Kaisar Tertinggi

Kaisar Tertinggi
babak final (2)


__ADS_3

Sedangkan Yuan Shao hanya tersenyum mendengar Zhao GU yang menyatakan tantangannya. dengan langkah santai ia memasuki arena dengan senyuman yang tak luntur dari wajah tampannya . banyak gadis muda yang berteriak histeris saat melihat senyuman Yuan Shao.


ya begitulah Yuan Shao sala satu genius teratas yang di kenal ramah dan murah senyum , apalagi sikapnya sangat sopan dan lembut membuat banyak gadis muda yang tergila gila dengan sikapnya yang sangat lembut pada orang lain. tapi satu yang mereka tak tau di balik sikap lembut dan ramahnya terdapat jiwa yang mengerikan di dalamnya. apalagi jika itu menyangkut orang yang Yuan Shao sayangi ia akan berubah jadi iblis dari seorang malaikat.


Bing Hua di tempatnya tersenyum melihat muridnya itu. ia merasa bangga dengan dengan Yuan Shao karena sudah memberikan banyak kejutan padanya. apalagi ia sudah menganggap Yuan Shao sebagai anaknya sendiri. dulu ia menemukan Yuan Shao di sebuah hutan saat menjalankan misi. pada saat itu Yuan Shao masih berusia 5 tahun dengan kondisi yang memprihatinkan jadi ia memutuskan membawanya ke organisasi dan merawatnya.


seiring pertumbuhannya Yuan Shao menjadi anak yang penurut dan penyayang apalagi pada Bing Hua yang sudah ia anggap sebagai ibunya. Yuan Shao juga memilki elemen yang sama dengan Bing Hua maka dengan itu Bing Hua mengangkatnya menjadi murid apalagi mereka juga memiliki tipe tubuh yang sama yaitu tubuh teratai es abadi yang dapat menguasai es abadi yang tak akan pernah mencari walaupun di bakar oleh apa surgawi hanya api suci yang dapat melelehkannya bahkan elemen es mereka jauh lebih kuat dari elemen es Phoenix es.


Yuan Shao dan Zhao GU saling berhadapan satu sama lain. panglima tertinggi menghampiri mereka berdua dan berdiri di antara keduanya.


" apa kalian siap....." ucap panglima . mereka berdua menganggukkan kepalanya tanda jika sudah siap. " baiklah babak final pertarungan pertama antar Zhao GU dan Yuan Shao di.... mulai...." ucap panglima lalu terbang dari arena ke pinggir arena.


" mohon bimbingannya....." ucap Zhao GU lalu mengeluarkan pedang nya yang merupakan senjata tingkat langit tinggi. Yuan Shao juga mengeluarkan senjatanya dan bersiap menerima serangan Zhao GU.


BOOMM

__ADS_1


ledakan yang cukup nyaring terdengar di tengah arena mereka berdua sama sama mundur ke belakang dan melesat kembali ke depan . pertandingan mereka semakin sengit apalagi mereka hanya berselisih satu tingkat dan Zhao GU bisa melawan satu tingkat di atasnya .


" teknik pedang jiwa : pemusnah jiwa....."


" teknik es abadi : badai es....."


mereka berdua meneriakkan nama terunik mereka hampir bersamaan . teknik Zhao GU menghasilkan sebuah lesatan berbentuk bulan sabit berwarna ungu . sedangkan teknik Yuan Shao menghasilkan sebuah lesatan putih cerah dengan hawa dingin dengan membekukan apapun yang di laluinya.


bommm


serangan mereka beradu dan hancur berkeping keping. para p nonton menahan napas mereka saat melihat arena yang sudah hancur dan ke dua peserta yang melayang di atas arena . mereka berdua kembali melesat dan bertarung di udara.


" teknik es abadi : penjara abadi....."


Yuan Shao mengeluarkan teknik nya lagi dan seketika di bawah kaki Zhao GU mulai terbentuk serpihan es yang semakin lama lapisan es itu semakin menjalar ke atas dan menutupi sebagian tubuhnya. Zhao GU sudah mencoba menghancurkan es tersebut tapi sayang semua usahanya tak berhasil . bahkan ia sudah mengeluarkan elemen apinya tapi itu percuma ia malah merasakan jika rasa dingin semakin tinggi dan mulai membekukan darah nya.

__ADS_1


" pertarungan yang menyenangkan .... tapi maaf aku harus mengakhiri ini...." ucap Yuan Shao Lalau ia melambaikan tangan nya ke bawah dan seketika Zhao GU yang tadinya melayang melesat ke bawah dengan sangat cepat.


BOOMM


ledakan keras terjadi saat tubuh Zhao GU menghantam puing arena asap mengepul menutupi pandangan orang-orang setelah beberapa menit debu asap menghilang dan bisa di lihat Zhao GU yang terkapar tak sadarkan diri di dalam reruntuhan dengan tubuh yang di penuhi darah segar.


panglima tertinggi yang melihat anaknya seperti itu segera melesat ke arahnya dan mengecek keadaan nya . saat ia merasakan jika anaknya hanya mengalami luka luar dan tak mengalami luka dalam sedikitpun ia menghela napas lega. ia mendongak menatap Yuan Shao " terima kasih...." ucapnya lalu membopong anaknya ke luar arena .


sebelum benar benar meninggalkan arena ia berhenti dan menatap para penonton " pertandingan berakhir dan di menangkan oleh Yuan Shao dari organisasi pagoda bintang...." ucapnya dan melanjutkan langkahnya.


" Yuan Shao...


" Yuan Shao....."


" Yuan Shao aku mencintaimu....."

__ADS_1


" Yuan Shao kau memang pangeran kami...."


teriakan para pendukung Yuan Shao menggema di seluruh penjuru podium bahkan Samapi terdengar sampai ke kota dan banyak yang penasaran dengan apa yang terjadi di arena dan mendatanginya.


__ADS_2