
" tenanglah .... saat kita mendarat nanti kalian berpencar mencari Tian muda dan nona muda ke seluruh alam atas.... " ucap senior Feng berusaha menenangkan mereka. padahal ia juga panik dan tak tau harus berbuat apa.
disebuah tempat, di dalam hutan yang lebat terdapat sebuah hamparan rumput di sana . banyak hewan hewan kecil yang berlarian di hamparan rumput itu.
namun tiba-tiba angin kencang berhembus kencang dan membuat hewan kecil di sana ketakutan dan berlari menjauh dari hamparan rumput itu yang secara perlahan muncul celah ruang di sana.
celah ruang itu semakin membesar. tak lama celah ruang itu memuntahkan dia sosok dari dalam dan membuat ke dua sosok itu menghantam tanah dengan keras.
bomm
sebuah kawah cukup besar tercipta akibat benturan antar dua sosok itu dengan tanah. debu beterbangan dan menghalangi dia sosok itu.
beberapa saat kemudian debu menghilang dan memperlihatkan dua sosok itu yang ternyata seorang pemuda tampan dengan rambut merah dan seorang gadis yang cantik dengan rambut putih.
keduanya dalam posisi berpelukan dengan keadaan yang terluka parah. " uhuk.... xing'er apa kau tak apa.... " ucap si pria yang tak lain adalah Feng Tian kepada gadis yang tak lain sang kekasih Guan Xing.
__ADS_1
Guan Xing menggeleng pelan. " aku tak apa walaupun mengalami luka dalam yang lumayan... " ucapnya dengan suara pelan.
Feng Tian yang mendengar itu berusaha berdiri tapi karena kondisi tubuhnya yang terluka parah membuatnya tak bisa bergerak.
setelah usahanya gagal Feng Tian hanya bisa menghela napas pelan. " hah sepertinya kita harus menyembuhkan luka kita di sini.... maaf karena menyeret mu dalam masalah dan membuatmu terluka.... " ucap Feng Tian.
Guan Xing menggeleng pelan. " tidak.... aku tak apa-apa, asalkan Gege selalu ada di dekatku aku merasa baik baik saja..." ucapnya.
Feng Tian tersenyum dan mencium kening Guan Xing dengan lembut. lalu mereka melepaskan pelukan mereka dan mulai menyerap energi Qi yang melimpah di Sana dan juga mengkonsumsi Pill pemilihan yang mereka miliki.
di karenakan luka mereka yang cukup parah butuh waktu cukup lama bagi mereka memulihkan diri. tiga hari berlalu dan mereka berdua masih duduk di sana menyembuhkan diri mereka . selama tiga hari ini Feng Tian mendapatkan empat kali terobosan karena semua energi yang ia tahan dulu ia lepaskan semuanya ditambah dengan energi Qi di sini yang berlimpah membuatnya dapat menerobos dengan mudah.
" selamat Gege karena lelah meningkat ..." ucap Guan Xing pada Feng Tian.
Feng Tian tersenyum lalu mengusap kepala Guan Xing dengan lembut . " terima kasih .... " ucapnya.
__ADS_1
lalu mereka berdiri dan mencari tau keberadaan mereka. " Gege dari yang aku rasakan sekarang kita berada di sala atu alam tertinggi dari 12 alam tertinggi .... tapi aku tak tau di alam apa ini.... " ucap Guan Xing.
" hemm... jadi seperti itu.... baiklah setidaknya kita tau berada di alam tingkat apa kita sekarang, dan yang lebih penting sekarang adalah untuk mencari tau di alam apa kita sekarang lalu meningkatkan kekuatan ku... " ucap Feng Tian.
ia ingin cepat meningkatkan kekuatannya karena di alam tertinggi ini pastinya banyak kultivator yang mencapai alam God realm atau memang semuanya ada di alam God realm.
sekarang kultivasi Feng Tian berada di ranah dewa biasa tingkat akhir. dan kultivasi Guan Xing juga bisa di keluarkan sepenuhnya dengan bebas tanpa halangan hukum primordial. karena memang hukum primordial di sini jauh lebih tinggi.
mereka melesat terbang mencari jalan keluar dari hutan ini. tapi setelah beberapa jam mereka terbang mereka tak menemukan jalan keluar yang mereka lihat hanyalah hamparan hutan yang luas sejauh mata memandang.
sampai pada hari hampir gelap mereka pun menghentikan perjalanan dan mencari tempat untuk bermalam. tak lama mereka menemukan sebuah gua di dekat sebuah air terjun. setelah memeriksa tempat itu akan mereka pun menjadikan gua itu sebagi tempat bermalam.
malam hari pun tiba. Feng Tian menyalakan api dan membakar dua ekor ikan bakar untuk mereka. walaupun mereka tak perlu makan tapi Feng Tian selalu melakukan hal itu karena kebiasaanya sejak kecil dan Guan Xing juga mengikuti kebiasaan nya semenjak mereka bersama.
setelah makan malam bersama mereka bersantai di pinggir gua sambil memandangi langit malam yang begitu cerah dan indah malam ini. apalagi bulan bersinar dengan terang malam ini dan suara air terjun membuat suasana semakin indah bagi keduanya.
__ADS_1
mereka saling menatap dan mendekatkan wajah mereka. mereka pun akhirnya berciuman dan menikmati malam yang indah ini dengan penuh gairah. lenguhan suar indah Guan Xing menggema di dalam gua dimalam yang indah ini.
suara indah Guan Xing terus terdengar sampai dua jam kemudian suara itu pun menghilang dan kembali kepada malam yang hening dan tenang.