
Sekali lagi semua orang yang ada di sana di kejutkan dengan kekutan Feng Tian. bagaimana tidak saat mendengar Bing Hua menebak kekutan Feng Tian di alam roh bumi puncak tapi ini apa ia sudah ada di alam roh langit awal. bahkan aura membunuh yang di keluarkan olehnya sangat mencekam.
semua orang mematung dengan mulut terbuka lebar seorang pemuda berusia 18 tahun tapi sudah memiliki kekutan sebesar ini ini bukan lah genius tapi monster, pikir mereka.
orang orang di sana ada yang tertekan dan merasa tak nyaman dengan aura membunuh yang di keluarkan Feng Tian. berbeda dengan ke 7 orang yang berlutut di depan nya, mereka terlihat biasa saja dengan tekanan yang di keluarkan oleh Feng Tian.
itu wajar saja karena ke 7 orang yang ada di hadapannya mereka bukan kultivator biasa mereka sudah berada di alam roh ilahi akhir dan puncak. bahkan rumor mengatakan bahwa kekutan mereka yang di tunjukan bukanlah kekutan mereka yang sebenarnya.
dan rumor itu memang benar, mereka ber 7 adalah murid Xin kai yang sudah mengikutinya selama lebih dari 400 tahun. dan mereka juga terdampar ke alam rendah ini dengannya lalu mendirikan organisasi pagoda bintang. hanya dengan waktu 10 tahun organisasi ini sudah menjadi sala satu kekutan terbesar di alam rendah ini.
" tuan muda.... mohon anda tenang..." ucap Elder agung dengan posisi yang tak berubah masih berlutut di depannya.
Feng Tian yang mendengar itu menarik napasnya dalam dalam dan mencoba menenangkan diri. ia menarik kembali aura kekuatan dan aura membunuh nya. ia mengalihkan pandangannya pada semua orang di ruangan ini dan menghela napas panjang.
" maaf karena aku tak dapat mengontrol diri...." ucapnya dengan sedikit membungkukkan kepalanya.
__ADS_1
orang-orang hanya diam dan saling pandang tak lama mereka menganggukkan kepalanya.
" paman Cu bangunlah...." ucapnya pada Elder agung yang ternyata bernama Cu Lian.
mendengar itu Elder agung dan ke 6 Elder lainnya berdiri dan mempersilahkan Feng Tian duduk di kursi paling tinggi yang ada di sana. kursi itu biasanya di tempati Xin kai. Feng Tian tak menolak itu dan duduk di kursi itu.
saat ia duduk banyak tatapan mata yang mengarah padanya dan tak sedikit pula yang menatapnya dengan tatapan remeh dan bahkan ia bisa merasakan ada yang menatapnya dengan tatapan benci. entah kenapa mereka menatapnya seperti itu ia tak peduli dengan itu asalkan mereka tak mengganggunya lebih jauh.
"paman Cu, apa kau memiliki kabar tentang ayah ku...." ucapnya saat semua orang kembali duduk di tempat mereka.
" maaf tuan muda. kami juga belum mengetahui keberadaan tuan... bahkan kami tak merasakan lagi keberadaannya di alam ini... ada kemungkinan jika tuan sudah pergi ke alam lain...." ucap Bing Hua.
Bing Hua di sini juga memiliki kedudukan yang tinggi selain usianya yang paling muda dia juga orang terkuat kedua setelah Elder agung. jadi wajar saja jika ia juga akan ikut mengambil bagian dalam berbicara dengan atasannya.
"hah.... baiklah tak apa, ngomong ngomong apa masih ada tempat untuk mengikuti kompetisi... " ucapnya lagi.
__ADS_1
semua orang saling pandang bahkan ada beberapa orang yang memberikan tatapan permusuhan padanya, mereka tak mau jika mu id mereka yang susah payah mendapatkan tempat nya harus di berikan begitu saja pada orang yang tak mereka kenal.
" maaf tuan muda sebenarnya semua slot sudah penuh... hanya saja jika anda ingin mengikuti kompetisi kami akan mengadakan seleksi lagi, yaitu pertarungan individu jika anda bisa mengalahkan sala satu dari mereka maka anda akan memiliki posisinya untuk mengikuti kompetisi... atau anda juga bisa mengikuti jalur individu tapi anda harus membayar sangat Mahan untuk itu..." jelas Elder agung.
Feng Tian yang mendengar itu berpikir jika ia mengikuti seleksi lagi ia yakin ia akan memang dan mendapatkan posisi tapi, ia juga akan merasa bersalah pada orang yang posisinya ia rebut. sedangkan untuk jalur individu sepertinya ia memang harus melakukannya. lagipula ia juga tak kekurangan uang bahkan jika harus membayar jutaan koin emas ia tak masalah yang penting ia bisa mengikuti kompetisi.
" baiklah paman Cu aku akan m ngikuti jalur individu saja kalau memang sudah tak ada tempat lagi di organisasi...." ucapnya.
orang-orang di sana menghela napas lega saat mendengar itu. padahal mereka sudah berpikir jika mi ie mereka tak akan bisa mengikuti kompetisi karena mustahil mereka bis mengalahkan Feng Tian yang kekuatannya jauh di atas mereka.
berbeda dengan Elder agung dan yang lainnya. mereka memiliki ekspresi bersalah yang besar, mereka serasa gagal menjadi orang kepercayaan tuan mereka jika untuk menyediakan tempat bagi anaknya saja mereka tak mampu.
" maaf kan kami tuan muda karena tak bisa menyediakan tempat untuk anda sebelumnya...." ucap Elder agung dengan penuh penyesalan.
" tidak apa-apa paman Cu..." ucap Feng Tian.
__ADS_1