
Cu Lian mengangkat pedangnya " teknik pedang api : eternal flame slash "
wanita kulit merah menjadi pucat dan mengeluarkan serangan nya " teknik pedang darah : blood slash of destruction”
WUSSS
serangan keduanya segera berbenturan. tapi karena perbedaan antara kekuatan mereka teknik wanita kulit merah segera menghilang dan teknik Cu Lian masih melesat dengan cepat ke arah wanita kulit merah itu.
" tidak....." teriak wanita kulit merah dengan ketakutan dan berusaha semaksimal mungkin untuk menangkis serangan itu.
BOOMM....
arrgghh....
wanita kulit merah itu berteriak kencang saat tubuhnya di hantam teknik Cu Lian dan segera api biru melahap tubuhnya dan membakarnya sampai menjadi abu.
shii...
gadis kecil dan pria bersisik hitam itu menarik napas dingin dan berkeringat. hanya dengan satu serangan dari Cu Lian itu berhasil membunuh rekan mereka dengan mudah .
gadis kecil itu segera memukul mundur lawannya dan mengeluarkan semua kekuatannya.
" lari...." ucapnya dan segera menyerbu ke arah batas arai lalu ia mengeluarkan sesuatu dari cincin ruang nya dan melemparkannya ke arai.
__ADS_1
BOOMM
ledakan terjadi dan segera arai mengalami masalah dan celah terbuka. gadis kecil dan pria bersisik hitam menggunakan kesempatan ini dan melesat dengan cepat ke arah celah itu.
" jangan pikirkan itu....." teriak Cu Lian dan mengeluarkan tebasan lainnya dengan kekuatan yang jauh lebih kuat.
" bahaya....." ucap gadis itu dan ia membakar esensi hidup nya dan ia melesat dengan cepat meninggalkan pria bersisik hitam itu.
" tidak...." BOOMM
pria bersisik hitam itu tak dapat mengelak dan meledak saat serangan Cu Lian mengenai tubuhnya. " uhuk...." di luar arai gadis kecil itu memuntahkan darah dari mulutnya hanya karena terkena efek ledakan.
" sial, aku tak menyangka walaupun ia tidak dalam kondisi puncaknya tapi masih se kuat ini...." ucap gadis kecil itu dan segera melesat pergi dari sana. Cu Lian tak berniat mengejar gadis kecil itu dan hanya melihatnya terbang dan menghilang.
" kita kembali...." ucap Cu Lian dan memimpin orang yang tersisa kembali ke organisasi.
* * * * * * * *
di sisi lain gadis kecil itu berhasil sampai di hutan terlarang dengan aman. walaupun begitu ia mengeluarkan harga mahal untuk itu, ia membakar esensi hidupnya dan mengurangi setengah hidupnya hanya untuk melarikan diri.
" sial.... luka ini sangat susah di sembuhkan...." ucapnya lalu ia melesat ke pusat hutan dan menghilang.
tak berselang lama muncul 3 sosok di sana mereka memancarkan warna yang berbeda dari tubuh mereka. " apa itu orangnya.... sepertinya dia terluka karena pertarungan...." ucap seorang wanita cantik yang memancarkan cahaya hijau. di sebelahnya ada pria jubah putih bercahaya ungu yang waktu itu. dan satu lagi seorang pemuda yang memancarkan cahaya kuning gelap.
__ADS_1
" ya. dia orangnya tapi waktu itu ada 3 orang ...." ucap pria tua bercahaya ungu itu.
" sepertinya dua lainnya terbunuh .... aku bisa merasakan aura kematian samar di tubuh gadis kecil itu...." ucap pria muda bercahaya kuning tua. dua lainnya mengangguk lalu mereka melesat mengikuti arah gadis kecil itu pergi.
ketiganya berada di ranah King realm puncak jadi mereka memiliki keyakinan besar untuk membunuh gadis kecil itu. tapi satu yang tak mereka ketahui jika di kedalaman hutan sana terdapat sesuatu yang tak akan pernah mereka bayangkan.
BOOMM
terdengar suara ledakan dari kedalaman hutan setelah beberapa menit mereka memasuki hutan.
WUSSS
WUSSS
terlihat dua dia cahaya ungu dan hijau melesat cepat keluar dari kedalam hutan dan di belakang mereka terlihat beberapa sosok mengejar. bisa di lihat keadaan ke duanya tidak lah baik mereka mengalami luka serius bahkan pria tua ungu itu kehilangan satu lengannya.
" sial.... keberadaan seperti apa di dalam sana. hanya dengan satu serangan saja itu berhasil membuat kita terluka parah bahkan adik Wang terbunuh....." ucap wanita bercahaya hijau itu dengan pahit. mereka terus melesat dengan cepat dan keluar dari area hutan .
beberapa sosok yang mengejar mereka segera berhenti saat melihat mereka meninggalkan aura hutan. " kembali...." ucap seorang pria bertanduk di dahinya, ia menatap ke dua orang itu sebelum kembali ke kedalaman hutan.
setelah cukup jauh dari kawasan hutan dan tidak lagi merasakan aura yang mengejar mereka kedua orang itu memperlambat terbang mereka. " sial aku tak bisa menahannya lagi...." ucap wanita bercahaya hijau itu dan perlahan cahaya di tubuhnya memudar dan ia terjatuh ke tanah.
hap..
__ADS_1