Kaisar Tertinggi

Kaisar Tertinggi
[ chap. 262 : mencoba menepati janji ]


__ADS_3

" sial, dasar orang tua sialan .... berani sekali dia membuang ku.... lihat saja setelah aku menghabisi pemuda sialan itu aku akan membuat Yihan berada di pelukan ku dan membuatnya menderita.... " ucap Shi yuhao dengan penuh amarah.


" Kaka yuhao, tenanglah .... bagaimana jika kita lanjutkan saja kegiatan kita.... " ucap gadis yang ada di belakangnya. dengan tangannya yang ramping ia meraba dada Shi yuhao dan mulai turun ke **** ***** nya .


Shi yuhao membalikan badannya dan tersenyum mesum menatap gadis itu " kau memang paling mengerti aku adik Mei ... " ucap Shi yuhao seketika ia melupakan jika sekarang ia sudah buka lagi murid dari patriak Wang.


Shi yuhao segera menyambar dan menerkam Qian Mei. dan akhirnya mereka pun melakukan hubungan intim dengan begitu panas dan penuh gairah. suara keduanya yang menikmati kebersamaan itu begitu menggema di kediaman Shi yuhao.


sedangkan patriak Wang ia pergi kembali ke kediamannya dengan perasaan yang penuh marah. " dasar murid menjijikan... aku tak menyangka jika ia begitu brengsek dengan melakukan hal menjijikan seperti itu.... " ucapnya.


sekarang ia tak peduli dengan nasib Shi yuhao yang sudah di pastikan akan mati di tangan Feng Tian di pertarungan hidup dan mati nanti sore.


di kediaman Wang Yihan ia juga terkejut ketika mendengar jika Shi yuhao menantang Feng Tian di panggung hidup dan mati.


bukan Shi yuhao yang ia khawatir tetapi Feng Tian. ia takut jika sesuatu hal buruk akan terjadi pada Feng Tian di pertandingan nanti. dan sejenak ia melupakan jika Feng Tian memiliki kekuatan yang menyamai para penatua di sekte ini.

__ADS_1


" Shi yuhao sialan.... aku harus menemui saudara Feng .... " ucap Wang Yihan lalu segera pergi ke kediaman Feng Tian.


sesampainya ia di kediaman Feng Tian ia langsung masuk dan mencari keberadaan Feng Tian. ketika ia melihat Feng Tian yang duduk bermeditasi di halaman belakang kediamannya ia segera menghampirinya.


Feng Tian membual matanya ketika merasakan kehadiran seseorang di kediamannya. ia tau siapa orang itu dari aura yang ia rasakan. " ada apa nona Yihan mendatangi kediaman Ku... " ucapnya tanpa melihat ke arah Wang Yihan.


" saudara Feng apa benar kau dan Shi yuhao akan melakukan pertarungan hidup dan mati nanti sore .. " ucap Wang Yihan dengan khawatir.


" benar... memangnya kenapa.... " ucap Feng Tian dan berbalik melihat ke arah Wang Yihan.


" menolaknya.... apa kau bercanda, jika kau hanya ingin membicarakan hal ini sebaiknya kau pergi dari sini... " ucap Feng Tian lalu berbalik dan kembali meditasi.


Wang Yihan yang melihat sikap Feng Tian yang begitu dingin padanya hanya bisa menghela napas. " apa sebegitu tak sukanya kau padaku, apakah tak ada sedikitpun perasaan yang kau miliki terhadap ku... " ucap Wang Yihan dengan pelan.


Feng Tian terdiam mendengar pertanyaan itu. ia menghela napas pelan lalu membalikan badannya melihat ke arah Wang Yihan dengan tatapan dingin. " memangnya kau siapa Samapi aku harus memiliki perasaan padamu... " ucapnya .

__ADS_1


Wang Yihan terdiam ketika mendengar itu, matanya berkaca-kaca hatinya begitu sakit ketika mendengar kata yang keluar dari mulut Feng Tian. ia menatap pakaiannya dengan kuat , tanpa sepatah katapun ia membalikan badannya dan keluar dari kediaman Feng Tian.


Wang Yihan berlari kembali ke kediamannya dengan hati yang begitu hancur, sesampainya di kediamannya ia langsung memasuki kamarnya dan mengunci dirinya.


" dasar brengsek, kenapa dia begitu mudah mengatakan hal itu padaku...." ucapnya sambil membaringkan dirinya dan menangis.


" Wang Yihan kau ini begitu bodoh Samapi menyukai pria tak berhati sepertinya.... " ucapnya lagi sambil terus menangis.


sedangkan di tempat Feng Tian ia masih menatap ke arah Wang Yihan pergi dengan perasaan yang bersalah. " maaf kan aku Yihan... aku tak ingin menyakiti perasaan mu begitu jauh lagi, kita tak mungkin bisa bersama karena aku sudah berjanji tak akan menerima wanita lain lagi dalam hidup ku... " ucap Feng Tian.


Feng Tian juga merasakan hatinya sakit ketika melihat Wang Yihan tadi yang akan menangis. ia tak bisa mengelak jika ia juga menyukai Wang Yihan. entah kenapa setelah bertemu dengan wanita itu ia merasa perasaan akrab dan seakan mereka pernah bertemu sebelumnya . dan ia tak ingin menjauh dari Wang Yihan tapi apa boleh buat ia sudah berjanji pada Guan Xing untuk tak melirik wanita lain lagi dan tak mungkin ia mengingkari janjinya itu.


* * * * * * * * * *


waktu berlalu begitu saja dan kini adalah waktu yang paling di tunggu oleh semua murid sekte samudra. mereka begitu penasaran dengan orang yang di tantang Shi yuhao.

__ADS_1


di arena hidup mati sudah penuh dengan para murid bahkan di sana juga terlihat Parwa penatu ayang ingin menyaksikan pertandingan ini. bahkan patriak Wang dan penatua agung juga datang untuk melihat hal ini.


__ADS_2