
" Seperti nya Rey akan kembali ke paris dalam waktu dekat ini, Ma." Ujar Rey pada mama nya di saat sarapan pagi itu di meja makan.
"kenapa begitu? apa Elin sudah memutuskan jawaban soal rencana pernikahan itu? " Tanya bu Dewi sambil meneguk teh hangat dari cangkir nya.
Rey meletakan kembali lembaran roti yang baru saja ia olesi dengan selai coklat di atas piring.
"Elin seperti nya tidak akan pernah mau menerima perjodohan itu,Ma. Rey tidak tau lagi harus meyakinkan nya bagai mana. " ucap Rey dengan nada putus asa.
"Kamu tidak boleh menyerah begitu saja Rey. Kalau kau menyerah, mama khawatir semua yang kita takutkan akan benar-benar terjadi. mama tidak sampai hati membiarkan ini. meskipun Om Bimo adalah sepupu Mama, tapi mama tidak bisa melupakan kebaikan almarhum papa Elin pada keluarga kita. " ujar bu Dewi sembari mengenang kebaikan papa Elin semasa hidup nya.
" Rey tau ma, tapi apa yang harus kita lakukan saat ini. Elin sama sekali tidak mau memberi kesempatan untuk Rey. "
" bukan 'tidak' rey, tapi 'belum'. kau harus lebih berusaha lagi untuk meyakinkan nya."
Rey menghela nafas panjang, lalu menghembuskan nya. Entah kenapa ia tidak yakin pada diri nya sendiri.
"Rey? kamu pasti bisa. Mama akan membantu mu jika kau mau." Ujar mama nya yang menangkap ada keraguan di wajah Rey.
"Iya, ma. Rey akan mencoba nya lagi. " Ujar Rey yang kemudian memasukan roti kemulut nya.
"Harus." Ujar Bu Dewi tersenyum lebar pada Rey.
"O iya ma, beberapa hari yang lalu Rey ketemu Rora. "
"Rora? apa lagi yang gadis gila itu lakukan? "
"Kemarin hanya kebetulan saja Rey bertemu dengan nya di kafe. "
"Pastikan gadis itu tidak berbuat ulah lagi. "
"Tidak akan ma. "
"Pokok nya mama tidak ingin kau bisa diperdaya lagi oleh nya"
"Sudah, mama tenang aja. Rey tidak akan jatuh ke lubang yang sama"
Rey melanjutkan sarapan nya. sedangkan Bu Dewi tidak bisa menyembunyikan wajah geram nya mengingat gadis itu.
Menurut nya dengan kejadian waktu itu, Rora bahkan tidak pantas mendapatkan kebahagiaan meski dari orang tua nya sendiri. Sebab dalam diri gadis itu tidak pernah ada cinta untuk orang lain selain diri nya. Rora hanya mencintai diri nya sendiri.
"Ma, Rey keluar dulu ya. " Pamit Rey membuyarkan lamunan wanita paruh baya itu.
" kemana Rey? "
"jalan-jalan saja ma. Rey juga akan menemui Elin nanti. "
"Baik lah, hati-hati. Mama titip salam untuk Elin"
Rey mengangguk tersenyum.
Kemudian Rey melangkah meninggalkan meja makan itu setelah mencium punggung tangan mama nya.
__ADS_1
πππ
Elin dan dua sahabat nya sampai di gerbang kampus, kemudian memarkirkan mobil di parkiran. Namun ketika mereka akan melangkah setelah turun dari mobil, tiba-tiba sebuah mobil meleset tepat di hadapan mereka.
Elin, Risa, dan Echa menarik kembali langkah mereka, lalu Echa berteriak memaki. Mereka sudah tau itu adalah mobil Rora.
Rora dan dua sahabat nya turun dari mobil itu. dengan angkuh ia berjalan mendekati Elin, Risa, dan Echa.
"Wah, seperti nya Arga benar-benar salah menyukai perempuan seperti mu. sekarang kesialan mu malab menimpa Arga. Apa kau tidak paham itu? " ujar Rora dengan tatapan sinis nya pada Elin.
"Jaga ucapan mu sebelum senar biola ini ku cabut untuk menjahit mulut kotor mu itu!" hardik Elin namun dengan nada datar sekali.
"Aku benar-benar tidak menyangka gadis kasar dan aneh seperti mu bisa menarik perhatian Arga yang begitu sempurna. " Balas Rora masih sinis.
"Dengan bodoh nya laki-laki seperti Arga membuangku demi sampah sepertimu."
Echa ingin menghajar gadis itu, namun Elin mencegah nya.
Elin mengepalkan jari menahan amarah nya. lalu tanpa berkata-kata kata lagi, ia melangkah menjauhi tempat itu.
"Eh. perempuan ular!!! Berkacalah sebelum menghardik orang lain. apa di rumah mu tidak punya kaca? apa aku perlu membelikan nya untuk mu agar kamu sadar diri dengan keanehan mu ini? " Maki Echa dan kemudian ia bergegas menyusul Elin dan Risa yang telah mendahului nya.
"Dasar gila!!! " Umpat Rora dengan kesal.
"Kalian juga kenapa diam saja? dasar tidak berguna!! " pungkas nya lagi pada Lily dan Mita yang dianggap nya tidak membela nya di hadapan 'Musuh' nya itu.
Lalu Rora bergegas meninggalkan mereka, namun yang memang dasar nya lily dan Mita adalah tipe yang mau saja direndahkan, mereka akan tetap mendampingi Rora meskipun selalu mendapat hardikan dari nya.
