
Hari itu suasana kelas begitu membosankan bagi Elin. Materi yang di sampaikan dosen di depan sana berdengung begitu saja ditelinga Elin. Ia tak sepenuh nya mendengar apa yang disampaikan sang dosen. Pikiran nya sungguh amat terganggu saat ini.
"Maaf pak."
Tiba-tiba Elin mengacungkan satu tangan ke udara.
"Iya, Elin.?" Jawab Pak Beno, dosen berkaca mata tebal dari depan sana.
"Saya permisi mau ke toilet." Lanjut Elin
" Oh. silahkan."
Elin pun beranjak dari kursi nya. Lalu berjalan meninggalkan ruang kelas. Risa dan Echa saling memberi isyarat tanya satu sama lain. tapi kedua nya tak mungkin keluar dari ruangan untuk menyusul Elin. Terang saja. dosen yang berdiri di depan sana akan mencekik mereka dengan tatapan nya.
Mereka berdua kompak melirik Arga di sudut ruangan itu. Arga yang menyadari arti lirikan itu hanya memberi isyarat anggukan saja pada meraka.
"Elin kenapa ya, seperti nya dari tadi dia kurang konsentrasi gitu? " Bisik Echa yang tepat duduk di depan Risa.
"Entahlah. Kita tunggu saja sampai nanti di kantin. kita tanyakan langsung lada nya. " Balas Risa dengan berbisik pula tanpa memutar badan nya menghadap Echa.
***
Sementara di toilet. Elin tengah mencuci tangan nya di wastafel. Sungguh ia begitu malas untuk masuk lagi ke dalam kelas. Otak nya saat ini benar-benar tidak bisa diajak kerja sama.
Elin berpikir, mungkin ada baik nya sekarang ia langsung ke kantin. Menunggu teman-teman nya di sana. Toh cuma tinggal beberapa menit lagi.
Elin menggangguk sendiri. Membenarkan apa yang baru saja ia pikirkan. Kemudian ia mengambil langkah mantap ke luar dari Toilet.
Namun baru saja kaki nya berada di luar, tiba-tiba ada yang menghadang nya. Mereka adalah Rora, Mita, dan Lyly.
Rora berdiri tepat di hadapan Elin. Pandangan nya tampak tak bersahabat sama sekali. Tak perlu ditanyakan lagi, Elin sudah mengerti apa tujuan Rora kali ini.
"Oh, jadi ini yang nama nya Elin.? " Begitu kata pertama yang terlontar dari mulut Rora. pandangan nya begitu tampak meremehkan.
Selama ini, memang benar ia belum pernah bertegur sapa dengan Rora. Ia hanya tau, Rora mahasiswi pindahan dari Paris, bergaya bak primadona, dan selalu ditemani dua dayang yang seperti memuja kecantikan nya setiap hari. Dan satu lagi yang baru ia ketahui, Rora adalah mantan pacar nya Arga.
__ADS_1
"Dengar inj baik-baik. Aku tidak peduli kau siapa. Tapi aku minta jauhi Arga. Dia milik ku!!" Ujar Rora lagi dengan nada penuh intimidasi.
Elin sedikit terkekeh. Dugaan nya tidak salah. Arga lah alasan Rora berada di hadapan nya saat ini.
" Rora. Aku rasa kamu perlu menarik kembali ucapan mu itu. Apa kamu bilang? Arga milikmu? Hey! apa kau sudah menikah dengan nya? jika kau merasa begitu, maka cepatlah cubit tanganmu sekarang. Dan pastikan kau tidak sedang bermimpi! " Balas Elin dengan nada mengejek.
Rora dan dua teman nya terbeliak. mereka tidak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan Elin. Gadis dingin seperti Elin bisa menjawab Rora dengan berani nya?.
"Cih. lancang sekali mulut mu. sepertinya kamu belum tau siapa aku, huh?!. " Hardik Rora seraya melayangkan tangan nya ke wajah Elin.
Namun tangan itu langsung ditangkap Elin. Elin menatap Tajam pada Rora. Kemudian melepaskan tangan Rora dengan kasar.
