
Mendengar itu wajah Feng Tian menjadi gelap .
hal yang paling tak dia sukai adalah orang yang berani menantangnya secara terbuka bahkan berani bersikap sombong dan sok berkuasa di hadapannya. orang seperti inilah yang paling tak di sukai Feng Tian.
dengan kesal Feng Tian kembali ke kediamannya, ia pergi ke halaman belakang yang ada di kediamannya.
Feng Tian duduk di bangku yang ada di sana dan menatap jauh ke langit. " hah .... selalu saja ada masalah di setiap perjalananku, apakah tak bisa aku dengan tenang meningkatkan kekuatanku .... setelah ini aku harus pergi ke daerah Utara demi mencari bahan terakhir untuk membuat Pill giok suci, dan aku tak ingin mengajak Wang Yihan karena itu terlalu berbahaya baginya .... dan lagi, aku tak ingin menyakiti perasaannya dengan memberi harapan palsu .... " ucapnya dengan menghela napas pelan.
Feng Tian kemudian menutup matanya untuk bermeditasi supaya pikirannya jauh lebih tenang. sekaligus ia menunggu waktu sampai pertandingan hidup dan mati antara dirinya dan Shi yuhao di mulai nanti sore.
berita tentang sala satu murid elit sekte samudra membuat para murid dan penatua begitu penasaran. mereka mengetahui seberapa kuat Shi yuhao ini.
dan yang membuat mereka penasaran adalah kawan Shi yuhao yaitu Feng Tian yang di kenal sebagai pemuda tanpa asal usul. tapi para penatua inti tau siapa itu Feng Tian seorang tamu terhormat yang di undang langsung patriak Wang.
para penatua inti juga tau jika Feng Tian seorang alkemis tingkat tinggi dan mereka begitu menghormatinya apalagi mereka mengetahui tingkat kultivasi Feng Tian yang sebenarnya karena mereka memang berada di atas Feng Tian mengenai hal kultivasi.
di kediaman patriak Wang, dia sangat kaget ketika mendengar kabar jika muridnya menantang Feng Tian dalam kompetisi hidup dan mati.
__ADS_1
" dasar murid bodoh.... kenapa dia menantang Feng Tian dalam kompetisi hidup dan mati, apa dia sudah bosan hidup .... " ucap patriak Wang dengan gerak.
" hah.... sudah ku katakan padamu jangan terlalu bersikap lembut pada muridmu itu, dan lihatlah sekarang apa yang dia lakukan.... " ucap penatua agung.
" hah ... murid bodoh itu membuatku semakin pusing saja .... " ucap patriak Wang lalu ia berdiri dan bersiap pergi.
" mau kema kau sekarang ... " tanya penatua agung.
" tentu saja menemui murid bodoh itu, aku harap dia mau mendengarkan nasehatku dan membatalkan niatnya... " ucap patriak Wang lalu pergi dari sana.
" hais.... kenapa semua orang dari klan Shi sama semua... aku harap klan Shi tak akan meminta pertanggung jawaban jika Shi yuhao mati nanti.... " ucap penatua agung dengan mendesah pelan.
brak...
patriak Wang langsung mendobrak pintu kamar Shi yuhao, dan ia bisa melihat pemandangan memalukan di kamar Shi yuhao. wajahnya menggelap ketua melihat kelakuan Shi yuhao.
bagaimana tidak, ia saja begitu pusing ketika mendengar Shi yuhao menantang Feng Tian dalam panggung hidup mati. tapi murid bodongnya ini malah terlihat dalam posisi yang membuatnya semakin marah saja.
__ADS_1
mana mungkin ia tak marah ketika melihat Shi yuhao yang sedang berduaan dengan murid perempuan di sektenya. apalagi keadaan mereka yang tak memakai pakaian dan posisi yang begitu intim.
" Gu... guru.... " ucap Shi yuhao dengan terkejut. dengan segera ia berdiri dan menarik selimut menutupi tubuhnya dan gadis yang ada di bawah tubuhnya.
" ada apa guru ke kediaman ku... " ucap Shi yuhao dengan entengnya.
" dasar murid sialan.... aku begitu khawatir padamu karena menantang Feng Tian tapi kau malah melakukan hal yang menjijikan ini bersama seorang gadis.... " ucap patriak Wang dengan murka.
Shi yuhao hanya diam sedangkan gadis itu tubuhnya bergetar ketika melihat kemarahan patriak Wang. ia bersembunyi di belakang tubuh Shi yuhao dengan ketakutan.
Shi yuhao memang sering melakukan hubungan intim dengan beberapa gadis di sekte dan gadis yang ada di kamarnya sekarang adalah gadis yang paling sering berhubungan dengannya. karena gadis itu adalah gadis tercantik ke dua setelah Wang Yihan di sekte ini, dan tentu saja Shi yuhao tak akan melepaskan gadis itu begitu saja.
" guru apa ini adalah urusanku jadi aku tak akan membatalkan niatku untuk menantang bajingan itu ... " ucap Shi yuhao ketika mengetahui maksud gurunya mendatangi kediaman ya .
" brengsek, kau sungguh menjijikan .... mulai sekarang jangan panggil aku dengan sebutan guru lagi... " ucap patriak Wang lalu pergi dari sana.
ia tentu saja tak akan menerima seorang murid yang menjijikan seperti Shi yuhao yang sudah bermain dengan banyak wanita. ia begitu menyesal karena telah menjadikan Shi yuhao sebagai muridnya. dengan marang patriak Wang meninggalkan kediaman Shi yuhao.
__ADS_1
sedangkan Shi yuhao begitu terkejut ketika mendengar jika patriak Wang sudah tak menganggapnya murid