
Tiga hari berlalu kini Feng Tian sudah hampir sampai di lembah kabut. selama tiga hari ini ia tak beristirahat dan terus terbang agar cepat sampai di Lembata kabut.
bukan tanpa alasan ia melakukan itu hanya saja hatinya sudah tak bisa di tahan lagi. ia sangat merindukan ayah dan ibunya yang memang ia tak tau wajahnya tapi ia bisa merasakan jika mereka juga sangat merindukannya.
dulu ia sempat berpikir jika ayah dan ibunya sangat kuat kenapa mereka tak mencari nya sendiri, bukankah dengan kekuatan mereka mereka bisa melintasi antar alam tanpa gangguan.
namun Cu Jang dan yang lainnya meyakinkannya jika bukan mereka tak ingin mencari Feng Tian hanya saja di alam tiantang sana mereka juga masih berurusan dengan masalah yang masih belum terselesaikan bahkan orang tau Feng Tian juga dengan secara sembunyi-sembunyi mengirim orang-orang nya untuk mencarinya.
itu semua di lakukan agar musuh mereka tak mengetahui keberadaan Feng Tian. dan mereka juga tak tau jika Feng Tian ada di bintang Sheng karena bintang Sheng sudah terpisah dari alam lainnya dan ada penghalang misterius yang menghalangi orang luar untuk masuk dan orang dalam pun tak bisa keluar dari bintang Sheng.
walaupun mereka memaksa keluar mereka akan mengalami hal yang sama seperti Xin kai, mereka akan terlempar secara acak ke alam lain bahkan kemungkinan terburuk merek akan terjebak di dimensi kacau dan akan mati di sana.
selama beberapa bulan terakhir ini Feng Tian selalu merasa gelisah dan ia merasakan hal buruk akan terjadi pad keluarganya. maka dengan itu ia sangat terburu-buru untuk bisa menemukan cara supaya bisa keluar dari bintang Sheng ini.
__ADS_1
Feng Tian mendarat di sebuah hutan, hutan ini sering di kenal dengan sebutan hutan rawa hitam. bukan tanpa alasan dinamakan demikian, karena konon katanya di kedalaman hutan ini terdapat sebuah rawa dengan lumpurnya yang berwarna hitam dan memancarkan aura gelap yang pekat.
bahkan dikatakan di hutan ini ada seekor beast monster yang menjadi penjaga dari rawa hitam tersebut. walaupun banyak cerita mengerikan tentang hutan ini. tapi tak menutup kemungkinan banyaknya para praktisi yang datang ke sini untuk mencari tanaman herbal atau barang berharga lainnya.
bahkan di pinggiran hutan ini juga berdiri sebuah kota yang cukup besar dan kota ini adalah kota rawa hitam, kota ini di namakan sama dengan nama hutan rawa hitam karena menjadi perbatasan hutan rawa hitam.
Feng Tian berjalan menyusuri jalan setapak yang tertuju ke kota rawa hitam. sepanjang perjalanan tak ada hal apapun yang melintas bahkan seekor hewan pun tak ada hal itu membuat Feng Tian mengerutkan keningnya bahkan dalam radius beberapa puluh meter di sekitarnya ia tak merasakan kehadiran mahluk hidup lain.
cukup lama Feng Tian dan akhirnya ia merasakan aura kehidupan tak jauh dari nya. tapi bukan itu saja ia juga dapat merasakan dan mendengar ada pertarungan tak jauh dari tempatnya. karena merasa penasaran ia melesat ke arah pertarungan itu.
hal itu cukup membuatnya terkejut, ia tak menyangka jika di pinggiran benua timur ini atau perbatasan antara benua timur dan lembah kabut yang luasnya dua kali lipat luas benua timur. akan terdapat seorang jenius berbakat.
dan untuk harimau api ekor piton itu setidaknya ia setara dengan praktisi ranah raja surgawi akhir. sangat mustahil bagi pemuda itu untuk bisa mengalahkan harimau api ekor piton berkeliaran itu.
__ADS_1
Feng Tian tak membantunya ia hanya melihatnya terlebih dahulu, ia ingin tau apakah pemuda itu dapat mengimbangi beast monster itu atau tidak.
setelah lama pertarungan bertarung pemuda itu mulai kelelahan perbedaan kekuatan antara dia dan beast monster itu membuatnya mengerahkan hampir seluruh energi Qi nya.
" sungguh sial.... kenapa aku harus bertemu hewan merepotkan seperti ini...." gerutu pemuda itu dengan menyeka keringat di dahinya.
roooarrr
beast monster itu meraung keras dan melesat menerjang pemuda itu. sedangkan pemuda itu ia sedikit lengah apalagi energi Qi nya juga sudah hampir habis ia tak bisa menghindari serangan beast monster itu.
" apakah aku akan mati di sini.... sungguh nasib yang sial...." ucap pemuda itu, ia sudah tak memiliki tenaga untuk menghindar jadi ia hanya bisa meratapi nasibnya yang akan mati di tangan seekor beast monster.
ia memejamkan matanya dan menunggu beast monster itu menerkamnya. tapia lama ia menunggu tidak ada yang terjadi. dengan perlahan ia membuka matanya dan alangkah terkejutnya ia saat melihat beast monster yang melesat ke arahnya tadi sudah terkapar lemah di atas tanah.
__ADS_1
ia membelalakkan matanya tak percaya. ia mengalihkan pandangannya pada seseorang yang ada di atas beast monster itu, ia tak dapat melihat wajahnya karena orang itu membelakanginya.