
Tapi saat dia menatap Xin nian ia melihat Xin nian mengalihkan pandangan nya seperti menghindari tatapannya. ia mengalihkan pandangannya pada mereka . dan saat ia melihat mereka ia bisa melihat mereka semakin menunjukan kepala mereka dan bisa di lihatnya jika tubuh Kong Lin bergetar seperti ketakutan.
" ada apa dengan kalian...." ucapnya bingung. bukan nya menjawab mereka malah berdiri dan berjalan ke arah nya.
brukkk
mereka bersujud di depan nya dan sontak itu membuatnya terkejut. " apa yang kalian lakukan cepat berdiri...." ucapnya dan berniat membantu mereka berdiri.
" maaf pangeran atas kelancangan kami, karena kami bersikap tak sopan pada anda sebelumnya...."
"maaf kan kami pangeran ...." ucap mereka. Feng Tian membeku ia mengalihkan pandangan nya pada Xin nian.
" a~aku ada urusan.... kita bertemu lagi nanti...." ucap Xin nian dan segera menghilang dari sana . Feng Tian yang melihat itu tau penyebabnya ia menghela napas panjang .
" kalian berdirilah...." ucapnya . mendengar itu mereka tak bergerak dan masih bersujud di depannya. melihat mereka tak berdiri membuatnya kesal dan mengeluarkan aura kekuatannya .
" jika kalian tak berdiri aku akan membunuh kalian...." ucapnya dingin. mendengar itu mereka segera berdiri dengan masih menunduk kepala mereka tak berani menatap Feng Tian.
Kong Lin maju dan sekali lagi menjatuhkan dirinya ke tanah. " pangeran mohon pengampunan nya atas sikap hamba yang berani menyerang anda tempo hari.... saya siap menerima hukuman dari anda asal anda tak membawa Kong Lan dalam masalah saya...." ucapnya dengan nada penuh penyesalan .
Kong lan yang mendengar itu terkejut. ia berjalan dan bersiap untuk memohon ampun juga. tapi tindakannya di hentikan oleh Feng Tian. Kong lan menatap Feng Tian dengan khawatir tapi Feng Tian hanya tersenyum padanya.
__ADS_1
" oh... apa kau yakin ingin menerima hukuman dariku...." ucap Feng Tian dengan nada yang di buat marah. Feng Tian menatap yang lainnya dan mengedipkan matanya. melihat itu mereka tau apa yang akan di lakukan feng Tian dan hanya melihatnya saja, lumayan hiburan gratis! pikir mereka.
" hamba siapa menerima hukuman nya pangeran...." ucap Kong Lin dengan tegas.
" bahkan jika aku memintamu telanjang di hadapanku sekarang...." ucap Feng Tian. Kong Lin yang mendengar itu mematung , ia menggertakkan giginya dan menghela napas.
" bahkan jika anda menyuruh saya bunuh diri saya siap ...." ucap nya dan berdiri. ia mulai menanggalkan pakaian nya dan tinggal celananya saja. tapi sebelum ia melepaskan celana nya
plak.
bommm
lu Jia muncul di hadapannya dan menamparnya sampai melemparkannya jauh. " dasar tak tak malu...." gerutu lu Jia dengan wajah yang memerah saat mengingat tubuh berotot Kong Lin.
sedangkan di tempat Kong Lin ia terdiam sambil memegang pipinya yang terasa perih. ia masih berbaring di tanah yang sudah membentuk kawan kecil.
" apa salah ku.... " ucapnya sambil mengelus pipinya. tak lama ia menyadari jika ia sedang di kerjain oleh Feng Tian . " sila kenapa kau sangat bodoh...." gerutunya kesal pada diri sendiri karena dengan mudah nya di bohongi Feng Tian.
dengan kesal ia berjalan ke arah mereka dan melihat Kong lan dan Cu Jang yang menatapnya dengan tertawa kecil ia juga melihat lu Jia yang menatapnya dengan tatapan kesal dengan wajah memerah. ia mengalihkan pandangannya pada Feng Tian tapi ia seperti tak peduli dan mengalihkan pandangan nya ke arah lain . Kong Lin menghela napas pelan dan mereda kekesalannya.
ia berjalan ke arah lu Jia tapi sebelum ia sampai ia sudah mendapatkan tamparan untuk yang ke dua kalinya. " hei apa yang kau lakukan ...." ucapnya kesal.
__ADS_1
" aku yang seharusnya berkata begitu ... mau apa kau menghampiriku dengan tak memakai pakaian bodoh...." ucap lu Jia dengan pipi merona dan memalingkan tatapannya.
Kong Lin yang mendengar itu mengerutkan keningnya heran dan menatap dirinya. tak lama ia tersenyum senang ia semakin mendekati lu Jia ,
lu Jia yang melihat Kong Lin mendekatinya mundur perlahan mencoba menghindar tapi sialnya langkahnya terhalang oleh pohon besar di belakangan . " siapa sejak kapan pohon ini di sini....." gerutunya.
" kenapa kau menghindar Hem...." ucap Kong Lin yang sudah ada di hadapannya dengan jarak yang sangat dekat bahkan ia bisa mendengar napas Kong Lin. wajah lu Jia semakin memerah dan berusaha menghindar.
" mi~minggir kau sialan ...." ucapnya dengan suara yang terdengar gugup. Kong Lin semakin tersenyum dan mendekatkan wajah nya. ia memegang dagu lu Jia dan menolehkan wajahnya untuk menatapnya. bisa ia lihat wajah lu Jia yang memerah dengan pandangan malu-malu dan sesekali melirik ke arah otot perutnya.
Kong Lin semakin mendekatkan wajahnya lu Jia yang melihat itu menutup matanya dan bersiap jika Kong Lin mengambil kesempatan ini dan menciumnya. ia menutup matanya cukup lama tapi apa yang ia kira tak kunjung terjadi juga. ia membuka mata nya dan melihat Kong Lin yang tersenyum ke arahnya dengan tatapan penuh arti.
mengetahui kebodohannya . lu Jia menundukkan kepalanya karena malu apalagi semua nya tangah menatap ke arah mereka. Kong Lin mendekatkan wajahnya lagi " apa kau berharap aku menciumi...." ucap nya tepat di telinga lu Jia yang sontak membuat tubuh lu Jia bergetar karena suara Kong Lin terdengar begitu intim baginya.
ia mendorong tubuh Kong Lin Dan tak sengaja memegang tepat di bagian aset Kong Lin tepat di antara ke dua kalinya. mereka berdua mematung cukup lama. lu Jia yang menyadari jika ia menyentuh sesuatu yang tak seharusnya ia sentuh menjadi sangat malu.
plak...
WUSSS BOOMM
ia melayangkan tamparan yang jauh lebih keras dari sebelumnya dan menerbangkan Kong Lin sangat jauh. " dasar mesum...." gerutunya dengan wajah memerah sampai ke telinganya. ia menatap tangannya dan seketika wajahnya semakin merah padam. ia mengalihkan tatapannya pada Feng Tian " ini semua salah mu.... " ucapnya dengan sedikit membentak lalu ia melesat pergi entah ke mana.
__ADS_1
Feng Tian hanya terdiam dengan menunjuk dirinya sendiri " aku... apa salah ku...." ucapnya pelan .