Kaisar Tertinggi

Kaisar Tertinggi
menyerang istana kekaisaran


__ADS_3

Cu Lian segera sampai di atas langit kekaisaran. ia menatap ke tajam ke bawah di mana istana kekaisaran berada samar samar ia bisa merasakan aura kegelapan yang sama yang di miliki orang orang dari alam diyu.


" jadi seperti itu..... selama ini mereka di bantu oleh alam diyu, pantas kekuatan mereka semakin bertambah cepat akhir akhir ini..... " ucap Cu Lian.


yang lainnya yang mendengar itu menunjukan wajah terkejut dan kakek pangeran ke 4 menghela napas. dulu ia berjuang keras dengan kaisar terdahulu untuk membangun kekuatan bagi istana kekaisaran dan sekarang ia sendiri yang akan menghancurkan kekuatan yang telah ia bangun selama ribuan tahun ini.


" hah.... takdir memang sudah di prediksi....." gumamnya. lalu melihat ke suatu arah tak jauh dari istana kekaisaran. dari arah sana melesat 4 sosok ke arah mereka.


WUSSS


ke 4 sosok itu sampai dan memperlihatkan pangeran ke 4 dan tiga orang berjubah putih emas satu wanita paruh baya dan dua pria tua.


" kakek...." ucap pangeran ke 4 dan menghampiri kakeknya.


" dasar anak bodoh kenapa kau kemari....." bentak kakek Zhou.


" aku ingin ikut bertarung dengan kakek.... lagian aku sudah berada di alam roh ilahi puncak kakek tak perlu khawatir lagi....." ucap pangeran ke 4. kakek Zhou hanya bisa menghela napas pelan ia sekarang tak bisa menghentikan cucunya lagi karena ia sudah tumbuh dewasa.


" kakek Zhou... anda tak perlu khawatir biarkan saudara Zhao Wei ikut bertarung, saya akan ada di dekatnya ...." terdengar suara seorang pemuda dari belakang mereka kakek Zhou melihat ke belakang dan yang berbicara adalah Feng Tian.

__ADS_1


" tapi Tian muda itu akan merepotkan Anda...." tolak kakek Zhou.


" tak apa.... lagian bukan kah ini bagus untuk pengalaman bertarung saudara Wei...." ucap Feng Tian dengan tersenyum.


" kakek Zhou tenang saja.... kami juga akan membantu saudara Wei jika ia dalam kesulitan..." kali ini yang berbicara adalah Cu Jang.


melihat banyak yang mendukung pangeran ke 4 untuk ikut bertarung Kakek Zhao tak bisa berbuat banyak dan memperbolehkan pangeran ke 4 ikut bertarung. lagian ia percaya dengan kekuatan cucunya apalagi dia akan di bantu oleh Feng Tian dan ke 10 bawahannya yang mana mereka semuanya adalah seorang king realm.


" terima kasih saudara Feng....." ucap pangeran ke 4 dengan tersenyum ramah. Feng Tian membalas senyuman pangeran ke 4 dan mengajaknya ikut bersamanya.


" kalian ber 3 terus awasi pangeran ke 4, jika ada sesuatu yang mengancam nyawanya segera bawa di pergi...." ucap kakek Zhou pada ke 3 orang yang ikut bersama pangeran ke 4 tadi.


" baiklah jangan menunggu lama lagi.... serang istana kekaisaran jangan biarkan seorang pun lolos....." ucap Cu Lian. segera saja semua orang mengeluarkan aura mereka dan melesat ke arah istana kekaisaran sambil mengeluarkan serangan.


WUSSS


BOOMM


BOOMM

__ADS_1


ledakan demi ledakan terdengar memekakkan telinga dan membuat panik semua penghuni istana kekaisaran. di dalam sebuah ruangan terlihat seorang pria tampan berjubah emas memakai mahkota kaisar dia adalah kaisar Zhao,


ia sedang bercengkrama dengan adik nya yaitu Zhao Mei. tanpa mempedulikan tatapan dari semua orang di ruangan itu yang melihat kelakuan mereka . mereka terus melakukan keintiman mereka bahkan tak segan mereka saling berciuman bahkan sekarang posisi Zhao Mei duduk di pangkuan kaisar Zhao dengan pakaian di bagian dadanya yang terbuka dan tangan kaisar Zhao yang memainkan ke dua melon Zhao Mei.


" ahhh~.... Kaka kau terlalu bersemangat...... ini masih di luar tunggu nanti saja di kamer...." ucap Zhao Mei dengan tak tau malu.


" ugh.... kau terlalu menggoda adik Mei, aku tak bisa menahannya lagi...." ucap kaisar Zhao lalu ia menurunkan pakaian atas Zhao Mei dan melahap dengan rakus kedua gunung kembar nya.


orang-orang yang ada di sana terlihat biasa saja dan tak mempermasalahkan aksi mereka seakan mereka sudah biasa dengan pemandangan seperti ini.


di saat kaisar Zhao tengah asih dengan aktivitas nya tiba tiba seorang prajurit masuk ke ruangan dengan mendorong pintu dengan keras.


" lapor yang mulia.... di luar ada penyerangan dan banyak pasukan kita yang terbunuh bahkan sala satu jendral besar juga tewas...." ucap prajurit itu dengan hati yang berdebar dan wajah yang memerah melihat tubuh bagian atas Zhao Mei yang tak tertutup benang sehelai pun.


" CK.... bajingan mana yang berani menyerang istana kekaisaran..... " Raung nya marah dan melepaskan ke dua tangannya dari gunung kembar Zhao Mei. " kalian urus bajingan itu dan bawa ke hadapan ku...." ucapnya menatap 7 orang yang ada di sebelah kanannya.


" baik yang mulia...." ucap ke 7 orang itu lalu menghilang dari sana.


" Zhao jin pergi bantu mereka ....." ucap kaisar Zhao. ia masih belum tenang jika tak mengirim sala satu dari 5 orang terbaiknya. dan Zhao jin ini dia adalah seorang panglima termuda dari 5 panglima utama.

__ADS_1


__ADS_2