
Feng Tian cukup terkejut ketika melihat kultivasi mereka. ada lima pemuda yang sedang bertarung tiga lawan dua.
dimana tiga orang berada di ranah dewa perak tahap puncak dan dua orang lainnya yang menjadi lawan mereka di ranah dewa emas tahap awal.
pertarungan mereka terlihat seimbang walaupun ketiga pemuda itu harus melawan dua orang yang kekuatannya satu tahap di atas mereka. tapi dengan kerja sama ketiganya yang bagus mereka bisa mengimbangi kedua kawan kuat mereka.
Feng Tian tak berniat membantu mereka karena memang ia tak memiliki hubungan apa pun dengan mereka, lagian ia tak tau yang mana yang salah dan yang mana yang benar.
tak lama ia merasakan beberapa aura yang kuat mendekati ketempat itu. ketika merasakan aura kuat ini ke lima pemuda itu segera mengakhiri pertarungan mereka dan pergi dari sana dengan terburu-buru.
Feng Tian mengerutkan keningnya melihat mereka yang seperti menghindari orang yang baru saja datang itu. saat aura itu semakin dekat Feng Tian bisa melihat ada dua orang yang mendekat ke arahnya.
Feng Tian terkejut ketika melihat kekutan kedu orang itu. " dewa giok tahap akhir dan puncak.... " ucapnya tak percaya padahal dari yang ia lihat keduanya hanya sedikit lebih tua dari dirinya.
kedua orang itu melihat ke arah Feng Tian dengan tajam. mereka saling memandang lalu menganggukkan kepalanya, setelah itu mereka mendekati Feng Tian. melihat mereka yang mendekat ke arahnya Feng Tian segera bersikap waspada pada mereka.
__ADS_1
" salam saudara, apa saudara melihat lima orang melewati tempat ini .... " ucap sala satu dari mereka dengan tersenyum ramah.
melihat itu Feng Tian menghela napas lega tapi ia masih tak menurunkan kewaspadaan karena satu orang lainnya masih menatap Feng Tian dengan tajam dan penuh selidik.
" ya.... tadi merek sempat bertarung di sini,berapi beberapa saat lalu mereka pergi dengan begitu terburu-buru ke arah selatan... " ucap Feng Tian.
" terima kasih saudara .... kalau begitu kami permisi..... " ucap orang tadi dengan ramah lalu mereka melesat ke arah selatan mengejar lima orang tadi.
Feng Tian masih menatap ke arah mereka sampai ia tak melihat mereka lagi. " dari fraksi mana mereka.... setidaknya mereka masih berusia dua puluh tiga tahunan tapi mereka sudah memiliki kekuatan sebesar itu.... sepertinya kedepannya aku harus lebih ber hati-hati ... " ucapnya lalu pergi mendekati kota yang sudah bisa ia lihat dari sana.
sedangkan di tempat kedua orang itu mereka berdua terus melesat mencari kelima orang yang Feng Tian lihat tadi.
orang yang ada di sebelahnya menatap ke arah temannya itu " ya... dia memiliki aura yang sama persis seperti yang nona miliki.... " ucap pria yang berwajah dingin itu.
" apa kau tak merasa curiga dengan pemuda tadi.... bahkan penampilannya sama persis seperti nona ... apa jangan-jangan... " ucapan pemuda ramah tadi terhenti ketika pria berwajah dingin itu memukul kepalanya.
__ADS_1
" jangan asal bicara... kau ingat kan nona pernah bilang jika tak akan ada orang dari ras yang sama dengan nona yang datang ke alam ini... " ucap pria dingin itu.
" aduh, kenapa kau harus memukul kepalaku... lagian aku hanya menebak saja, ... " ucap pria ramah itu dengan kesal.
mereka pun tak memikirkan masalah itu lagi dan menjalankan tugas mereka.
di tempat Feng Tian ia sudah memasuki kota yang ia tuju, kota ini bernama kota Jiang sala satu dari lima kota yang terdapat tanah suci di dalam nya.
di kota Jiang ini tanah suci yang menguasai kota ini adalah tanah suci api abadi . tanah suci abadi adalah tanah suci yang misterius dan jarang berkomunikasi dengan dunia luar.
bahkan ada desas desus jika tanah suci api abadi adalah tanah suci paling kuat dari lima tanah suci yang Ada. dan di kabarkan jika yang memimpin tanah suci ini adalah seorang wanita yang sangat cantik dan anggun. tapi di balik keanggunannya dia juga terkenal sangat kejam pada musuhnya.
Feng Tian berjalan menyusuri kota dengan penuh kekaguman ketika melihat isi dari kota ini " sungguh kota yang indah dan damai ... aura spiritual di sini juga begitu tebal pantas saja ada sebuah tamah suci yang didirikan di kota ini.... " ucapnya.
ia menjadi penasaran pada tanah suci yang menguasai kota ini karena di kenal sangat tertutup dan misterius. tak ada yang mengetahui sekuat apa tanah suci ini. walaupun begitu tak ada yang berani meremehkan tanah suci api abadi ini.
__ADS_1
Feng Tian bisa melihat beberapa pemuda yang memakai jubah putih dengan lambang api berwarna emas di punggung nya. ia bisa menebak jika para pemuda itu adalah anggota tanah suci api abadi. dan kekutan mereka juga tak bisa di remehkan.
karena setiap pemuda dari tanah suci api abadi yang Feng Tian temui semuanya berada di ranah dewa emas tahap puncak bahkan ada yang berada di ranah dewa giok tahap akhir. " tanah suci memang kekutan yang mengerikan... " ucap Feng Tian.