Kaisar Tertinggi

Kaisar Tertinggi
[ chap. 259 : rencana patriak Wang ]


__ADS_3

" kalau begitu mari, jangan buat patriak Wang menunggu lama... " ucap Feng Tian.


Feng Tian berlalu meninggalkan Wang Yihan. sedangkan Wang Yihan hanya menghela napasnya pelan melihat sikap Feng Tian yang seperti menghindarinya. " aku tak akan menyerah .... suatu saat nanti kau pasti akan melirik ku... " ucap Wang Yihan dengan penuh tekad.


mereka berdua pun berjalan beriringan Wang Yihan mencoba menyamakan langkahnya dengan Feng Tian agar mereka berjalan berdampingan.


tanpa mereka sadari ada beberapa pemuda dari kediaman yang tak jauh dari sana menatap ke arah mereka dengan pandangan tak suka. " brengsek.... beraninya ia mendekati wanitaku ... " ucap pemuda itu.


" senior, lihatlah apa yang ku katakan memang benar.... lalu apa yang akan kau lakukan ... " ucap seorang pemuda di belakang pemuda tadi.


" tentu saja aku akan membuat perhitungan dengan nya.... " ucap pemuda itu .


Feng Tian tak mengetahui jika kedekatannya dengan Wang Yihan akan membawa masalah baginya. tapi ia tak peduli lagian bukan ia yang mencoba mendekati Wang Yihan dan lagi ia tak takut dengan para murid di sini karena baginya mereka hanyalah semut kecil .


beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di di kediaman patriak Wang. Wang Yihan segera memimpikan jalan memasuki kediaman patriak Wang.


di dalam ruangan mereka melihat patriak Wang yang sedang berbincang dengan seorang pria tua. pria tua itu memiliki aura yang jauh lebih kuat dari patriak Wang.

__ADS_1


" salam ayah, salam Elder agung ... " ucap Wang Yihan. dan Feng Tian juga menangkupkan tangannya dan sedikit membungkuk kan badannya.


kedua pria itu melihat ke arah mereka. pria tua yang ternyata Elder agung dari sekte samudra menatap Feng Tian dengan seksama ia melihat penampilan Feng Tian dari bawah sampai ke atas. tak lama ia tersenyum ramah.


" memang seorang jenius ... di usiamu yang masih muda kau sudah berada di ranah dewa perunggu tingkat puncak sungguh bakat yang mengerikan.... " ucap penatua agung dengan kagum.


" anda terlalu melebih lebihkan kekuatan saya senior.... " ucap Feng Tian dengan merendah.


penatua agung semakin mengembangkan senyumnya melihat sikap Feng Tian yang tak sombong, padahal biasanya pemuda seusianya akan begitu menyombongkan kekuatannya dan angkuh .


" duduklah Yihan, nak feng .... " ucap patriak Wang.


" salam senior Hao.... Junior ini bernama Feng Tian.... " ucap Feng Tian dengan sopan.


" hahaha.... pemuda yang baik, Yihan begitu beruntung menemukan pemuda sepertimu .. " ucap Wang Hao dengan tertawa riang.


Feng Tian hanya tersenyum tipis sedangkan Wang Yihan menunduk malu dengan wajahnya yang sudah memerah. kedua pria tua itu tersenyum ketika melihat reaksi Wang Yihan keduanya sudah tau jika Wang Yihan memiliki perasaan pada Feng Tian dan tentu saja mereka mendukung hal itu.

__ADS_1


" ada keperluan apa patriak Wang memanggil saya kemarin.... " ucap Feng Tian mencoba mengalihkan topik .


" ah begini nak Tian.... bahan terakhir yang belum di dapatkan dari informasi yang kami terima itu berada di sebelah Utara dan jaraknya sangat jauh dari kota ini.... kemungkinan akan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan agar sampai ke tempat itu.... " ucap patriak Wang.


Feng Tian mengangguk mengerti " tidak apa .... saya akan menunggu sampai bahan terakhir bisa di dapatkan, lagian saya juga tak memiliki urusan yang mendesak belakangan ini.... " ucap Feng Tian.


" itu.... sebenarnya saya ingin meminta agar nak Tian sendiri yang pergi ke tempat itu bersama Yihan... " ucap patriak Wang.


Feng Tian yang mendengar itu terdiam, ia melihat kearah dua orang tua di hadapannya dengan heran.


" begini nak Tian.... bukan ada maksud tertentu tentang rencana kami, hanya saj Yihan tak bisa menunggu terlalu lama .... Pill giok suci sangat ia butuhkan untuk kesembuhan tubuhnya, kami khawatir jika ia terus menunggu Hao itu akan berakibat fatal dengan kondisi tubuhnya.... maka dari itu kami memohon agar nak Tian mau pergi dengan Yihan untuk mencari bahan terakhir ini ... " ucap patriak Wang. ia sudah merencanakan hal ini dari awal untuk membantu Wang Yihan agar bisa lebih dekat dengan Feng Tian.


Wang Yihan melihat ke arah ayahnya dengan penuh terima kasih karena telah membantunya agar bisa lebih dekat dengan lelaki pujaannya.


Feng Tian hanya diam ia bingung apakah ia harus setuju atau menolak. tapi jika ia menolak ia tak ingin menyinggung orang-orang dari tanah suci laut hitam. tapi jika ia menerima itu berarti ia sama saja memberikan kesempatan bagi Wang Yihan agar bisa lebih dekat dengannya.


melihat Feng Tian yang masih terdiam membuat hati Wang Yihan sakit, ia berguru sedih melihat Feng Tian yang seperti tak ingin terlalu dekat dengannya.

__ADS_1


" ayah tidak apa, jangan memaksa saudara Feng seperti itu.... aku masih bisa bertahan dan menunggu "


__ADS_2