
Rey dan Elin sudah menghabiskan makanan nya. lalu ketika akan membayar...
"Aku akan membayar makanan ku sendiri. kamu tidak usah repot-repot. " ujar Elin sambil mengeluarkan dompet nya.
"Elin. aku akan sangat tersinggung jika kamu melakukan itu. " Ucap Rey dengan bersungguh sungguh.
"Tidak apa-apa. aku hanya tidak ingin terlalu menyusahkan mu saja. " Ujar Elin tetap memberikan uang nya pada pelayan, lalu berlalu dari hadapan Rey tanpa peduli.
Rey mengambil uang tersebut dari tangan pelayan itu, lalu menggantikan nya dengan uang dari dompetnya. kemudian ia bergegas menyusul Elin.
Rey membanting pintu mobil dengan keras. lalu meraih tangan Elin dan meletakan kembali uang yang tadi ia ambil dari tangan pelayan resto itu.
"Lain kali jangan begitu lagi. aku calon suami mu, akulah yang akan membiyai hidup mu, mengapa hanya uang makan segitu saja kamu bersikeras ingin membayar nya" Ujar Rey dengan suara sedikit tinggi.
"Calon suami... Rey, ingat lah...pernikahan ini aku lakukan hanya demi Mama. kamu jangan mengharap apa-apa dari ku. " ketus Elin.
"Tidak perlu mengulang nya, Elin. aku mengerti! dan aku paham semua nya. bahkan lebih mengerti dari apa yang kamu pahami soal pernikahan itu!!!" ujar Rey masih dengan intonasi tinggi nya. sementara Elin terdiam dan tertunduk.
"Elin... tidak bisa kah kamu sedikit saja menghargai kehadiranku? aku sudah cukup tau batasan untuk tidak berharap kamu juga membalas perasaanku. tapi tidak bisa kah kamu menganggapku sebagai teman mu? " Ujar Rey lagi. namun kali ini ia tak lagi meninggikan suara nya. namun lebih ingin mengajak Elin berbicara dari hati ke hati.
Rey menatap Elin lebih dalam. gadis itu benar. ia tak boleh berharap lebih dalam pernikahan itu. Rey tak berkata-kata lagi. ia hanya mengusap wajah kebas nya beberapa kali.
"Antar aku pulang sekarang. " pinta Elin dengan air mata yang kini jatuh di kedua belah pipi nya.
Dalam hati Elin juga tak ingin memperlakukan Rey dengan buruk. tapi ia hanya ingin Rey tidak terlalu berharap pada penikahan itu. karna dalam hati nya, tidak akan ada yang menggantikan posisi Arga, meskipun tidak lama lagi Rey benar-benar resmi jadi suami nya. Ini mungkin akan terlihat salah di mata orang,sebab masih mencintai laki-laki lain saat ia telah memiliki suami, tapi apa kah ini benar-benar murni kesalahan nya.?
Rey merasa bersalah atas kata-kata nya. ia menyadari tidak seharus nya ia seperti itu. ia harus nya lebih mengerti posisi Elin, dan membiarkan saja selagi itu tak menambah beban perasaan Elin.
"Elin.. maafkan aku. aku tidak bermaksud... "
__ADS_1
"Tidak Rey. aku memang bersalah padamu. harus nya aku menghargai kebaikan mu ." lirih Elin menundukan wajah nya yang basah oleh air mata.
"Elin... "
"Rey, antar aku pulang sekarang. " ujar Elin di antara isak nya.
Rey menghela nafas berat. lalu menghembuskan nya perlahan untuk menghilangkan sesuatu yang terasa menyesakan dada nya. lalu menatap kembali gadis di samping nya itu....
"Baik lah. kita pulang sekarang. " Ujar Rey. lalu menyalakan mesin mobil nya, dan kembali menyusuri jalan kota saat langit sudah mulai berwarna jingga.
karena lelah, Elin pun tertidur. sementara Rey masih terus mengemudikan mobil itu di antara sesak kendaraan-kendaran lain yang saling mendahului.
