JIKA MASIH ADA CINTA

JIKA MASIH ADA CINTA
KUSUT


__ADS_3

Arga menghempaskan tubuh nya di atas ranjang. Hari ini ia begitu lelah. Bukan di, tapi hati nya. Tanpa menghiraukan sepatu yang masih menempel di kaki nya, dan badan yang terasa gerah. Ia memejam kan mata nya di atas ranjang itu. Terbayang oleh nya wajah Elin yang menatap nya penuh harap.


"Apa yang sesungguhnya terjadi?" Gumam nya sambil meletakan tangan di atas kening nya.


Apa memang kisah cinta nya dengan Elin akan berakhir tak menyenangkan lagi seperti dulu hubungan nya dengan Rora.


Tidak. Sungguh ini tidak boleh terjadi. Walau bagai mana pun juga, ini tetap kisah cinta yang akan berbeda. Elin bukan Rora yang dengan sengaja menghianati cinta nya.


tok... tok.. tok


Suara ketukan pintu dari luar menyentakan lamunan Arga. Ia kemudian bangkit dari tempat tidur menuju pintu, memutar gagang nya dan...


"Ah... mbok Nah. Ada apa Mbok? " Ujar Arga saat mendapati Mbok Nah yang berdiri di depan pintu.


"Maaf den. Ada tamu di bawah. " jawab Mbok Nah


"Siapa Mbok? " Arga manautkan kening nya.


"Den Arga lihat sendiri saja ke bawah. Mbok permisi den." ujar Mbok Nah dan berlalu dari depan kamar Arga...


Arga mengerutkan dahi. Menerka siapa yang datang bertamu ke rumah nya. Seingat nya tidak ada teman yang mengabari kalau akan datang ke rumah malam ini. Tapi memang sebaik nya ia turun, dan melihat sendiri siapa yang datang.


Dengan malas ia menutup pintu kamar nya, berjalan menuruni anak tangga, karna kamar nya berada di lantai dua.


"Hay, Ga"


Sapa seorang gadis pada Arga saat Arga sampai di ruang tamu.


"Rora?!!! Ada apa kau datang ke sini? " Tanya Arga sinis saat mengetehui tamu itu adalah Rora.


"Kenapa kau jadi sedingin ini padaku? Aku sengaja datang ke sini karna di kampus kau selalu saja menghindar dariku. " Jawab Rora enteng seperti tanpa salah.


"Aku mau istirahat. Jadi pulanglah. " Ujar Arga melangkahkan kaki nya berniat meninggalkan Rora. Namun itu cepat dicegat oleh Rora. Rora dengan sigap menangkap lengan Arga.


"Apa kau mengusirku? " Menatap bola mata Arga.

__ADS_1


Arga menepis tangan Rora.


"Menurutmu? " Wajah nya datar seperti suara nya.


"Arga, please. Dengarkan aku dulu. kau tidak boleh seperti ini padaku. "


"seperti apa? apa yang aku perbuat padamu? " jawab Arga dingin. Lalu mengambil tempat duduk di salah satu kursi ruang tamu itu. Rora pun ikut duduk di sebelah nya.


"Arga, kamu salah paham pada ku waktu itu. Itu semua tidak seperti yang kau pikirkan." ujar Rora, berharap Arga yakin pada ucapan nya.


"Memang apa yang aku pikirkan? ada laki-laki di kamar apartemenmu, telanjang dada. Dan aku melihat dengan jelas laki-laki itu menjamah tubuhmu. Menurut mu aku harus berpikir apa????!!! " Ujar Arga setengah berteriak.


"Aku mabuk waktu itu Ga. Dia juga mabuk. Kita berdua sama-sama tidak sadar. Aku sangat menyayangimu. Please, beri aku kesempatan" Ujar Rora memelas. Air mata kini mulai jatuh di pipi nya.


"Pulang sekarang juga Ra. Aku mau istirahat." Ujar Arga sembari beranjak dari tempat duduk nya.


Suara nya kini datar, ada kekesalan yang tertahan di dalam raut wajah nya.


