Kaisar Tertinggi

Kaisar Tertinggi
menemui para eselon atas organisasi


__ADS_3

Mereka berpikir siapa Feng Tian ini sampai membuat ke 7 orang yang mereka kagumi sampai bereaksi begini.


" dia masih berada di gerbang Dewi...." ucap penjaga.


"lancang.... beraninya kau membiarkannya menunggu di depan gerbang...." bentak Elder ke 3 yang juga seorang wanita berambut pirang bergelombang.


penjaga yang di bentak oleh nya terkejut bukan hanya penjaga bahkan ke 20 orang di sana juga terkejut.


" maaf Dewi mu saya hanya menjalankan tugas ...." ucap penjaga yang sudah bersujud dengan tubuh bergetar. ia baru pertama kali melihat wanita yang di panggil Dewi mu ini marah. karena biasanya di antara ke 7 orang ini Dewi mu adalah orang yang paling lembut dan penuh kasih.


" sudahlah zugo mu .... kau bawa pemuda itu ke sini...." ucap Elder agung. zugo mu hanya mendengus pelan dan kembali duduk. penjaga itu bangkit dan segera pergi.


* * * * * * *


di gerbang Feng Tian sudah bosan menunggu ia sudah mengobrol banyak dengan penjaga yang ada di sana untuk menghilangkan rasa bosannya.


' sial. lama sekali penjaga itu,... apa dia tak tau aku hampir jamuran menunggu hampir satu jam di sini....' ucapnya salah hati.

__ADS_1


tak lama kemudian penjaga yang tadi masuk ke istana datang dengan tergesa gesa dan bisa terlihat wajahnya yang panik dan sedikit pucat.


penjaga itu segera menghampiri Feng Tian " tuan muda para Elder telah menunggu anda di dalam... mari saya antar..." ucapnya dengan penuh hormat. lalu ia berjalan duluan dan di ikuti feng Tian.


para penjaga yang ada di sana bengong dan saling pandang, mereka tak mengira senior mereka yang merupakan sala satu murid eselon atas akan bersikap begitu hormat. padahal ia tak pernah menundukkan kepalanya pada orang lain selain gurunya dan ke 7 orang agung di organisasi.


Feng Tian terus mengikuti si penjaga. sampai tak lama ia melihat sebuah istana megah dengan dua patung besar di depan istana. " sungguh sesuatu yang menakjubkan ...." ucapnya pelan, tapi si penjaga di depannya masih mendengar ucapannya dan tersenyum kecil.


ia di bawa masuk ke dalam istana. bisa ia lihat di sekeliling istana memang sangat megah dan mewah walaupun tak semegah istana yang ada di dimensi tempat leluhurnya tinggal. ia terus mengikuti si penjaga sambil melihat sekeliling banyak sekali lukisan yang indah dan memancarkan aura kuno.


" ayah...." ucapnya lirih. penjaga yang melihat Feng Tian menyentuh lukisan itu ingin menghentikannya. tapi saat ia melihat Feng Tian meneteskan air mata dan bisa terlihat jelas di wajahnya kerinduan yang amat besar. ia hanya diam di tempat dan memperhatikan Feng Tian.


walaupun ada peraturan ketat yang tak memperbolehkan menyentuh barang barang di istana apalagi lukisan yang di dengan Feng Tian yaitu lukisan Xin kai. bahkan anggota organisasi harus menundukkan kepala mereka di depan lukisan ini karena lukisan ini adalah lukisan pendiri sekaligus penyelamat merek.


setelah cukup lama memandangi lukisan Xin kai Feng Tian tersadar dan menghapus air mata nya. ia menoleh pada penjaga itu dan ter senyum canggung .


" maaf karena aku menyentuh lukisan ini...." ucapnya.

__ADS_1


" tidak apa tuan muda.... mari, para Elder sudah menunggu kita...." ucap penjaga dan kembali berjalan.


selang beberapa menit mereka sudah sampai di sebuah pintu yang berwarna emas. penjaga itu mendorong pintu dengan pelan dan memasuki ruangan di ikuti feng Tian dari belakang.


saat pintu terbuka semua orang di ruangan mengalihkan pandangannya pada pintu. bisa mereka lihat penjaga tadi datang dengan seorang pemuda yang sangat tampan dengan rambut perak keemasan dan mata yang juga serupa perak dan tiga lingkaran emas di matanya.


7 orang di kursi utama segera berdiri dan turun dari kursi mereka. semua orang di sana heran dengan tingkah ke 7 orang yang sangat mereka kagumi ini.


saat ke 7 orang itu sampai di depan Feng Tian mereka langsung berlutut dan menangis. sekali lagi orang orang di sana di buat terkejut . sekarang di ruangan itu sudah ada sekitar 100 orang dan mereka adalah para eselon atas di organisasi.


mereka semua mematung dengan mata dan mulut yang terbuka lebar. banyak pertanyaan muncul di benak mereka tentang ini semua.


sedangkan di sisi lain, Feng Tian juga tak kalah terkejutnya dengan semua orang. ia memandang ke 7 orang ini, ia memang mengenali mereka tapi tak banyak ingatan tentangnya karena suatu alasan yang menyebabkan ingatannya kabur.


" tuan muda.... maafkan kami, kami siap mati karena tak dapat membantu anda saat penyerangan di klan Ming....." ucap Elder agung dengan bersujud dengan Isak tangis yang diikuti ke 6 orang lainnya.


Feng Tian yang mendengar klan Ming. tak terasa amarahnya memuncak dan aura membunuh nya keluar bahkan ia sampai mengeluarkan kekuatannya yang berada di lam roh langit awal

__ADS_1


__ADS_2