"Aaauu!! " Pekik Rora. mengibas-ngibas tangan nya.
"Aku tau dengan baik siapa dirimu, Rora. Kau perempuan yang pernah dicintai Arga sepenuh hati nya, hingga suatu hari Arga memergoki mu tengah berduaan di kamar apartemen dengan seorang laki-laki. Dan lebih parah nya. Laki-laki selingkuhanmu itu adalah sahabat Arga sendiri....."
"cukup... cukup...!!!! " ujar Rora berteriak memotong pembicaraan Elin. Ia menutup kedua telinga nya. Menolak untuk mendengar apa yang akan di ucapkan Elin selanjutnya.
"Kenapa, Rora? bukan nya tadi kamu ingin aku tau siapa kamu sebenarnya? hey Rora! Aku tau itu. Kamu memang benar sangat dicintai Arga. tapi itu dulu. Tidak untuk sekarang. Sekarang kau tau apa yang tersisa untuk mu dalam hati Arga? BENCI."
"Aku bilang stop. atau....!!!! "
Bibjr Elin tertarik. Ia tersenyum seperti tanpa dosa.
Demikian kata-kata terakhir yang keluar dari mulut Elin, setelah itu ia berlalu dan melenggang santai di hadapan Rora, Mita, dan juga Lyly.
"Arrrggghh.. kurang ajar!!!!! " gusar Rora seraya menendang tembok toilet didepannya.
"Tenang, Ra. kita cari cara lain untuk menghadapi perempuan itu." ujar Mita sambil menggosok punggung Rora.
"Lihat saja pembalasanku!!! " sungut Rora masih kesal.....
***
"Kau dari mana saja, Lin? kami baru akan menyusulmu ke toilet. Kenapa lama sekali? " Tanya Echa ketika bertemu Elin yang baru saja keluar dari arah toilet.
__ADS_1
"Elin, kau baik-baik saja kan sayang?" Ucap Arga yang tiba-tiba datang.
"Ya, aku baik-baik saja. hanya saja tampak nya masih ada yang gagal move on dari mu." Jawab Elin dengan senyun simpul nya.
Arga, Echa, dan Risa mengerutkan dahi. Mencoba memahami apa yang baru saja diucapkan Elin. Melihat itu, Elin tertawa.
"Sudahlah, tidak usah dipikirkan. Ayo ke kantin" Ujar Elin yang kemudian melangkah menuju kantin.
"Sayang. maksud mu... "
Arga menyambar tangan Elin, lalu memasuka. jari-jari nya ke sela jari-jari gadis itu.
"Kalian tahu maksud ku" Ujar Elin terkekeh menatap Arga penuh cinta.
"Oh, Iya. Aku mengerti sekarang." Celetuk Risa berbinar.
"Hey. Tunggu. Aku masih belum paham, apa maksud nya.? " Echa mengejar sahabat nya.
"Biarkan otak mu menjelajah lebih dalam lagi Cha."
Ledek Risa. Ia memajukan bibir mengejek.
Echa mengejar Risa yang berlari menghindari amukan nya. Arga dan Elin tertawa menyaksikan tingkah konyol dua gadis itu, tidak perduli dengan mata yang menatap heran oada mereka.
Begitu lah Elin, Arga, Echa, dan Risa saling mengolok satu sama lain hingga mereka sampai di kantin.
Sementara di sudut sana, Rora yang memperhatikan itu, bertambah kesal dan terlihat sangat jengkel. Ia menghentakan kaki nya, serta mengepalkan jari tangan nya.
Ia betul-betul panas melihat Arga yang dengan hangat menggenggam tangan Elin di depan umum.
Begitu juga dengan dua 'dayang'nya. juga ikut memasang muka yang walaupun terkesan hanya dikerut-kerutkan.
Dan hari itu berlalu menuliskan cerita yang akan di bawa surya tenggelam di ujung barat sana....
ššššš
__ADS_1
Like, komen, vote, hadiah.
thanks readers