"Elin. jangan dengarkan ucapan Rora. Masih banyak hal berguna yang harus kamu prioritaskan." Ucap Risa saat berada di dalam kelas.
"Tapi apa mungkin Arga tertimpa sial karna aku? " Ujar Elin dengan senyum getir nya.
" Itu tidak mungkin, Elin. Kau jangan terpancing omongan perempuan ular itu" Ujar Risa.
Elin tersenyum. lalu merangkul dua sabat nya itu. Walau bagaimana pun sulit nya situasi saat ini, tapi bukan kah ia masih beruntung punya Echa dan Risa yang selalu memberikan dukungan pada nya?.
πππ
Siang datang bersama terik mentari. Elin, Echa, dan Risa berjalan menuju parkiran. Mereka telah sepakat untuk pulang ke rumah Risa setelah mampir dulu ke rumah Echa. setelah ituu sore nya mereka akan bersama-sama pergi mengunjungi Arga di rumah sakit.
Elin sama sekali tidak tertarik untuk pulang ke rumah nya. lagi pula, mama nya juga sedang di luar kota.
Namun saat sampai di parkiran, lagi-lagi Rey menunggu nya di sana.
"Apa dia tidak bisa untuk tidak mengganggu ku sehari saja? " ucap Elin bergumam.
"Eh mas Rey." celetuk Echa yang memang dasar tidak bisa melihat laki-laki tampan, ia akan langsung pecicilan.
"Hai... kalian mau ke mana? " Tanya Rey dengan senyum sepuluh senti nya.
"Mau apa kau ke sini? " tanya Elin datar.
__ADS_1
"Ya, mau apa lagi kalau bukan menjemput mu. "
jawab Rey.
"Mas Rey??? " sapa Rora sedikit bingung melihat Rey terlihat akrab dengan 'Musuh' nya itu.
"aduh... dia lagi" gumam Rey.
Rora berjalan mendekati Rey.
"Mas Rey sedang apa di sini? mas Rey sengaja menemuiku? " tanya Rora dengan nada manja nya.
"Rora, aku juga baru tau ternyata kau kuliah di sini juga sekarang? aku ke sini menjemput Elin. " Jawab Rey dengan spontan.
"Oh. " Rora merasa malu atas kekeliruan nya.
"emm.. Mas, kapan kamu akan mampir ke rumah? Sudah lama sekali kita tidak bertemu. kemarin mama menanyakanmu. " Ujar Rora kemudian. Ia sengaja mengatakan itu untuk menjerat Rey, mata nya melirik Elin di samping nya.
Elin muak dengan hal itu, lalu ia masuk ke dalam mobil Risa. Tidak peduli tentang hubungan mereka. Tapi melihat drama mereka sungguh membosankan pikir Elin.
Echa dan Risa kini juga telah menyusul Elin ke dalam mobil. Berbeda dengan Elin, Risa dan Echa tampak penasaran sekali mengapa Rey dan Rora bisa saling mengenal? ada hubungan apa mereka?.
"Elin! tunggu! " seru Rey namun mobil itu telah bergerak membawa Elin menjauhi parkiran, dan ia tidak bisa menghentikan nya.
"Ada hubungan apa kamu dengan Elin, Mas? " Tanya Rora menyelidiki.
"Bukan urusan mu. " Balas Rey yang bergegas masuk ke dalam mobil nya.
Namun Rora dengan sigap membuka pintu mobil itu dan juga ikut duduk di samping Rey.
"Aku belum selesai, Mas. " Ucap gadis itu penuh penekanan.
"Rora. aku sudah melupakan kejadian itu. dan itu murni bukan salahku. Kau lah sebenarnya dalang dari balik semua itu. " Ucap Rey menekankan.
"Kau tidak bisa menyalahkan ku begitu saja, Mas. setidak nya mama masih beranggapan bahwa kejadian itu karena kak Naira terlalu mencintaimu. "
"Dann kamu tidak bisa terus mengancamku dengan skenario murahan milik mu itu. oh iya, bukan kah Arga yang sekarang koma di rumah sakit itu adalah pacar mu dulu? "
Rora terkesiap. ia tertegun tidak bisa menjawab.
"Sebaik nya hapuskan saja niat mu untuk bermain-main dengan ku. Aku bisa saja sewaktu-waktu membuatmu membusuk dipenjara. Dan satu lagi, sebisa mungkin jauhkan Arga dari calon istriku. " Tambah Rey lagi. Dan itu sukses membuat Rora semakin terkejut.
"Calon istri? " ujar gadis itu hampir tak terdengar karena tidak yakin dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Sekarang keluar dari mobilku!!! " Bentak Rey.
Rora dengan gusar keluar dari mobil itu, dan membanting pintu nya dengan keras. Rey pun berlalu meninggalkan kampus itu dan melaju kendaraan nya untuk kembali mengejar Elin dan teman-teman nya.
πππππ
HAI.. JIKA KALIAN SUKA CERITA INI, DI TUNGGU KOMENTAR POSITIF DAN SARAN UNTUK AUTHOR YA. JANGAN LUPA SETELAH MEMBACA TINGGALKAN JEJAK DENGAN LIKE, KOMEN DAN VOTE NYA AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI UNTUK UP.
__ADS_1
TERIMAKASIH UNTUK KALIAN SEMUA YANG SUDAH MAMPIR.
HAPPY READINGπππ