Kaisar Tertinggi

Kaisar Tertinggi
[ kaisar tertinggi chap : 175 ]


__ADS_3

Setelah selesai dari sana Feng Tian langsung pergi ke kediaman klan shui, sepanjang perjalanan selalu saja ada orang yang menatapnya dengan hormat karena identitasnya sudah menyebar dengan cepat di kota ini.


tak butuh waktu lama bagi nya untuk sampai di kediaman klan shui, Feng Tian langsung di sambut dengan ramah oleh penjaga karena mereka sudah tau siapa Feng Tian, yaitu calon menantu klan mereka yang akan menikah dengan nona muda mereka.


" selamat datang tuan muda, silahkan ikut saya ...." kata seorang penjaga dan membawa Feng Tian ke kediaman patriak shui Ceng.


saat melewati orang orang klan shui Feng Tian selalu mendapatkan sapaan dan salam dari mereka. ia pun membalas nya dengan tersenyum ramah.


" tuan muda tunggu sebentar, saya akan memanggil patriak ..." ucap penjaga itu.


Feng Tian hanya mengangguk saja.


" walaupun aku tak mengunjungi tempat ini selama dua bulan atau lebih tapi klan shui mengalami peningkatan besar.... aku bisa merasakan jika mereka setidaknya memiliki 5 orang ahli king realm..... " gumam nya sambil melihat sekeliling.


tak lama kemudian penjaga itu pun kembali tapi ia tak sendiri karena di depannya berjalan seorang pria paruh baya yang tak lain adalah patriak shui Ceng.


" nak Tian, sudah lama tak bertemu..... " ucap shui Ceng sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


" salam paman.... seperti yang pernah aku katakan waktu itu, aku akan kembali untuk melamar shui Ling ....." ucap Feng Tian.


patriak shui Ceng yang mendengar itu terdiam, senyum di wajahnya seketika menghilang dan di gantikan dengan wajah serius. " nak Tian ikut aku, ada sesuatu yang ingin ku sampaikan padamu....." ucapnya dan langsung berbalik pergi. Feng Tian yang melihat itu menjadi penasaran dengan perubahan sikap itu.


* * * * * * * * * *


saat ini Feng Tian sedang duduk termenung di bawah pohon pinggir danau, setelah rencananya ia menemui sang pujaan hati untuk melamarnya tapi siapa sangka jika sang pujaan hati tak ada di tempatnya.


" ling'er tunggu aku, tak lama lagi aku akan menyusul mu dan menjemputmu pulang bersamaku....." ucapnya sambil menatap indahnya langit berbintang.


" Tao peduli sekuat apa mereka, aku pasti akan menjemputmu ..." ucapnya lalu ia bangkit berdiri dan melesat ke arah barat, arah yang menuju ke kekaisaran.


dua hari berlalu dan sekarang Feng Tian berdiri di depan sebuah gerbang yang megah walaupun tak semegah gerbang organisasi pagoda bintang nya. tapi ia cukup mengaguminya.


antrian untuk masuk ke ibukota sangat panjang dan Feng Tian berada di posisi pertengahan jika ia tetap menunggu dan mengantri bisa jadi sore ia baru bisa masuk ke dalam kota. " hah hanya bisa menggunakan itu...." ucapnya lalu keluar dari antrian dan berjalan ke arah gerbang.


para pengunjung lain yang melihat Feng Tian menerobos antrian hanya mengerutkan kening karena mereka tau penjaga di ibukota sangat kejam siapapun yang menerobos antrian dia akan mendapatkan nasib siala.

__ADS_1


" hei kau, jika ingin masuk ke dalam kota mengantri lah....." ucap seorang penjaga saat Feng Tian menghampiri mereka.


" aku sedang biru buru jadi tak bisa mengantri...." ucap Feng Tian.


" cih.... coba tunjukan identitasmu jika kau ingin mengantri.... asal kau tau hanya seorang elit yang bisa masuk tanpa mengantri di kota ini...." ucap penjaga .


Feng Tian mengangguk dan mengeluarkan lencana giok nya dan menunjukan nya pada para penjaga itu. para penjaga itu mengambilnya dengan cara yang kasar dan melihatnya. saat mereka melihat sebuah kencana yang terbuat dari giok putih suci dengan lambang pagoda di sana mereka langsung membeku.


dengan tangan bergetar mereka mengembalikan lencana itu pada Feng Tian. " tuan maafkan atas ketidak nyamanan tadi ... silahkan anda boleh masuk...." ucap seorang penjaga dan mempersilahkan Feng Tian masuk.


Feng Tian dengan senang hati masuk ke dalam dengan di saksikan para pengunjung lain yang menetapnya dengan mata melotot. mereka tak menyangka jika para penjaga ibukota yang terkenal kejam dan sangat akan bersikap begitu hormat dan ramah saat pemuda itu menunjukan sesuatu pada mereka.


" hai kau kenapa dia di perbolehkan masuk begitu saja sedangkan kami harus mengantri di sini....." ucap seorang gadis muda yang memakai pakaian mewah.


penjaga itu melihat pada gadis muda itu, " maaf nona Xiao tapi identitasnya bahkan lebih tinggi dari kaisar sendiri jadi kami tak bisa berbuat apapun...." ucapnya.


gadis yang bernama Xiao itu pun hanya mendecakkan lidahnya dengan kesal. " setatus apa sampai ia bisa masuk ke sana dengan mudah sedangkan aku saja sebagai nona muda dari keluarga bangsawan Ling harus menunggu panas panasan di sini, sungguh menyebalkan...."

__ADS_1


__ADS_2