πππ
Dua jam lama nya mobil itu membawa mereka menyusuri jalanan. langit sudah kelam saat mereka sampai di depan gerbang rumah Elin. Namun Elin tampak masih tertidur pulas di samping Rey. Rey tidak sampai hati membangunkan gadis itu. Ia tau gadis itu sangat lelah, hingga ia memilih menunggu saja sampai Elin bengun sendiri nanti nya.
Elin masih belum terbangun juga. dan sekarang tubuh nya malah merosot miring dan kepala nya jatuh ke paha kiri Rey. Rey tersenyum. lalu dengan ragu Rey menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Elin.
"Arga... arga..." Ujar Elin masih dalam kondisi tertidur. ia mengigau.
mendengar itu, Rey menengadahkan wajah nya. bahkan dalam tidur nya pun, Elin masih menyebut nama Arga. cemburu sudah pasti. namun apa yang bisa Rey perbuat. pada kenyataan nya, memang Arga lah yang dicintai gadis itu.
Rey menghela perlahan. berusaha menampik rasa cemburu nya. lalu ia kembali menatap wajah gadis dalam pangkuan nya itu.
'Hei. apa kamu begitu lelah dan mengantuk, sehingga kamu tidak bisa membedakan mobil dengan kamarmu...?" Bisik Rey tersenyum.
Lalu karna begitu lelah juga, akhir nya Rey pun ikut tertidur.
Entah berapa lama mereka tertidur di dalam mobil itu. hingga Elin terbangun dan menyadari bahwa kepala nya berada di atas paha Rey. Elin dengan cepat bangkit, dan menyadari bahwa ia berada di depan gerbang rumah nya sekarang. karna gerakan spontan Elin yang menarik tubuh nya bangkit, Rey pun terbangun.
__ADS_1
"Ah, Elin. kamu sudah bangun rupa nya " Ujar Rey sambil mengerjapkan mata nya beberapa kali untuk memgusir kantuk nya.
"kenapa kamu tidak membangunkanku.? " Ujar Elin sambil merapikan rambut nya yang berantakan.
"kamu tidur begitu nyenyak. aku tidak tega untuk membangunkan mu. " jawab Rey.
"Harus nya kamu bangunkan saja. bagaimana kalau para tentangga melihat kita. mereka akan menjadikan ku "topik berita" nomor satu mereka satu bulan ke depan. " Ujar Elin bersungut.
"Aduh, aku salah lagi ya. maaf"
" Sudahlah. aku masuk dulu. " Ujar Elin sambil membuka pintu mobil, dan melangkah keluar .
"Elin... "
"Apa lagi?" ujar Elin berbalik badan.
"Selamat malam. sampai ketemu besok. " ujar Rey dari dalam mobil dengan senyum sepuluh senti nya.
Elin tak menjawab, lalu ia melangkah masuk ke dalam perkarangam rumah nya, kemudian Rey pun menyetir mobil nya meninggalkan rumah Elin. sementara malam kian merangkak kelam. mengungkung jagad raya dalam kesunyian, temeram lampu kota menemani perjalanan Rey, membawa cinta yang bersemi di balik kebisuan gadis berambut coklat itu.
Sementara di rumah nya, Elin melangkah menaiki satu persatu anak tangga untuk mencapai kamar nya. sesampai nya di dalam kamar ia segera membersihkan diri nya ke kamar mandi, dan segera mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur. Entah sudah pukul berapa ketika itu, Elin tak tertarik untuk mengetehui nya. yang jelas ia begitu lelah hari ini, dan sekarang ia hanya ingin tertidur meringkuk di bawah selimut nya.
πππππ
HAI para readers tersanyang.sekali lagi author ucapkan terimakasih telah membaca sampai di episode ini. jangan lupa beri dukungan author dengan tinggalkan KOMENTAR, LIKE, VOTE, dan HADIAH NYA YA. biar author lebih bersemangat lagi untuk up nya.
LOVE U ALLπππ
HAPPY READINGπππ
__ADS_1