Jodoh Dadakan

Jodoh Dadakan
Bertemu Keysa


__ADS_3

Dani sampai di tempat tujuan sesuai dengan arahan dari nomor baru. Sebuah gedung kosong bekas sebuah mall pun menjadi titik beradanya saat ini.


Lelaki itu merogoh saku. Mencari ponsel dan mengetik pesan sebagai tanda ia sudah sampai. Rasa penasaran pun melanda, ingin tahu segera dalang dan motif dari penculikan ini.


"Sebenarnya apa yang penculik mau?" Dani bertanya sendiri dalam hati.


Posisinya saat ini berada di parkiran belakang dari gedung tersebut. Menunggu seseorang yang katanya akan datang menemui. Semoga saja tidak lama.


Dani berdiri di depan mobil. Mengamati sekitar, sepi sekali. Pantas saja penculik itu meminta bertemu di sini karena jika pun ia terhabisi, tak akan ada orang yang mengetahui. Pintar juga.


Tak berselang lama, sekitar lima menit sebuah mobil merah datang. Berhenti tepat di depan Dani. Dari dalam keluar satu lelaki dengan jaket hitam dan masker hitam.


Lelaki itu bingung tatkala melihat Dani sendirian, padahal ia mengundang dua orang. Ke mana Alvin pergi? Mungkinkah suami dari korban penculikan ini memilih mundur. Sangat disayangkan sekali.


"Kamu si Pengirim pesan itu?" tanya Dani tenang sambil bersandar di mobil.


Lelaki tersebut menatap Dani lekat. "Kamu sendiri?"


Dani mengangkat kedua bahunya sekaligus. "Memangnya harus berapa orang?" Dani pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


Lelaki tersebut semakin bingung. Sudah jelas ia melihat sendiri Dani bersama satu sasarannya lagi.


"Siapa dalang penculikan ini? Apa maunya dan di mana Rina sekarang?" Dani tak sabar. Kalau harus disuruh menunggu, ia akan mengamuk besar.


"Tunggu sebentar lagi. Dia sedang di perjalanan."


Jawaban itu yang didapat Dani. Sangat memuaskan. "Syukurlah karena aku sudah tidak sabar memberikan hadiah manis." Dani menyunggingkan senyum kecil.


Benar saja. Sekitar lima menit mobil hitam lainnya datang. Parkir di belakang mobil merah tadi. Dua kaki yang memakai heels hitam dengan tinggi sekitar lima sentimeter pun terlihat dari balik pintu mobil depan. Sudah bisa Dani tebak.


"Keluarlah, Keysa!" seru Dani.


Dani tertawa kencang. Akhirnya drama di antara mereka pun berakhir. Keysa yang terlihat imut hanya untuk menutupi kebusukannya, sedangkan ia berpura-pura baik sekadar untuk mendapatkan perusahan kakak tirinya.


"Sayang, ini bukan waktunya pulang. Ada hal penting yang perlu dijelaskan," jawab Dani. Tak peduli serumit apa pun jalan yang Keysa tentukan, ia akan tetap mengikuti.


Keysa berjalan dua langkah ke depan dengan anggun. Gaun merah tadi sudah digantikan dengan dress biru muda yang berpadu padan dengan kulit putih perempuan tersebut. Manis memang terlihatnya.


"Sayang, tanganku pegal. Cambukannya lumayan menguras tenaga." Kesya menyentuh telapak tangan kanan dengan yang kiri. "Kalau bukan seperti itu, aku kurang puas. Kamu paham, kan?" Mengedipkan mata sekali.

__ADS_1


Dani menyunggingkan senyum. "Kepuasaanmu itu tidak punya batas dari dulu."


Lengkungan senyum bak rembulan diberikan Keysa untuk lelaki manis di depannya. "Itu kamu paham." Merasa menang. Menduga semuanya lancar tanpa hambatan.


Dani membiarkan Keysa merasakan kemenangan. Mengantar wanita itu ke puncak kejayaan tanpa memberitahu lebih dulu bahwa, di bawah sana ada jurang yang dalam.


"Sayang, kita pulang aja yuk!" Keysa ingin tidur. Istirahat.


Dani tertawa kencang. Suaranya bahkan menggelar layaknya petir di tengah hujan badai. Memenuhi area parkir.


Keysa mengerutkan kening. Heran. "Sayang, kamu kenapa?"


Dani memegang perutnya. Sakit sekali. Setelah memastikan bisa mengendalikan diri, lelaki itu mengambil langkah ke depan sekitar lima kali. Mengikis jarak antara dirinya dan Keysa.


Dani memegang dagu Keysa sedikit keras. Wanita itu terlihat menahan sakit. Sorot matanya pun tajam dengan amarah yang berusaha untuk terus dipadamkan. "Untuk apa kita pulang? Di sana mungkin sedang dibantai."


Kedua bola mata Keysa membulat sempurna. "Apa maksudnya, Sayang?"


Sudut bibir kanan Dani terangkat ke atas. "Aku lebih suka cara lembut, tapi licik dan berhasil. Dibandingkan cara kasar, tapi gagal."

__ADS_1


__ADS_2