kini jadi kikuk sendiri.


"Apaan sih kalian berdua. ya sudah aku udah ditungguin nih di rumah. aku duluan ya. Ga, jagain sahabat aku. jangan sampai lecet sedikitpun"


"iya... iya. tenang aja. udah pulang sana."


"Lin, aku pulang ya... dadah... "


"dadah Risa... hati -hati ya... sampai jumpa besok" Elin melambaikan tangan nya pada Risa yang berlari kecil menuju parkiran.


Sekarang tinggal lah Elin dan Arga di sana... sebenarnya situasi berdua seperti ini masih canggung bagi masing-masing mereka. sebab, selama ini kalau bertemu, pasti ada Risa dan Echa di samping Elin. Tapi kali ini, keadaan bener-bener seakan menuntut mereka untuk menikmati waktu berdua. sebulan setalah jadian, rasa nya masih asing, sehingga sulit untuk mencairkan suasana.


"Terserah kamu aja, Ga."


Arga tersenyum, kemudian kedua nya berjalan menuju kafe yang tidak jauh dari kampus tempat mereka kuliah.


Temeram lampu kota mulai memberi nuansa menyala...Arga meraih jemari Elin meski awal nya ragu-ragu...wajah putih Elin bersemu... bukan, bukan hanya Elin... Arga juga tak luput dari gugup nya yang tergambar dari senyum nya yang terkulum dengan telinga yang memerah.


šŸšŸšŸ


Mereka bukan lah sepasang kekasih yang sudah bertahun-tahun menjalin hubungan. Kedua nya bisa dikatakan baru saja membuka lembaran kisah asmara itu.


Arga adalah cinta pertama bagi Elin. terdengar sedikit lucu bukan? di usia nya sekarang, dan sudah duduk di bangku kuliah semester akhir, ia baru menemukan cinta pertama nya. Mau bagai mana lagi? Elin merasa hanya Arga yang bisa membuat nya merasa nyaman dan terlindungi. mungkin.


Semua itu bukan tanpa alasan. Pasal nya Elin adalah gadis yang sangat tertutup. Ia cenderung susah didekati oleh lawan jenis nya. lebih suka menyendiri dan irit berbicara, kecuali dengan sahabat-sahabat dekat nya saja.

__ADS_1


Semua itu berawal semenjak Papa nya meninggal, dan mama nya menikah lagi dengan teman sekaligus orang kepercayaan papa nya di perusahaan.


Entah mengapa sejak awal ia tidak menyukai pria itu. Dan ketidak sukaan itu makin menjadi ketika Elin beberapa kali memergoki laki-laki yang menjadi ayah sambung nya itu masuk diam-diam di malam hari ke kamar nya. Mematikan lampu kamar, lalu berjalan ke tempat tidur nya. Elin dapat merasakan dari balik selimut nya, tangan pria itu menyentuh bagian sensitif nya.


Elin tak bisa berbuat apa-apa ketika itu. ia terlalu takut untuk sekedar membuka selimut nya. Hanya air mata yang mengalir dalam gelap itu tanpa suara.


Itu sudah cukup lama. Namun tentu kalian tau bukan, bahwa trauma itu tidak mudah dihilangkan dalam waktu yang singkat. Sakit nya lagi, Elin harus memendam itu sendiri. Mama nya tak pernah tau soal itu.


Sebenarnya Elin sempat ingin memberi tahu kebiadaban laki-laki itu pada mama nya. Namun ia urungkan itu, karna mama nya telah lebih dulu memuji-muji kebaikan pria itu sebelum ia sempat berbicara.


šŸšŸšŸ


"Elin, aku mencintaimu. " Ucap Arga menatap lekat manik coklat Elin.


Elin tersenyum.


"Berapa kali kau harus mengatakan itu? aku sudah tidak bisa menghitung nya lagi. " Elin menyuguhkan senyuman paling indah di bibir nya.


"Aku tidak akan merasa cukup untuk mengatakan itu meski sudah jutaan kali. "


Elin menarik tangan nya dari genggaman Arga. tertunduk. pipi nya bersemu malu.


"Jangan terlalu menyanjungku. Aku tidak terbiasa dengan itu. "


"Oh ya? Kalau begitu mulai sekarang kau harus terbiasa dengan itu. Aku mencintai mu. Aku akan mengatakan itu lebih sering. "


Elin menatap mata Arga. mencari kesungguhan dari ucapan itu di sana. Dan ya, seperti nya ia memang menemukan nya.


Ya Tuhan, ini pertama kali dalam hidupku. Laki-laki ini telah mencuri segala ketakutan ku. dia telah menanamkan kenyaman yang membuat aku takut untuk semakin dalam mencintai nya. Tuhan, aku berharap ini bukan sementara. Tapi selama nya. selama nya menjadi tempat ternyamanku.

__ADS_1


__ADS_2