
Sedangkan Ling rue ia menggertakkan giginya kesal mendengar ucapan Feng Tian.
" siapa yang kau panggil cerewet hah...." teriak Ling rue dengan marah.
" aku tak bilang kau cerewet, kenapa kau yang marah ...." ucap Feng Tian dengan tersenyum menyeringai.
Ling rue terdiam dia semakin di buat kesal oleh Feng Tian. sepertinya jika ia semakin banyak menjawab ia akan semakin terpojok ' dasar pria menyebalkan ....' ucapnya dalam hati.
lu Jingyi hanya terkekeh kecil, tetua Ling pun menggelengkan kepalanya melihat nona nya yang di permainkan oleh Feng Tian, sangat jarang ia melihat Ling rue seperti sekarang. sedangkan Lian Ning ia paham maksud ucapan Feng Tian sebelumnya.
" sudahlah.... ayo kita pergi ..." ucap Feng Tian dengan wajah datarnya. ia langsung pergi meninggalkan lu Jingyi dan Lian Ning.
' dia sangat cepat mengubah raut wajahnya....' pikir Lian Ning. lalu ia dan lu Jingyi berjalan mengikuti Feng Tian.
" dasar pria menjengkelkan.... jika kita bertemu lagi aku akan memukul mu...." teriak Ling rue saat melihat mereka pergi.
Feng Tian melambaikan tangannya tanpa menoleh ke belakang, melihat itu membuat Ling rue semakin mengeratkan jinju nya.
__ADS_1
" sudahlah nona, sebaiknya kita juga kembali ke kediaman ...." ucap tetua Ling, Ling rue tak menjawab dan langsung pergi dengan menghentakkan kakinya ke tanah. melihat itu tetua Ling menggelengkan kepalnya pelan.
* * * * * * * * * *
Feng Tian dan yang lainnya sudah sampai di istana kekaisaran, Feng Tian langsung kembali ke kamarnya sedangkan lu Jingyi ia ikut dengan Lian Ning untuk menemui ayah nya.
di ruang pertemuan kaisar Lian dan para menteri yang sedang melakukan rapat di kejutkan dengan kedatangan Lian Ning bersama seorang wanita yang sangat cantik dengan aura yang agung, bahkan kaisar Lian sendiri selaku kaisar merasa tubuhnya bergetar merasakan aura agung dari lu Jingyi.
" ning'er siapa wanita ini...." tanya kaisar Lian dengan hati hati.
" ayah dia adalah guruku.....maksudku dia adalah tetua lu dari organisasi pagoda bintang pusat yang ada di benua tengah...." ucap Lian Ning memperkenalkan lu Jingyi.
" salam kaisar.... tidak apa-apa, lagian ada ning'er yang menuntunku ke sini...." balas lu Jingyi sambil menangkupkan tangannya dan sedikit merendahkan badannya.
" silahkan duduk tetua lu ... " ucap kaisar dan mempersilahkan lu Jingyi duduk di singgasananya . lu Jingyi tak menolak dan ia duduk di singgasana kaisar Lian dengan Lian Ning yang berdiri di belakangnya.
sedangkan kaisar Lian ia duduk di kursi sala satu Mentri.
__ADS_1
" jadi apa permasalahan yang terjadi di sini... jujur saja tuan muda hanya memintaku untuk datang ke sini tanpa memberitahu apa permasalahannya...." ucap lu Jingyi.
kaisar Lian menceritakan semuanya dari awal sampai akhir bahkan ia juga memberitahukan jika kekaisaran dan organisasi cabang di sini sudah melakukan kerjasama dan akan melakukan pertemuan satu Minggu lagi. lu Jingyi mendengarkan semuanya tanpa memotong omongan kaisar Lian.
" jadi seperti itu.... baiklah, kumpulkan semua prajurit maupun generasi muda yang memiliki bahkan menjanjikan besok aku akan memberikan sedikit arahan pada mereka...." ucap lu Jingyi.
kaisar Lian dan para menteri yang mendengar itu sangat bahagia mereka mengucapkan banyak terima kasih pada lu Jingyi. dan mereka juga akan mengikuti pengarahan dari lu Jingyi besok, karena sangat menguntungkan bagi mereka jika dapat mendapatkan arahan dari seorang ahli elit puncak seperti lu Jingyi.
walaupun mereka tak dapat melihat ada di tingkat apa lu Jingyi tapi mereka tak meragukan kekuatannya bahkan mereka juga sering mendengar tentang prestasi yang di capai oleh lu Jingyi dan reputasinya di organisasi pagoda bintang sangat lah tinggi apalagi dia adalah sala satu tetua inti dari organisasi pagoda bintang itu sendiri.
yang mana mereka pernah mendengar jika ke sepuluh tetua inti di organisasi pagoda bintang pusat adalah ahli ahli elit puncak yang sangat mengagumkan.
lu Jingyi tak tinggal lama di sana dan pergi mencari Feng Tian, tentu saja Lian Ning selalu murid nya yang baru ia angkat dengan senang hati mengantarkan gurunya itu ke tempat Feng Tian.
saat sampai di tempat Feng Tian mereka dapat melihat jika Feng Tian sedang memeragakan teknik berperang. lu Jingyi tak ingin mengganggunya dan melihat Feng Tian dari kejauhan begitupun dengan Lian Ning.
ia begitu terpesona dengan permainan pedang Feng Tian. ia terlihat seperti sedang menari dengan pedang ketimbang mempraktikkan sebuah teknik. tapi walaupun begitu ia dapat merasakan setiap ayunan pedang Feng Tian mengandung kekutan yang sangat mengerikan.
__ADS_1
lu Jingyi melihat ke arah Lian Ning yang sedang berdiri terbengong melihat Feng Tian bermain pedang. " bukankah tuan muda sangat tampan ...." ucap lu Jingyi.