
Setelah pertemuan dengan para petinggi organisasi. Feng Tian memilih keluar organisasi dan mengelilingi kota karena kan sayang jika ia sudah datang ke kota terbesar di 5 benua tapi hanya berdiam diri saja tanpa mengelilingi kota.
ia juga menolak untuk tinggal di organisasi karena ia merasa sangat risih dengan tatapan orang yang iri dan meremehkannya. apalagi mereka mencibir jika dirinya mendapatkan kekutan pinjaman dari sebuah artepak makanya ia memilih tinggal di penginapan Samapi acara kompetisi di mulai.
bukannya ia takut dengan mereka yang iri dan meremehkannya, karena jika ia memilih melawan dan membunuh mereka ia yakin ke 7 orang terkuat di organisasi akan melindungi dan mendukungnya. tapi itu juga akan berdampak buruk bagi reputasinya di organisasi.
Feng Tian terus berjalan mengelilingi kota, sambil sesekali ia akan berhenti di beberapa stan makanan atau penjual sovenir untuk membeli beberapa yang membuatnya tertarik.
ia terus berjalan dan sampai ia melihat banyak kerumunan orang yang seperti mengerumuni sesuatu. karena penasaran ia memilih menghampiri nya.
saat ia sampai ia dapat melihat seorang kakak tua yang terbaring di tanah dengan tubuh penuh lebam, dan ada juga beberapa anak muda memakai jubah biru dengan lambang awan di punggung nya. yang sepertinya mereka memukuli pria tua itu. tapi yang membuatnya heran adalah kenapa orang-orang tak ada yang menghentikannya dan malah melihat itu dengan berbisik-bisik.
karena merasa kasian dengan si kakek tua itu Feng Tian melangkahkan kakinya ke depan dan menangkap tangan si pemuda yang hendak memukul pria tua itu. merasa ada yang memegangi tangannya pemuda itu mengalihkan pandangannya dan menatap Feng Tian dengan kesal
" hei... lepas, apa kau ingin ku pukul hah..." ucap pemuda itu marah. bukannya melepaskan nya Feng Tian malah lebih kencang lagi mencengkram tangan pemuda itu.
__ADS_1
krakkk
arrrggh
terdengar suara patah tulang yang begitu nyaring membuat semua orang yang melihat itu terkejut. pemuda itu terduduk dengan memegangi tangannya yang baru saja di patahkan Feng Tian.
" ka~kau beraninya kau... apa kau tak tau siapa aku. aku adalah genus nomor satu dari sekte awan biru ..." ucap pemuda itu sambil menahan nyeri.
Feng Tian yang mendengar itu mengangkat alisnya heran " oh... apa tuan muda dari sekte awan biru sangat lemah, Samapi mengancam orang dengan membawa nama sektenya...." ucap Feng Tian dengan nada mengejek.
dia bukannya tak tau dengan sekte itu. ia tau sekte awan biru adalah sala satu sekte tingkat tinggi yang kekuatannya hanya satu tingkat di bawah tiga kekutan utama. tapi apakah ia harus takut, tentu tidak. jika mereka membalas dendam dengan senang hati ia akan melawan jika ia tak mampu ia hanya cukup meminta bantuan salasatu dari ke 7 Elder organisasi.
" hei bodoh, apa yang kalian lakukan... cepat patahkan kakinya, jika tidak aku akan menghukum kalian...." ucapnya. ke 4 pemuda itu segera saja melesat ke arah Feng Tian dan menyerangnya.
Feng Tian hanya tersenyum tipis melihat mereka yang memilih menghadapinya, padahal mereka bisa melihat ia dapat dengan mudah mematahkan tangan orang yang jauh lebih kuat dari mereka.
__ADS_1
orang-orang yang melihat itu menggelengkan kepala dan mengasihani nasib Feng Tian karena mencari gara gara dengan sekte awan biru. saat semua orang berpikir Feng Tian akan babak belur karena di serang 4 orang di ranah sain suci puncak sedangkan mereka melihat jika kekutan Feng Tian hanya pada tahap sain puncak.
ya mereka tak akan bisa melihat kultivasi Alsi feng Tian karena ia menggunakan teknik yang di ajarkan leluhurnya untuk menyembunyikan kekuatannya bahak. seorang di alam roh surgawi puncak juga tak bisa melihatnya hanya orang di alam roh ilahi saja yang bisa melihat kekutan aslinya.
krakk...
bugghhj..
argghhh
teriakan dan suara patah tulang terdengar sangat jelas di telinga banyak orang dan mereka juga dapat melihat Feng Tian memukuli dan mematahkan tangan dan kaki ke 4 pemuda itu dengan sangat mudah. mereka menggosok mata mereka beberapa kali dan hasilnya memang benar Feng Tian membuat mereka babak belur.
pemuda yang mengaku genius nomor satu di sekte nya membelalakkan matanya tak percaya . bawahannya yang berada di ranah sain suci puncak dapat di kalahkan hanya dalam beberapa menit oleh Feng Tian . bahkan ia saja yang sudah berada di alam roh bumi awal membutuhkan beberapa jam untuk mengalahkan mereka itupun tak separah ini.
sampai tak terasa ia mulai menjauh dan rasa takut mulai menyerang jiwanya, ia tak menyangka orang yang mematahkan tangannya akan sekuat ini.
__ADS_1
Feng Tian mengalihkan pandangan nya pada pemuda tadi dan berjalan mendekatinya. melihat Feng Tian mendekat pemuda itu berusaha menjauh dan segera melesat pergi.
" kau tunggu saja.... aku akan membalas penghinaan ini..." ucapnya dan melesat pergi.