Kaisar Tertinggi

Kaisar Tertinggi
bertemu sui Ling


__ADS_3

Mengabaikan pemuda itu yang sudah pergi jauh. Feng Tian berbalik dan menghampiri pria tua itu.


" kakek apa anda tidak apa-apa...." ucapnya sambil membantu si kakek berdiri.


" terimakasih anak muda.... kakek tidak apa-apa, tapi bagaimana dengan mu kamu telah menyinggung sekte awan biru dengan menolong kakek...." ucap si kakek memandang Feng Tian dengan wajah bersalah.


" kakek tidak usah khawatir, saya akan baik baik saja..." ucapnya lalu merogoh sesuatu dari balik jubahnya. lalu menyerahkannya ke tangan si kakek.


" kakek ini ada sedikit uang dari saya.... saya harap kakek segera mengobati luka kakek. ." ucapnya lalu pergi begitu saja dari sana.


kakek tua itu menatap kepergian Feng Tian dengan senyum. lalu ia melihat kantong berisi seribu koin emas dan menggelengkan kepalanya.


tak jauh dari sana ada beberapa anak muda yang melihat kejadian itu, mereka tadinya berniat ingin menolong kakek tua itu tapi siapa sangka ada orang yang sudah mendahului mereka.


" apa kalian kenal dengan pemuda itu...." ucap seorang pemuda tampan memakai jubah putih pada 3 orang di belakangnya.


" aku baru pertama kali melihatnya.... bagaimana dengan kalian..." tanya gadis cantik di antara mereka, dua orang lainnya menggelengkan kepala mereka secara bersamaan.


karena semuanya tak ada yang mengetahui tentang Feng Tian mereka memilih tak mengambil pusing dan pergi dari sana.

__ADS_1


Feng Tian terus berjalan sampai pada pertengahan hari ia berhenti di sebuah bangunan yang megah dengan 5 lantai. ia melangkahkan kakinya memasuki bangunan itu, langsung saja pelayan menghampirinya saat ia memasuki bangunan.


" selamat datang di rumah makan giok, apa ada yang bisa saya bantu...." ucap si pelayan yang sepertinya malas saat berbicara dengannya apalagi pelayan itu selalu melirik nya dari bawah ke atas dan berdecik pelan.


Feng Tian yang melihat ini tau kalau ia sedang meremehkan nya karena memakai pakaian sederhana. tapi tak ambil pusing dengan tingkah pelayan itu.


" aku ingin memesan makanan dan tempat terbaik di sini...." ucapnya.


pelayan itu mengangkat alisnya dan kembali menatap penampilan Feng Tian. " maaf tempat terbaik kami ada di lantai 4 dan itu hanya khusus bagi orang penting yang memiliki lencana emas kami....." ucap pelayan malas.


Feng Tian yang mendengar itu hanya mengangguk kecil . " apakah tidak bisa jika aku memasuki lantai 4 dengan tanpa lencana ..." ucapnya.


Feng Tian terkejut mendengar ucapan pelayan itu. ia tak menyangka pelayan itu akan berlaku tak sopan pada pelanggan, atau mungkin pelayan itu hanya sopan pad orang yang memiliki uang saja.


karena tak mau membuat masalah Feng Tian hendak mengeluarkan uang nya dan membayar untuk naik ke lantai 4. tapi saat ia hendak melakukannya seorang pemuda berjubah biru memasuki rumah makan dan di temani oleh 2 laki laki dan 2 perempuan.


pelayan itu segera meninggalkan Feng Tian dan menghampiri rombongan pemuda itu, saat Feng Tian melihat itu ia terkejut, bukan karena pelayan itu yang meninggalkannya begitu saja atau pemuda itu tapi ia terkejut melihat satu di antara dia gadis itu adalah orang yang sangat ia kenal.


tanpa terasa ia melangkahkan kakinya menghampiri mereka, ia berdiri di depan mereka dan terus memandang pada gadis itu. pelayan yang melihat Feng Tian mendekat ingin memarahinya tapi saat ia melihat pemuda itu menatap Feng Tian dengan pandangan tak suka ia menyeringai dingin.

__ADS_1


gadis itu yang merasa di perhatikan oleh feng Tian merasa risih tapi ia juga merasa akrab dengan tatapan itu. ia balik menatap Feng Tian dan mata mereka saling bertemu.


deg deg


jantung gadis itu berdetak kencang saat ia bertatapan dengan Feng Tian. ' ada apa ini .. kenapa jantungku berdetak kencang


..." ucapnya dalam hati.


Feng Tian yang melihat gadis itu tersenyum lembut yang sontak membuat gadis itu terpana bukan hanya gadis itu tapi gadis di sebelahnya juga terpana, wajah mereka seketika memerah dan menundukkan kepala.


pemuda berjubah biru yang melihat itu menjadi geram tapi ia berusaha menahannya Karen ia tak ingin pandangan gadis itu padanya akan berubah. dengan menggerakkan giginya kesal ia melangkah ke depan dan menghalangi pandangan Feng Tian.


" saudara bisakah anda jangan memandang pada teman kami seperti itu...." ucapnya kesal.


" oh... kenapa memang..." ucap Feng Tian dengan masih memandang gadis itu.


" saudara Wen tidak apa... " kata gadis itu.


" tapi saudari Ling ..." pemuda itu menghentikan ucapannya saat melihat saudari Ling Atua sui Ling menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" maaf saudara apa kita pernah bertemu sebelumnya...." tanya sui Ling. Feng Tian bukannya menjawab tapi malah menatap sui Ling dengan senyum lembutnya yang sekali lagi membuat sui Ling merona.


__ADS_2