
Pria sepuh dengan tato di seluruh tubuhnya itu mengedarkan aura spiritualnya, ia mengerutkan kening saat merasakan ada 3 aura lainnya yang membawa Xin kai pergi.
" arrgghh sialan...." teriaknya kesal. " aku tak menyangka jika istana giok mengirim orangnya ke daerah ini.... Xin kai kau beruntung kali ini...." ucapnya lalu ia membawa semua orang yang ikut dengan nya kembali.
sedangkan ketiga gadis yang menolong Xin kai. mereka sudah sampai di kedalaman hutan mereka terus bergerak dan berhenti di sebuah pohon yang sangat besar, gadis bergaun biru mengeluarkan token dari balik jubahnya dan seketika batang pohon itu terbelah dan memperlihatkan sebuah pusaran hitam . mereka segera masuk kedalam pusaran hitam itu dan setelah mereka masuk pusaran itu segera tertutup kembali.
di sebuah halaman penuh dengan Bunga yang sangat cantik, terlihat di sana seorang wanita cantik sedang duduk di antara bunga sambil menatap ke langit dengan pandangan penuh kerinduan. tak jauh dari tempatnya terlihat ada sebuah retakan dimensi Samapi beberapa saat terlihat pusaran hitam setinggi 2 meter.
wanita cantik itu mengalihkan pandangan nya dan tersenyum saat merasakan aura orang yang keluar dari pusaran itu. tapi tak lama raut wajahnya berubah ia segera berdiri dan melesat ke arah pusaran itu.
di pusaran itu ke tiga gadis yang menolong Xin kai keluar dengan masih menopang tubuh Xin kai yang tak sadarkan diri dan berlumuran darah .
tap.
mereka mengalihkan pandangan nya saat mendengar suara langkah kaki. bisa mereka lihat seorang wanita cantik menatap mereka dengan berlinang air mata. " ibu.... " ucap gadis yang sedikit lebih tua itu.
__ADS_1
wanita cantik yang di panggil ibu itu melangkah maju dengan tubuh bergetar. saat ia sampai di hadapan mereka ia segera merangkul Xin kai kedalam pelukan nya dan menangis.
" Gege hiks.... kenapa kau enjadi seperti ini...." ucapnya di sela tangisan, ia mengusap air matanya dan menggendong Xin kai dan melesat pergi ke sebuah istana yang sangat besar tak jauh dari sana .
ke tiga gadis itu terdiam. mereka mematung melihat orang yang mereka kenal dengan sikap dingin dan angkuhnya baru saja menangis di hadapan mereka hanya karena seorang pemuda. mereka saling pandang dan melesat mengikuti wanita cantik itu.
saat mereka Samapi di istana besar itu mereka terus melesat ke arah kediaman wanita cantik tadi. sesampainya mereka di sana mereka bisa melihat sudah banyak orang di sana.
" ayah ada apa ini.... kenapa semuanya berkumpul di kediaman bibi Yun ...." ucap gadis bergaun biru muda pada seorang pria tampan yang berpenampilan seperti seorang kaisar.
ke 3 gadis itu hanya mengangguk mengiyakan. melihat itu wanita cantik bergaun putih di sebelah pria itu menyerobot ke depan mereka " apa tak ada yang lain selain dia di sana.... apa kalian tak melihat seorang pemuda di sana ... apa ... " ucapan gadis itu terhenti saat pria itu menepuk bahunya pelan.
" yue' er tenanglah.... kita akan mengetahui semuanya setelah ia sadar...." ucap pria tampan itu. wanita cantik itu hanya mengangguk dan diam . ia berjalan menghampiri wanita cantik tadi yang membawa Xin kai ke dalam istana.
" adik Yun tenanglah.... aku yakin ia baik baik saja...." ucapnya sembari memeluk wanita cantik yang di panggil Yun itu.
__ADS_1
" ta~tapi Kaka... dia ..." ucapannya terhenti saat wanita Yue itu menepuk punggungnya.
" dia adalah laki-laki yang kuat.... kau harus percaya padanya.... dan semoga saja ia baik baik saja...." ucap wanita Yue itu mengecilkan ucapannya di akhir kalimatnya.
wanita Yun itu berhenti menangis dan menatap wanita Yue. ia menyentuh wajah wanita Yue dan menghapus air mata yang mulai mengalir. " Kaka aku yakin ia baik-baik saja di luar sana....aku percaya itu...." ucap wanita Yun.
mereka Dian dengan saling memeluk sampai tak lama pintu kamar wanita Yun terbuka. semua orang mengalihkan pandangannya pada pintu dan tak lama keluar seorang pria tampan berjubah putih keluar dari sana. pria tampan itu merasakan tatapan semua orang padanya ia hanya menghela napas.
" ia baik-baik saja.... ia hanya kehabisan energi dan kekurangan banyak darah yang menyebabkannya tak sadarkan diri.... mungkin ia akan segera sadar aku sudah memberikan pil pemulihan kepadanya...." ucap pria ia itu.
mereka mengangguk dan segera saja mereka menerobos dan mendorong pria tampan itu mereka berebutan memasuki ruangan. pria tampan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. " mereka itu sudah tua... kenapa mereka berprilaku seperti bocah, dasar...." gerutunya dan ikut masuk kembali.
di dalam di atas kasur yang besar terbaring seorang pemuda tampan yang secara perlahan wajahnya yang pucat sudah memerah kembali pria itu adalah Xin kai. wanita Yun menghampiri pria itu dan menggenggam tangannya.
" Gege cepatlah bangun... " ucapnya dengan sedih.
__ADS_1