
Sesuai keinginan Alvin, Mereka pun pergi ke rumah orang tua Alvin sore hari. Sebelum pergi ke sana, keduanya mampir ke sebuah toko kue yang terkenal paling bagus dengan kualitas yang tidak perlu diragukan lagi.
"Sayang, kamu mau kue apa?" Alvin memperhatikan setiap bentuk kue yang ada di etalase. sesekali pandangannya lurus ke arah kue ulang tahun yang terbuat dari brownies tersebut. "Kalau aku, suka makan brownies. Kalau kamu?"
Rina bergeming. semua kue yang ada di etalase terlihat menggiurkan. Maka dari itu, Ia Bimbang. " semua kuenya bikin menggoda, Mas." terlebih cupcake strawberry yang memang menjadi best seller di toko tersebut. Rina bergerak ke arah cupcake tersebut, menatapnya dengan penuh rasa penasaran. "Kalau yang ini gimana?"
Alvin mengikuti Rina. berdiri di samping istrinya sambil berkata, "Boleh juga." makanan manis ini memang menjadi salah satu kesukaan dirinya dengan keluarga. " kita beli saja sepuluh cupcake, satu brownies, juga beberapa potong kue pelangi."
Sontak Rina terkejut. "Mas, kue sebanyak itu buat apa?" kening perempuan itu mengerut kencang. Namun, hal yang paling mengejutkan berada di dekatnya bukan perihal perkataan Alvin. Ia terdiam di tempat, menatap orang yang juga kini menatapnya.
Alvin menoleh ke samping kiri Rina. mendapati sosok Dani yang kini terdiam juga mengarah pada mereka. setelah kejadian di rumah sakit, mereka belum pernah bertemu kembali. entah karena perkataan dari atau memang semesta belum lagi mempertemukan mereka.
__ADS_1
Dani dia menatap Rina. wanita yang ia cintai dan harus dilepaskan hanya karena ego seorang ibu, tetapi lelaki itu tidak pernah menyesali apapun yang telah terjadi, sekalipun nyawanya hampir berada di ambang batas. "Apa kabar?" Ia berusaha untuk membuat Rina senyaman mungkin.
Rina menelan ludah. Rasanya sangat sulit temuan kali ini. Bukan karena ia masih memiliki perasaan pada Dani, melainkan balas budi atas perbuatan baik lelaki tersebut.
Di Sini Alvin bergerak lebih cepat. "Kami baik. Kamu apa kabar?" Pandangannya tajam ke arah Dani, sekalipun sepupunya itu sudah mengatakan untuk menyerah mengejar kembali pria. hanya saja, Alvin masih merasa cemburu ketika perjumpaan Rina dengan Danis terjadi.
Rina mundur dua langkah ke belakang. Menyejajarkan posisinya dengan Alvin. menunjukkan kepala seakan tidak ingin bertatap muka dengan Dani, bukan ia tidak berani.
Rina terkejut. sekalipun hatinya memaafkan Keisha, tetapi perbuatan perempuan itu memang harus diberikan jarak agar tidak melakukan hal yang sama. Andai pun dahulu ia lenyap di tangan Kesya, itu bukanlah sebuah ketakutan selama memang sudah menjadi takdir yang Tuhan berikan.
Alvin sudah tahu. Ia yang mencobloskan Keysa ke dalam penjara. Hanya saja, ia belum terbuka pada Rina tentang ini. mengingat, Rina baru saja sembuh dari Rasa trauma atas Penculikan yang terjadi beberapa waktu lalu.
__ADS_1
Dani menatap Rina lekat. mungkin pertemuan tak sengaja ini adalah bentuk kesempatan Tuhan untuknya bisa berbicara dengan wanita tersebut. dengan segenap rasa bersalah juga kisah cinta yang masih ada, tetapi harus dikubur dalam-dalam. Ahirnya Dani memberanikan diri mengatakan perpisahan di antara mereka. " Rina, aku minta maaf karena udah ganggu pernikahan kamu sama Alvin. Jujur, aku merasa lebih baik dari kemarin." Dani berusaha kuas sebaiknya mungkin agar jati diri lelakinya tidak Jatuh di hadapan orang banyak. "Setidaknya, kamu tidak jatuh ke orang yang salah sepertiku lagi."
Alvin bertemu. membiarkan dua manusia itu melepaskan apapun yang ada dalam pikiran supaya keduanya bisa bebas dan hidup dengan bahagia. jika ditanya Apakah ini cemburu? jelas saja jawabannya, benar. akan tetapi, semua yang terjadi di muka bumi ini tidak bisa ia atur dengan tangannya sendiri.
Rina sama sekali tidak mengangkat kepala. berusaha untuk tak hanyut dalam dunia masa lalu yang sudah ia pendam sedalam mungkin.
Dani memahami sikap Rina saat ini. sebuah senyuman mengukir dipimpinnya. " Alvin, aku titip Rina sama kamu. kalau Suatu saat kamu bikin dia nangis bukan karena bahagia, Aku pastikan bakal datang kedua kalinya untuk merebutnya."
Alvin langsung setuju. Tanpa permintaan dari Dani pun, ia akan melakukan hal yang sama.
Tanpa menunggu jawaban dari Rina, Dani segera pergi ke arah kasir meninggalkan sepasang suami istri tersebut. Mulai detik ini, ia harus merelakan apapun yang pernah terjadi di masa lalu dengan Rina. Semua ini dilakukan atas dasar cinta yang paling dalam untuk wanita berhijab merah tersebut.
__ADS_1