
Feng Tian mengalihkan tatapannya pada pemuda itu dan menatapnya dengan tatapan tajam. pemuda yang di tatap Feng Tian bergidik ngeri dan melangkah mundur dua langkah ke belakang ia bisa merasakan tekanan yang sangat besar hanya dengan menatap matanya saja.
" mungkin...." ucap Feng Tian dan kembali lagi menatap sui Ling.
sui Ling bingung dengan jawaban yang di berikan pemuda di hadapannya. Feng Tian yang melihat wajah bingung sui Ling hanya tersenyum kecil dan melangkah kan kakinya untuk keluar rumah makan.
tapi saat ia di ambang pintu ia berhenti. " aku senang kita bertemu lagi... kau tunggulah semua urusanku selesai aku akan menjemputmu... dan , terima kasih karena kau masih memakai nya..." ucapnya tampa menengok ke belakang dan segera pergi dari sana.
semua orang yang mendengar itu menjadi bingung dan berpikir kalau Feng Tian sudah gila. sui Ling juga bingung dengan ucapan yang di keluarkan Feng Tian.
pemuda berjubah biru itu menghela napas lega setelah Feng Tian pergi. ia mengalihkan tatapannya pada teman-teman nya. " baiklah apa kita akan tetap makan di sini...." ucapnya.
semua orang saling menatap lalu menganggukkan kepalanya. berbeda dengan sui Ling yang masih merenungkan perkataan Feng Tian. teman perempuannya yang melihat itu menjadi bingung dan menepuk pundaknya pelan.
" adik Ling.. apa kau tak apa...." ucapnya dengan heran.
__ADS_1
" ah.... aku tak apa. maaf senior sepertinya aku tak bisa ikut makan ..." ucapnya dan pergi meninggalkan mereka yang terbengong di sana .
pemuda berjubah biru menatap kepergian sui Ling dengan kesal. ia beru pertama kali di perlakukan seperti ini oleh seorang perempuan.
* * * * * * *
di tempat lain Feng Tian duduk di atas sebuah bangunan dan memandang ke arah rumah makan . lebih tepatnya memandang sui Ling yang keluar rumah makan.
" kau semakin cantik saja.... dan, kau sekarang menjadi wanita yang sangat kuat..." ucapnya tersenyum ke arah sui Ling. Feng Tian menghela napasnya pelan dan memandang langit.
sedangkan di tempat sui Ling ia terus berjalan menuju tempat ia beristirahat di kota ini. ia masih merenungkan perkataan Feng Tian. entah kenapa ia merasa begitu akrab dengan nya, dan dari perkataannya mereka seperti pernah bertemu sebelumnya. hanya saja sui Ling tak mengingat ia pernah bertemu dengan pemuda berambut perak keemasan.
" menunggunya, untuk apa.... dan apa yang ia maksud masih memakainya...." gumamnya dan tak terasa ia sudah berada di depan bangunan yang cukup mewah. saat ia hendak melangkah memasuki bangunan itu ia menghentikan langkahnya dan berbalik dengan mata terbuka lebar sembari memegang gelang giok di pergelangan tangannya.
Tampa terasa air matanya menetes , ia berlari menuju rumah makan tadi berharap Feng Tian masih berada di sekitar sana. " Kaka Tian apa itu kau.... kenapa kau tak menemui ku, kenapa " ucapnya dengan gelimang air mata dan terus berlari bahkan sesekali ia akan menabrak pejalan kaki dan mengabaikannya walaupun mereka berteriak padanya.
__ADS_1
saat ia sampai di tempat itu ia berhenti dan menyiarkan pandangannya mencari sosok yang ia cari, tapi sayang ia tak menemukannya. ia melompat dan mendarat di sebuah bangunan yang lumayan tinggi dan mengutarakan pandangan nya.
" Kaka Tian Dimana kau ... apa kau tak merindukan ku.... aku sangat merindukan mu..." ucapnya lirih. ia menunduk dan duduk memeluk lututnya lalu menangis.
sedangkan tak jauh dari sana ada seorang pemuda tampan dengan rambut perak keemasan dengan mata selaras menatapnya dengan pandangan sedih dan kerinduan yang amat besar.
" maaf kan aku aku tak bisa menemui ku untuk sekarang...." gumamnya dan membalikan badan nya. saat ia hendak pergi dari sana ia menghentikan langkahnya saat mendengar suara yang begitu familiar baginya.
" Kaka Tian..." ucap sui Ling dari belakang Feng Tian. ia berjalan ke depan dan memeluk Feng Tian dari belakang. Feng Tian membeli ia tak menyangka jika sui Ling akan menemukannya.
" Kaka Tian kenapa kau tak menemui ku... kenapa kau pergi menjauh dariku, apa kau tak merindukan ku... apa kau ~" sui Ling menghentikan ucapannya saat tiba tiba Feng Tian membalikan dan mencium bibir nya.
" dasar bodoh.... kenapa kau mencari ku..." ucap Feng Tian dan menatap sui Ling dengan pandangan lembut.
sui Ling hanya diam dan memandang wajah Feng Tian lalu ia kembali meneteskan air mata nya dan memeluk Feng Tian dengan erat. seakan takut jika Feng Tian akan pergi lagi.
__ADS_1
" hiks.... Kaka Tian apa kau tau aku sangat merindukan mu... aku sampai mencari mu di seluruh benua timur aku bahkan rela meninggalkan masa mudaku dan terus berlatih dengan keras supaya aku bisa jadi kuat dan mencari mu. ... kau tau saat aku mendengar kalau klan Ming musnah, aku... aku berpikir ka~kau hiks....." ucapnya sui Ling dan menangis tak mampu melanjutkan ucapan nya .