
Tanpa sadar Lian Ning menganggukkan kepala " ia dia sangat tampan dan gagah ...." ucapnya tanpa ia sadari.
lu Jingyi tersenyum mendengar itu, terbersit sebuah pemikiran di benaknya. " apa kau menyukainya ning'er..." tanyanya lagi.
" ia aku menyukainya ... hanya saja ia selalu bersikap dingin dan susah di dekati, apalagi ia adalah pria senior shui Ling...." ucap Lian Ning.
lu Jingyi tersenyum, Lian Ning yang baru menyadari ucapannya segera menutup mulutnya dengan wajah yang merona merah " guru kau memgerjaiku...." ucapnya kesal.
" kapan guru mengerjai mu.... guru hanya bertanya saja ...." ucap lu Jingyi dengan tersenyum .
" guru...." ucap Lian Ning tak bisa melanjutkan ucapannya, ia begitu malu karena mengakui perasaan nya di depan gurunya.
" hehehe tenang saja guru tak akan memberitahu kan hal ini pada tuan muda.... hanya saja jika kau benar benar menyukainya kau harus bekerja keras .... asal kau tau saja latar belakang tuan muda sangat kuat ...." ucap lu Jingyi.
mendengar itu Lian Ning mengalihkan tatapannya pada lu Jingyi. " bukan kah tuan muda anak dari pemimpin organisasi sebelum nya ...." ucap nya ia tak mengerti maksud gurunya ini.
" tidak, tuan kai hanyalah ayah angkatnya lebih tepatnya tuan kai adalah paman dari tuan muda.... sedangkan orang tua tuan muda mereka berasal dari kekuatan yang sangat kuat. bahkan organisasi pagoda bintang kami hanyalah sala satu bawahan dari mereka...." ucap lu Jingyi.
" ini .." Lian Ning terisak ia tak menyangka jika organisasi yang menyandang gelar Paksi terkuat di bintang Sheng ini hanyalah bawahan dari Paksi lain . ia sampai berpikir sekuat apa Paksi yang mampu membuat Paksi kuat seperti organisasi pagoda bintang tunduk di bawah kakinya.
__ADS_1
lu Jingyi hanya tersenyum melihat Lian Ning yang berpikir keras. ia tak bermaksud menjelaskan semuanya pada Lian Ning dan membiarkan Lian Ning mengetahuinya sendiri seiring berjalannya waktu.
" bibi lu.... ada keperluan apa kau mendatangi ku...." saat mereka berdua mengambil Feng Tian datang menghampiri mereka.
Lian Ning terdiam melihat penampilan Feng Tian. walaupun ia di basahi keringat tapi hal itu malah menambahkan kesan gagah dan menggoda bagi para gadis.
" tidak ada hal penting.... bibi hanya merindukan tuan muda kecil bibi ini...." ucap lu Jingyi.
" bibi sudah ku bilang jangan panggil aku tuan muda kecil.... aku bukan anak kecil lagi...." ucap Feng Tian sedikit kesal.
" hehehe di mata bibi kau tetaplah anak kecil walaupun kau sudah berusia ratusan tahun...." ucap lu Jingyi.
lu Jingyi terdiam sesaat. " dasar bocah kecil.... apa maksudmu sekarang bibi sudah tua...." ucap lu Jingyi.
" ya benar, bukankah bibi sudah berusia lebih dari dua ribu tahun ...." jawab Feng Tian.
plak ..
satu tamparan mendarat dengan mulus di pipi Feng Tian. " aduh kenapa bibi malah menamparku..." ucap Feng Tian mengaduh memegang pipinya yang memerah.
__ADS_1
" kau sudah berada di tingkat setengah langkah God realm apa pukulan pelan dari wanita cantik ini bisa membuat mu terluka...." ucap lu Jingyi dengan tersenyum manis.
senyumnya sangat manis dan dapat membuat semua pria yang melihatnya tergila gila pada nya tapi tidak bagi Feng Tian. baginya senyuman itu sungguh mengerikan bahkan jauh mengerikan daripada di kepung oleh pasukan binatang buas.
" bi bibi aku hanya bercanda.... mana mungkin bibiku yang cantik ini di sebut wanita tua....." ucap Feng Tian tersenyum .
" huh... bibi tau bibi ini sangat lah cantik kau tak perlu memuji bibi...." ucap lu Jingyi dengan bangganya.
Feng Tian hanya tersenyum kecut mendengar itu. sedangkan Lian Ning ia hanya diam melihat mereka berdua. ia tak menyangka jika Feng Tian yang selalu bersikap dingin dan acuh pada semua orang akan bersikap berkebalikan pada gurunya .
" sepertinya apa yang di katakan Kaka benar, tuan muda hanya akan bersikap hangat pada orang terdekatnya saja...." gumamnya.
mereka menghabiskan waktu di halaman kediaman Feng Tian. banyak hal yang mereka bicarakan di sana dan kebanyakan hanya Feng Tian dan lu Jingyi saja yang bicara dan kadang saling bercanda sedangkan Lian Ning ia hanya menjadi pendengar. kadang ia ikut tertawa ketika mendengar sesuatu yang lucu dan ia akan ikut berbicara jika lu Jingyi menanyainya.
tak terasa waktu bergulir dengan cepat satu Minggu berlalu dengan sekejap. hari ini adalah hari di mana istana kekaisaran dan organisasi pagoda bintang cabang melakukan pertemuan.
semua orang penting dari kedua belah pihak sudah berkumpul tapi mereka masih belum memulai pertemuan karena masih menunggu dua orang, yaitu Feng Tian dan lu Jingyi.
saat mereka berbincang bincang ringan pintu aula terbuka dan terlihat 2 sosok memasuki ruangan. saat melihat ke dua orang itu segera semua orang berdiri tapi tidak dengan para eselon inti dari organisasi pagoda bintang cabang. mereka langsung berjalan menghampiri ke dua orang itu.
__ADS_1