JIKA MASIH ADA CINTA

JIKA MASIH ADA CINTA
KEDATANGAN RORA


__ADS_3

Rora tersenyum sembari menatap dalam pria yang tengah duduk bersandar di brangkar itu.


"kenapa kau datang kemari? " Tanya Arga datar.


"Apa aku perlu alasan jika aku ingin menjenguk orang yang aku cintai? " Rora balik bertanya masih menyunggingkan senyum di bibir nya.


"kalau begitu terimakasih telah menjenguk ku. sekarang pulang lah. " Ujar Arga lagi sambil sekilas menatap dingin pada gadis di hadapan nya itu.


"Arga... aku ingin memperbaiki hubungan kita. aku yakin kamu masih mencintaiku kan? Tiga tahun kebersamaan kita tidak akan mungkin kamu begitu cepat melupakanku. " Rora berucap sambil meraih tangan Arga. Namun arga menarik nya.


"Kamu salah Ra. dulu aku memang sangat mencintaimu, bahkan tak seharipun berlalu bagiku tanpa ingin mengetahui kabarmu. tapi itu dulu, Ra. sebelum aku menyaksikan sendiri penghianatan itu, dan kamu tau... aku bahkan sangat berterimakasih padamu karna telah membuka mataku untuk melihat siapa kamu sebenar nya. aku sangat benci penghianat, dan itu cukup untuk menghapus cintaku selama tiga tahun itu. " Jawab Arga panjang lebar. Rora menelan saliva nya. jujur saja ia tak bisa begitu saja menerima ucapan itu.


"Arga, aku sungguh minta maaf padamu. harus berapa kali aku jelaskan... waktu itu aku dan Erik...."


"Cukup!!! " bentak Arga sebelum Rora menyudahi kalimat nya.


"Aku tidak ingin lagi mendengar nama itu. dan kenapa kau tidak meneruskan saja hubungan mu dengan nya. aku rasa kalian berdua sangat cocok, sama-sama penghianat. " Sinis Arga kemudian.


"Arga. aku tidak bisa mengakhiri hubungan ini begitu saja. aku sengaja pindah dan kuliah di sini agar kita bisa memperbaiki hubungan kita. aku sengaja memilih satu kampus denganmu, dan memilih pindah jurusan yang serupa dengan mu agar aku bisa terus bersama dengan mu. kamu sendiri tau aku bahkan tidak menyukai nya, tapi kamu... " Ujar Rora mulai meneteskan air mata.


Arga menarik nafas dalam. ia mengusap wajah gusar nya.


"Pergilah, Ra. aku minta maaf pada mu karna aku benar-benar sudah menghapus perasaan cintaku padamu. alasan apa pun, tidak ada yang bisa membenarkan penghianatan. lagi pula sekarang aku sudah mencintai gadis lain. aku tidak akan menyakitinya. " ujar Arga dengan suara yang tidak sesarkas tadi.

__ADS_1


"Aku akan pergi. tapi satu hal yang perlu kamu ingat, Ga. aku tidak akan mengalah sampai di sini. aku tau kau akan kembali jadi milik ku. " Ujar Rora penuh penekanan seraya bangkit dari tempat duduk nya. lalu ia berjalan mendekati pintu. kemudian saat tangan nya meraih handle pintu, ia mengingat sesuatu. lalu ia menoleh ke arah Arga tanpa berbalik badan.


"Aku hampir lupa sesuatu. seperti apa yang kau ucapkan barusan padaku, aku rasa sebentar lagi kamu juga akan mengucapkan itu pada gadis aneh itu. Apa kamu seyakin itu dia tidak menghianatimu? " Ujar Rora dengan tersenyum licik, lalu tanpa aba-aba lagi ia keluar dari kamar tersebut.


Arga terdiam untuk beberapa saat. mencerna apa yang baru saja diucapkan Rora. kening nya bertaut. mencari maksud dari omongan gadis itu.


Lalu sejurus kemudian, Adit dan mama Arga nya telah kembali. dan kali ini bersama dengan papa Arga yang baru saja sampai di rumah sakit itu, dan itu membuyarkan lamunan Arga.dan mereka saling melepas rindu serta bersuka cita atas kepulihan Arga.


