Kaisar Tertinggi

Kaisar Tertinggi
kompetisi lima benua (14)


__ADS_3

Sebuah lesatan berbentuk lengkungan bulan sabit berwarna perak melesat dengan tajam ke arah Feng Tian. tapi ia hanya berdiri dan kemudian mengeluarkan pedangnya.


" teknik pedang meteor : kobaran api abadi...."


ucapnya dan sebuah lesatan berwarna merah dengan api yang membumbung tinggi melesat cepat ke arah serangan kiang tang.


BOOMM


ledakan yang cukup besar terdengar oleh semua orang. asap putih menutupi arena sampai mempengaruhi penglihatan para penonton. mereka tak bisa melihat apa yang terjadi di dalam arena karena kabut itu.


bommm


arrgghh


sekali lagi ledakan terdengar di dalam arena tapi bukan hanya sebuah ledakan yang mereka dengar tapi juga sebuah teriakan nyaring. mereka bertanya tanya apa yang terjadi di dalam arena sampai tak lama sebuah angin kencang muncul dari aren dan menghilangkan kabut asap.


saat asap sudah menghilang para penonton membelalakkan mata mereka tak percaya. kiang tang sekarang tak sadarkan diri dengan pakaian bagian atasnya yang sudah menghilang menjadi abu. bukan hanya itu di beberapa bagian tubuhnya juga terdapat luka bakar yang lumayan parah tapi tak terlalu parah dengan sedikit pengobatan luka bakar itu dapat di sembuhkan dan tak akan menimbulkan bekas.

__ADS_1


Feng Tian yang melihat kiang tang tak sadarkan diri segera melesat ke arah nya. saat sampai di sana ia langsung memeriksa keadaan kiang tang saat mengetahui jika kiang tang hanya pingsan ia menghela napas lega.


" sepertinya kau terlalu berlebihan .... sebaiknya lain kali aku mengurangi kekutan ku ...." ucapnya pelan tapi ucapannya masih bisa di dengar oleh tiga Elder inti dari tiga organisasi utama. .


dia Elder inti lainnya mengerutkan kening mereka saat mendengar perkataan Feng Tian. ' mengurangi kekutan ... apa kekutan aslinya jauh lebih kuat dari ini....' pikir mereka berdua.


sedangkan untuk Bing Hua ia hanya bisa menghela napas dan menggelengkan kepalanya pelan menanggapi perkataan feng Tian. di karenakan kiang tang yang tak sadarkan diri pertandingan berakhir dengan Feng Tian yang lolos ke babak semi final esok hari.


saat mengetahui jika ia lolos ia segera membopong kiang tang ke luar arena. para penonton yang melihat itu semakin kagum dengan sikap Feng Tian.


setelah sampai di sana segera beberapa murid mengambil alih kiang tang dari Feng Tian dan membawanya ke ruang perawatan. Feng Tian menghampiri matriak dan ke dua Elder di sana.


" Slam matriak dan para Elder.... maaf karena saya yang tak mengontrol kekutan saya dengan benar dan menyebabkan kiang tang tak sadarkan diri...." ucapnya membungkuk hormat dengan rasa bersalah yang besar. matriak sekte Aurora terkejut bukan main melihat Feng Tian yang membungkukkan badan nya.


ia segera membantu Feng Tian berdiri tegak karen ia merasa tak pantas menerima hormat dari Feng Tian karena secara tak langsung ia juga termasuk murid dari Xin kai karena dulu ia sempat menerima beberapa pelatihan dari nya.


" tuan muda apa yang anda lakukan.... berdirilah saya kurang pantas menerima ini semua dari anda...." ucapnya sembari membantu Feng Tian berdiri. ke dua Elder yang ada di sebelah matrik mengerutkan kening nya heran dengan sikap matriak mereka.

__ADS_1


" tidak apa matriak, lagian anda adalah senior jadi sudah sepantasnya seorang junior memberi hormat pada seniornya...." ucap Feng Tian. matriak hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.


" tidak tuan muda, saya akan merasa bersalah pada ayah anda jika anda melakukan ini semua ...." ucap matriak masih menolak menerima penghormatan dari Feng Tian.


Feng Tian tak bisa apa apa lagi saat mendengar nama ayahnya ia hanya tersenyum dan meminta diri untuk kembali ka ruangan nya . saat Feng Tian sudah pergi ke dua Elder itu menghampiri matriak mereka .


" matriak kenapa anda bersikap sangat sopan pada pemuda itu...." ucap Elder pertama .


" benar matriak walaupun ia berasal dari organisasi yang jauh lebih kuat dari sekte kita , tapi anda tak seharusnya memperlakukannya begitu hormat ... " sambung Elder ke 4.


matriak mengalihkan tatapannya pada ke dua Elder itu dan memberikan mereka tatapan tajam karena kurang suka dengan ucapan mereka yang seakan merendahkan Feng Tian.


" diam kalian.... apa kalian tau siapa dia. dia adalah putra dari tuan Xin kai dan tuan Xin kai secara tak langsung adalah guruku juga Karena aku pernah mendapatkan pelatihannya selam 4 tahun ...." ucap matriak dan meninggalkan ke dua Elder itu yang terdiam.


" ternyata ia putra dari tuan Xin.... pantas saja jika ia memiliki kekuatan sebesar itu...." ucap Elder ke 1 . ia dan Elder ke 4 saling tatap dan menghela napas lega karena tadi tak bersikap kasar pada Feng Tian dan memilih diam. mereka berbalik dan pergi ke ruang perawatan untuk melihat keadaan kiang tang.


pertandingan terus berlanjut dengan pertarungan yang begitu sengit .

__ADS_1


__ADS_2