JIKA MASIH ADA CINTA

JIKA MASIH ADA CINTA
LAKI-LAKI ANEH 2


__ADS_3

Sementara di tempat lain...


Laki-laki berlesung pipi itu terus fokus di balik kemudi. Belum ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut nya sejak beranjak dari rumah Elin tadi.


"Bagai mana menurut mu, Rey? " Tanya bu Dewi pada anak laki-laki nya itu dengan tersenyum.


"Huh? soal apa, Ma? " tanya Rey sambil terus fokus di belakang kemudi.


"Chk.. Eliiin" Jawab bu Dewi memutar mata nya.


" Elin..baik. " Jawab Rey singkat


"Hanya itu? "


"Hm... Rey menyukai nya, Ma. " Tambah Rey lagi dengan senyum sepuluh senti nya.


Mama nya menghela nafas lega. Mengusap bahu sebelah kiri Rey dengan lembut.


" Kalau begitu, Cepat tentukan tanggal penikahan kalian." ujar bu Dewi terkekeh.


"Arga baru mengenal nya, Ma. " jawab Rey pula.


"Jangan terlalu lama mengulur waktu. Kamu harus ekstra berusaha untuk meyakin kan Elin. Karna setau mama, Elin itu gadis yang tertutup sekali. Jadi di sini memang kamu yang harus dituntut lebih untuk memulai pendekatan dengan nya. "


Bu Dewi memberi pandangan.


"Baik lah. " Jawab Rey.


"Kasihan gadis itu... "


Lirih bu Dewi setelah menghela nafas panjang, ia menatap jalanan di depan sana.


"Mama tenang saja. Rey ingin lihat seberapa tercengang nya Om Bimo nanti jika ia tau ternyata kita tidak memihak pada nya. " Rey tersenyum simpul.


"Maka dari itu, segeralah buat Elin yakin padamu. "


" Tentu saja, ma. "

__ADS_1


Selanjut nya, Rey tak mengatakan apa-apa lagi. ia hanya larut dalam pikiran nya sendiri. Begitu juga dengan Mama nya yang kini mulai merebahkan kepala nya pada sandaran kursi. Tertidur.


Mobil itu terus membawa mereka melaju memecah jalan raya yang basah. Hingga beberapa menit berlalu, akhir nya mereka sampai juga di rumah.


"Mah. Bangun, ma. kita sudah sampai." Ujar Rey membangunkan mama nya yang memang tertidur selama di perjalanan.


"Oh. Iya. Kamu langsung masukan mobil ke garasi saja. jangan ke mana-mana lagi. Ini sudah larut. " Ucap bu Dewi sambil melepas seetbelt nya.


"Iya. Mama jangan khawatir."


"Hahh... Mama mengantuk sekali. Mama akan langsung tidur saja. "


Berjalan menuju pintu, dan langsung masuk ke dalan rumah.


Sementara Rey memasukan mobil ke dalam garasi.


***


Rey menghempaskan tubuh nya yang atletis di atas ranjang kamar nya. Kamar itu cukup luas, dengan di dominasi warna abu-abu muda. Di salah satu sudut nya terdapat sebuah lemari yang cukup besar berwarna putih. Di sebelah lemari itu ada pintu untuk menuju kamar mandi.


Sementara di sisi lain nya, terdapat rak buku serta meja kerja lengkap dengan lampu di atas nya. dan di depan sana terdapat jendela kaca berukuran besar yang langsung terhubung ke balkon. Jendala kaca itu kini tertup rapat oleh gorden berwarna putih susu.


Elin telah mencintai laki-laki lain. apa mungkin ia bisa masuk pada hubungan mereka? Rey tau ini sangat tidak etis. Tapi mengingat kembali tujuan awal kenapa ia menerima permintaan Mama nya itu, rasa nya tidak akan ia mundur dari rencana ini. Dan yang terpenting, tanpa di sengaja, mungkin ia telah jatuh cinta pada gadis itu setelah sekian lama ia menutup hati nya.


Rey menghela. Lalu bangkit dan duduk di tepi ranjang nya. Ia tidak boleh mundur. Rey sekali lagi meyakinkan hati nya untuk tidak mundur. mengingat kembali tatapan Elin, ada panggilan dari sorot mata gadis itu.