šŸšŸšŸ


Sementara di tempat yang berbeda, Rey memarkirkan mobil nya di sebuah Restoran. sebelum nya ia telah janji akan ketemuan di tempat ini dengan Willy. karna kebetulan restoran ini letak nya bersebelahan dengan kantor Willy.


Rey berjalan memasuki restoran yang mana Willy telah menunggu nya di sana dengan seorang kenalan nya yang tidak lain adalah pihak WO yang akan menghendel acara pernikahan dan resepsi nya dua minggu lagi.


Namun ketika Rey akan masuk ke dalam mobil, Tiba-tiba ada yang menyapa nya.


" Rey? " ujar wanita berpakaian modis sambil menatap Rey seperti meyakinkan mata nya dengan apa yang dilihat nya.


"Tante? " Ujar Rey dan kembali menutup pintu mobil nya.


"Ah, ternyata benar. tante tidak salah orang. Rora memang pernah bilang ke tante kalau kamu sedang berada di Indonesia. tapi kenapa kamu tidak pernah mengunjungi tante? " Ujar wanita yang sebaya dengan mama nya itu. dan itu adalah mama nya Rora, juga Naira. mantan kekasih nya dulu.


"Maaf kan saya tante. saya benar-benar sibuk. " Kilah Rey dengan wajah tidak enak hati.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Rey. tante mengerti bagaimana sibuk nya mengurus perusahaan sebesar itu. Oh ya, Rey. kamu mau ke mana? apa kau sibuk ? kalau tidak keberatan, mampirlah ke rumah. kebetulan tante juga akan pulang. dan entah kenapa Rora lama sekali datang menjemput. " Ujar wanita itu lagi sambil tersenyum pada Rey.


Awal nya Rey ragu. Namun karna tidak enak hati menolak permintaan wanita itu. ia pun mengantar nya pulang.


satu jam kemudian, mobil Rey telah sampai di perkarangan rumah wanita itu. tentu saja Rey tidak asing dengan rumah ini, karna lima tahun berpacaran dengan Naira, ia tentu sudah sering mengunjungi rumah itu. Namun ia tidak bisa membohongi persaan nya, bahwa rumah ini kembali mengingatkan nya pada gadis yang dulu pernah dicintai nya itu. meskipun gadis itu telah meninggal dua tahun lalu, tapi perpisahan mereka yang tak wajar... tentu saja masih menyisakan rindu yang teramat sangat dalam hati nya.


"Masuk lah Rey. kenapa masih berdiri di situ" Suara bu Sinta mama nya Rora mengejutkan lamunan Rey yang mematung di samping mobil nya.


Rey mengikuti bu Sinta ke dalan rumah nya.


"Duduk lah. tante akan meminta bi Surti membawakan minum untuk mu." Ujar mama Rora mempersilahkan Rey duduk di ruang tamu rumah itu.


"Tidak usah repot-repot tante." Ujar Rey sungkan.


"Itu tidak merepotkan." Balas wanita itu sambik berlalu dari hadapan Rey.


Rey bangkit dari tempat duduk nya, berjalan mendekati sebuah pigura berukuran lumayan besar di ruang tamu itu. ia menatap gadis yang tersenyum manis di dalam nya. gadis itu adalah Naira.


"Nai...apa kabar? kamu pasti sudah tenang di sana. tadi aku tidak sengaja bertemu mama mu, beliau mengajak ku mampir ke sini. kamu tau, ternyata aku masih belum melupakan mu. aku masih merindukan mu. " ujar Rey berbicara sendiri pada foto itu sambil memaksakan senyum di bibir nya.


"Alangkah malang nya kakak ku. ia kehilangan nyawa nya demi seorang yang yang dengan mudah nya berpaling pada perempuan lain. " Ujar Rora yang muncul di depan pintu. dan ia sempat mendengar dan memperhatikan Rey berbicara dengan foto itu.


Suara Rora yang tiba-tiba muncul di belakang nya, membuat Rey tersentak dari lamunan nya dan kini berbalik menatap gadis itu....

__ADS_1


šŸšŸšŸšŸšŸšŸ


__ADS_2