
Feng Tian tersenyum mengejek melihat aksi Shi yuhao. " mau beradu teknik pedang dan kecepatan dengan ku.... mari ku layani..." ucap Feng Tian dengan seringai lebar.
detik berikutnya ia menghilang dari tempatnya, bukan menghilang lebih tepatnya kecepatannya tak dapat di lihat oleh semua orang di sini. bahkan patriak Wang dan kedua orang tua di sisinya jiga kesulitan melihat gerakan Feng Tian.
" ini.... kecepatan anak ini sungguh mengerikan.... " ucap patriak Wang dengan keterkejutan.
" kau benar.... setidaknya dia lima kali lebih cepat dariku, padahal kultivasi nya satu ranah penuh di bawahku.... " ucap penatua agung. penatua pertama hanya diam dan menatap Feng Tian dengan penuh kekaguman.
" sangat di sayangkan jika jenius sepertinya di lepaskan begitu saja.... jika nona Yihan tak bisa mendapatkannya setidaknya biarkan Zian mencobanya.... " ucap penatua pertama dalam hatinya. ia sangat ingin menarik Feng Tian ke dalam sekte.
di atas arena Feng Tian dalam sekejap mata sudah berada di hadapan Shi yuhao dan menebaskan pedangnya yang sudah di lapisi oleh api berwarna putih ke emasan.
bomm
ledakan besar terjadi ketika dua serangan itu bertabrakan. Shi yuhao terlempar ke belakang beberapa meter dan memuntahkan darah yang lumayan banyak. sedangkan Feng Tian ia hanya sedikit menggeser tubuhnya ke belakang.
" kau cukup kuat juga sampai bisa membuatku sedikit bergeser.... " ucap Feng Tian dengan seringnya.
Shi yuhao menatap Feng Tian dengan penuh amarah dan permusuhan yang semakin membara. " aku tak akan kalah darimu dasar sialan.... " ucapnya dan melesat dengan seluruh kekuatannya.
" hehehe aku suka orang keras kepala sepertimu... itu, membuatku semakin ingin menguliti mu.... " ucap Feng Tian dengan seringai kejam dan melesat ke arah Shi yuhao.
__ADS_1
pertandingan pun berlangsung dengan sengit bukan karena kekuatan keduanya yang seimbang tetap karena Feng Tian tak ingin ini berakhir dengan cepat dan kesenangannya akan berakhir begitu saja.
di setiap bentrokan antar serangan mereka Shi yuhao pasti akan memuntahkan darah segar. sudah tak terhitung berapa kali ia terlempar kebelakang dan memuntahkan darah. bahkan beberapa bagian tubuhnya sudah terdapat luka goresan pedang dan bahu kanannya juga terdapat luka bakar yang lumayan parah yang menyebabkan serangannya melemah.
" sial... seberapa kuat bajingan ini sebenarnya... " umpat shi yuhao dengan begitu kesal
entah kenapa sekarang ia mulai merasakan penyesalan karena melakukan pertarungan hidup mati dengan Feng Tian.
pertarungan keduanya pun terus berlanjut dengan Feng Tian yang terus menyerang Shi yuhao dan tak memberikannya sedikit pun celah. setiap kali Feng Tian melewati tubuh Shi yuhao pasti terdapat luka sabetan pedang di tubuh Shi yuhao.
krak
" hah.... kau sungguh lemah.... kita akhiri saja pertarungan ini... " ucap Feng Tian lalu menebaskan pedangnya dan memotong kaki Shi yuhao.
" arrgghh... bajingan aku akan membunuhmu.... " teriak Shi yuhao dengan keras .
" membunuhku .... bahkan kau tak bisa bergerak bagaimana kau akan membunuhku...." ucap Feng Tian dengan terkekeh pelan.
slas
Feng Tian memotong kembali satu kaki Shi yuhao dan membuatnya berteriak semakin kencang.
__ADS_1
para murid yang melihat itu tanpa sadar tubuh mereka bergetar bahkan ada beberapa yang sudah tak tahan dan muntah. mereka menelan ludah mereka kasar melihat kekejaman Feng Tian. " dia bukan manusia, dia monster... " pikir mereka.
penatua Shi Yuan menggertakkan giginya dengan penuh amarah karena keponakan yang paling ia sayangi di buat seperti itu oleh Feng Tian.
" bajingan... setelah kau keluar dari sekte ini tunggu pembalasanku dan klan Shi.... " gumam penatua Shi Yuan. saat ini ia tak bisa berbuat banyak karena ketiga orang yang paling di takuti di sekte samudra ini memihak pada Feng Tian.
di arena pertandingan Feng Tian terus menyiksa Shi yuhao dengan memotong kedua lengannya dan menghancurkan dantiannya.
" sudah cukup main main nya.... selamat tinggal... " ucap Feng Tian menatap tubuh Shi yuhao dengan dingin lalu memenggal kepalanya.
tuk
suara kepala yang jatuh dan menggelinding terdengar begitu jelas di sana karena seluruh arena sunyi tak ada satupun yang berani bersuara. semua murid dan penatua menatap ke arah Feng Tian dengan tatapan penuh teror.
tanpa mempedulikan tatapan semua orang Feng Tian membalikan badannya dan sedikit membungkukkan badannya kepada patriak Wang dan dua penatua lainnya lalu menghilang dari sana.
" anak ini sangat mengerikan.... " ucap penatua agung dengan bergidik ngeri.
" memang benar... tapi sikap seperti inilah yang di butuhkan kultivator untuk bisa bertahan di dunia yang keras ini... " ucap penatua pertama.
patriak Wang hanya mengangguk membenarkan perkataan kedua penatua di sebelahnya ini, ia memang tak memungkiri jika Feng Tian sangat mengerikan.
__ADS_1