"Apa semua ini karna Elin? " Ujar Rora menatap punggung Arga yang kini berdiri hendak melangkah.


Mendengar itu, Arga kembali membalikan badan nya. Menatap Rora yang masih duduk di sana dengan wajah yang basah oleh air mata nya.


Kemudian benar-benar melangkah meninggalkan Rora di ruangan itu.


Sudah tidak perduli lagi dengan air mata itu.


Derap langkah nya menggantung dan menggema di langit-langit.


Menyisakan kesunyian di ruang tamu bersama gadis yang menatap nanar punggung laki-laki itu, hingga menghilang setelah belokan tangga.


"Aku tidak akan berhenti sampai di sini, Ga. Aku akan membuat kamu kembali menjadi milik ku! Kamu hanya milik ku! Lihat saja."


Ujar Rora berbicara sendiri.


Menghapus air mata dengan ujung jari nya. terlihat wajah nya sangat berambisi. Lalu ia berjalan ke luar dari rumah itu setelah menatap sinis pada Mbok Nah, dan Pak Gito yang berdiri di pintu dapur.

__ADS_1


Sementara di dalam kamar, Arga duduk di pinggir ranjang, menghembuskan nafas nya dengan kasar. Mengusap wajah nya yang kebas.


Hari ini sungguh hari yang sangat melelahkan dan hari yang panjang bagi Arga. Ia tak memikirkan gadis yang baru saja bertemu dengan nya. Dalam pikiran nya kini hanya ada Elin, Elin, dan Elin.


Mencari cara untuk membatalkan rencana gila orang tua Elin. Ia tak ingin kehilangan gadis itu. Arga memutar otak untuk menemukan titik terang. Setidak nya ia harus berbuat sesuatu sebelum semua nya terlambat.


Arga bangkit dari sisi ranjang. Berjalan mondar-mandir sambil menggenggan ponsel nya.


Apa aku harus menelfon Mama? Aku akan meminta mama melamar Elin secepatnya.


Tidak, tidak. Mama sudah pernah membahas ini sebelum nya. Ya Tuhan... setidak nya beri aku satu petunjuk.


Arga berperang sendiri dengan batin nya. Ia tak ingin menyusahkan orang tua yang sudah membesarkan nya itu. Harapan mereka sudah jelas terhadap Arga. Lulus kuliah, belajar mengemban perusahaan, meneruskan perusahaan, baru setelah itu menikah.


"Aaarrggghhh!!!"


Arga mengusap kasar rambut nya. Pikiran nya begitu kacau. Ia kembali menghentakan tubuh nya kasar di sisi ranjang.


Buntu. Hanya itu yang tergambar sekarang. Seperti nya tidak ada ide yang bisa membuat nya bisa bernafas dengan baik malam ini.


Lalu ia merebahkan tubuh nya. Menatap langit-langit kamar. Sudut mata nya mulai basah.


"Apa harus sesulit ini? Aku benci kesulitan ini. " Arga mengepalkan jari nya.


"Aku tidak akan membiarkan nya jatuh ke tangan orang lain. Elin milik ku. Hanya milik ku. Apapun akan aku lakukan untuk mempertahankan nya. "


Arga bergumam. Ada penekanan di setiap kata-kata itu. Lalu muncul sesuatu di pikiran nya.


Satu ide yang mungkin akan terdengar gila. Namun tidak ada pilihan lain, ia harus melakukan nya.


Senyum nya tertarik. Setidak nya untuk saat ini, ide itu bisa sedikit membantu nya untuk tidur malam ini.


Tidak, bukan tidur. Arga tidak akan bisa tidur nyenyak bersama masalah ini. Mungkin lebih tepat nya sekarang ia bisa memakai pikiran itu sesaat untuk "mengistirahatkan" tubuh nya yang lelah.


šŸšŸšŸšŸšŸ

__ADS_1


Hai. terimakasih sudah mampir. jangan lupa klik Like, komentar, dan Vote nya untuk menyemangati author.


happy reading.


__ADS_2