Dan ada kekuatan juga yang terlahir untuk nya dari sana. Mungkin Elin akan memaki nya yang terkesan tidak berperasaan, lancang, dan sebagai nya. Akan tetapi Rey yakin suatu hari Elin akan mengerti mengapa ia melakukan ini.


'Elin... sekali lagi aku minta maaf padamu. Aku benar-benar harus menikahi mu. Hanya itu caraku berterimakasih pada nya. ' Rey bergumam.


***


Rey adalah pria yang tergolong sangat mapan. Usia nya sekarang sudah menginjak 29 tahun. Sudah cukup dewasa bukan? Rey memang sudah sepatut nya punya pendamping hidup.


Bukan. Ia bukan tak pernah menjalin hubungan yang serius dengan lawan jenis nya. Rey bahkan pernah lebih serius dari yang kau bayangkan. Hanya saja hubungan nya harus berakhir ketika gadis itu meninggal dunia.


Semenjak itu, sudah tak ada lagi wanita yang bisa membuat nya tertarik. Lebih tepat nya ia masih saja terpuruk dan belum bisa menerima kepergian gadis itu.

__ADS_1


Semua itu bukan tanpa alasan. Rey merasa bersalah atas kematian kekasih nya itu. Sebab sebelum gadis itu menghilang, ada kesalah pahaman di antara mereka. Rey tidak bisa meyakinkan gadis itu bahwa yang dituduhkan pada nya itu tidak benar.


Rey mengira gadis itu frustasi, dan akhir nya bunuh diri. Namun dugaan itu terbantahkan setelah polisi menemukan bekas pukulan dari benda tumpul di kepala nya. Melalui CCTV gadis itu tampak pergi dengan seorang teman nya sebelum kejadian.


Dan kalian tau? Rey sangat mengenal wanita yang bersama kekasih nya itu dengan baik. Rey ingin wanita itu ditangkap dan diadali. Namun atas saran bu Dewi, ia terpaksa harus meminta polisi menutup kasus nya.


Itu ia lakukan setelah melalui segala pertimbangan. Akhir nya Rey membiarkan saja orang-orang terdekat nya beranggapan bahwa gadis itu benar-benar meninggal karna bunuh diri.


Butuh waktu yang panjang untuk Rey bisa bangkit dan menerima kenyataan itu. Ketika mama nya meminta untuk ia menikahi Elin pun, awal nya ia sempat menolak. Apa lagi ini permintaan Om Bimo.


Namun ketika mama nya mengutarakan niat nya di balik perjodohan itu, baru lah Rey menyetujui nya. Dan siapa sangka ternyata Rey jatuh cinta pada Elin.


Rey masih duduk di sisi ranjang itu.


Kemudian ia tampak mengeluarkan telfon genggam nya.


Mencari nama seseorang di kontak ponsel nya. Lalu menekan tombol panggil.


Sambungan operator terdengar...


"Halo, Rama. "


"Ya, Bos. Apa ada kesulitan di sana? " Suara di sebrang telfon itu membuat sudut bibir Rey terangkat.


"Tidak ada. Tapi sepertinya aku akan sedikit lama di sini. "


"Jadi? "


"Jadi apa? kau tentu tau tugasmu. Rubah semua jadwal pertemuan penting kita menjadi satu bulan lagi. Bisa jadi lebih dari itu. "


"Apa kepalamu terbentur sesuatu bos? Itu sama saja kau mengorbankan proyek-proyek besar kita. Mereka bisa kehilangan kepercayaan pada perusahaan kita. "


"Aku tidak perduli. Jika mereka ingin bekerja sama dengan perusahaan kita, mereka akan menunggu. Dan untuk proyek-proyek yang kemarin, kau bisa menghendel nya sementara. sisanya bisa kuselesaikan dari sini.


"Ya, ya, ya. Terserah kau saja tuan Bos. Proyekmu memang lebih besar di sana. " Menjawab pasrah.


Rama adalah asisten sekaligus sahabat dekat Rey.

__ADS_1


Rey menutup sambungan telfon. Lalu merebahkan dirinya di ranjang itu. Malam semakin larut, dan Rey pun tertidur...


šŸšŸšŸšŸšŸ


__ADS_2