
Di dalam kota Feng Tian tak langsung mencari penginapan ia memilih pergi ke kedai makanan terlebih dahulu kebetulan sudah lama ia tak merasakan enaknya makanan.
" selamat datang di kedai sederhana kami tuan, ada yang bisa saya bantu....." ucap seorang gadis kecil sekitar 14 tahunan. ia menyambut kedatangan Feng Tian dengan bersemangat dan wajah berseri.
hal itu cukup wajar karena kedai sederhana ini jarang kedatangan pengunjung. Feng Tian memilih duduk di dekat jendela yang mengarah langsung ke arah ramainya pejalan kaki. " tolong bawakan masakan terenak di sini ....." ucapnya.
gadis kecil itu pun mengangguk patuh dan segera pergi ke belakang dengan berlari kecil. Feng Tian menggelengkan kepalanya melihat kelakuan gadis itu. ia jadi merasa penasaran bagaimana rupa dari adik kandungnya yang tak pernah ia lihat. dari yang di katakan Xin nian jika ia memiliki seorang adik perempuan yang hanya berselisih dua tahun dengan nya .
" aku menjadi tidak sabar bertemu mereka.... apa mereka juga merindukan ku di sana ...." gumam Feng Tian. tak lama pesanan yang ia pesan datang Feng Tian menikmati makanan nya dengan santai. ia tak menyangka jika makanan di kedai kecil ini bisa seenak ini.
" makanan di sini enak semua, tapi kenapa tidak ada pengunjung yang datang ...." ucap Feng Tian heran. tapi saat ia melihat ke luar jendela dan melihat jika di sebrang sana juga ada rumah makan dan kondisi bangunan di sana bisa di katakan cukup mewah sedangkan kedai sederhana ini bisa di katakan bangunan nya cukup tua.
Feng Tian menyelesaikan makan nya dan meletakan sekantong koin emas di atas meja lalu pergi tanpa sepengetahuan pemilik kedai. tak berselang lama gadis kecil itu kembali dengan membawa makanan lainnya.
__ADS_1
" Kaka tampan, ini adalah masakan khusus untuk mu dari ibu ku karena mengunjungi tempat kami....eh... kemana dia...." gadis kecil itu mengitari pandangannya tapi tak menemukan Feng Tian. ia menghampiri meja dan melihat jika ada kantong koin di sana.
saat gadis kecil itu mengambilnya dan melihat isinya ia membelalakkan matanya dengan sempurna. " astaga... ini... ini banyak sekali koin emas nya ...." ucapnya dengan tangan bergetar lalu segera berlari ke belakang menemui ibunya.
di posisi Feng Tian ia sekarang sedang berjalan menuju cabang organisasi pagoda bintang yang ada di benua timur ini, ia tak pernah sekalipun pergi ke sini jadi sekalian dia ada di benua ini ia memeriksa cabang organisasi di sini.
saat ia sampai di depan gerbang organisasi pagoda bintang cabang ia dapat melihat jika para penjaga di sana semuanya adalah ahli spirit realm ia menganggukkan kepalanya cukup puas dengan keadaan organisasi pagoda bintang cabang ini. ia berjalan mendekati gerbang dengan santai.
Feng Tian tak mempedulikan mereka dan terus mendekat saat ia sudah sampai di depan mereka ia langsung di suguhkan dengan berbagai macam senjata yang di acungkan kepadanya. ia tak marah malah ia tersenyum.
ia merogoh jubahnya dan mengeluarkan lencana giok putih pertanda jika ia anggota inti dari organisasi pagoda bintang pusat.
saat para penjaga melihat lencana itu tubuh mereka mematung dengan segera mereka menurunkan senjata mereka dan membungkuk ke arah Feng Tian dengan penuh hormat " maafkan kesalahan kami karena tak mengenali tuan yang agung ini...." ucap mereka.
__ADS_1
." lupakan saja, bawa aku menemui pemimpin organisasi cabang ini ....." ucap Feng Tian.
para penjaga itu mengangguk dan segera satu dari mereka memimpin jalan masuk ke dalam lingkungan organisasi, di perjalanan Feng Tian dapat melihat banyak generasi muda yang berlalu lalang dan ada juga yang berlatih memang di organisasi cabang ini generasi mudanya tak se jenius. di organisasi pusat. kebanyakan yang Feng Tian lihat mereka masih berada di ranah saint dan saint suci.
hanya sedikit generasi muda yang sudah mencapai spirit realm. " tidak buruk..... walaupun hanya sedikit yang berada di ranah alam roh bumi tapi tapi itu tak terlalu buruk...." ucap Feng Tian pelan.
penjaga yang memimpin jalan tubuhnya menegang. ' tidak buruk, padahal ada banyak generasi muda yang mencapai alam roh tapi kenapa tuan ini bilang tidak buruk..... apa di cabang lain atau di pusat ada yang jauh lebih jenius dari mo gui ....' batin penjaga itu.
Feng Tian melihat penjaga itu dan tersenyum " sepertinya aku harus memanggil mereka...." ucapnya lalu ia mengirim pesan lewat batu komunikasi. tak lama batu komunikasi bergetar pelan dan bercahaya pertanda jika ada balasan dari sana. saat mendengar isi pesan itu Feng Tian mengangguk pelan.
tak berselang lama mereka sampai di sebuah kediaman yang megah, penjaga itu mengetuk pintu lalu ia masuk ke dalam selang beberapa menit ia keluar kembali dan menghampiri Feng Tian.
" tuan ketua dan para Elder menunggu anda di dalam...." ucap penjaga itu.
__ADS_1