
...Bagas telah sampai dikediamannya. Terlihat dari halaman yg luas itu beberapa mobil mewah terparkir disana. Rumah megah bernuansa modern itu sangat indah dimata Khinan. Khinan takjub dengan bangunan yg ada didepan matanya itu....
...Segera Bagas turun dari mobilnya dan beralih membukakan pintu untuk Khinan....
..."Ingatkan apa yg harus kamu lakukan ?" Tanya Bagas memperingatkan Khinan tentang perjanjian itu....
...Secara reflek Khinan menggandeng lengan Bagas. Mereka berjalan beriringan layaknya sepasang kekasih sungguhan....
...Dari depan pintu masuk, sudah ada beberapa asisten rumah tangga Bagas yg memang ditugaskan berjaga didepan. Sedangkan untuk pelayan didalam, Mama Bagas sudah memanggil seluruh karyawan yg ada direstorannya. Mama Bagas memang memiliki sebuah restourant yg sangat mewah dan berkelas....
...Ketika Bagas memasuki ruangan, semua asisten yg berjaga didepan menunduk hormat kepadanya. Bagas membawa Khinan kesebuah aula besar dibelakang rumah tersebut. Terlihat dari jauh aula itu sudah dipenuhi oleh beberapa teman dekat serta kerabat dekat keluarga pak Irawan. Semua mata tertuju pada Bagas dan Khinan. Mereka semua tau bahwa Bagas tidak pernah mempunyai kekasih setelah Laras. Maka dari itu semua terheran-heran melihat Bagas membawa wanita yg anggun dihari spesial untuk mamanya....
..."Gas. Siapa dia ?" Tanya mama Bagas yg langsung menghampiri dan memeluk putranya itu....
..."Dia kekasih Bagas Ma." Jawab Bagas sambil melirik kearah Khinan dan tersenyum....
...Khinan mengerutkan dahinya. Dia pikir bahwa yg ulangtahun hari ini adalah teman Bagas atau kerabat Bagas. Tapi ternyata mamanya lah yg berulang tahun hari ini. Khinan tersadar dan langsung menyapa mama Bagas dengan santun. Khinan mencium tangan mama Bagas dan mengucapkan selamat ulangtahun untuknya....
..."Selamat bertambah usia Tante. Semoga tante dan keluarga selalu diberikan limpahan rahmat dari yg maha kuasa." Kata Khinan yg bingung bagaimana cara berucap pada orang konglomerat itu....
...Mama Bagas dengan ramah menyapa Khinan. Dia membelai pipi mulus Khinan dengan sayang. Sepertinya mama Bagas menyukai Khinan, Beda halnya dengan Dinda. Mama Bagas sama sekali tak menyukai Dinda kekasih putra ketiganya itu. Itu semua karna asal usul Dinda yg mempunyai orangtua yg bermasalah. Ayah Dinda seorang mantan narapidana, sedangkan ibunya seorang wanita ******. Awalnya mama Bagas mengira bahwa Dinda dari keluarga baik-baik. Tapi mama Bagas selalu mencari tau siapa seseorang yg bersanding dengan anak-anaknya....
...Setelah beberapa saat, Niken datang bersama dengan suaminya. Niken adalah adik Bagas yg kedua. Suami Niken yg bernama Devan itu adalah seorang pengacara. Niken baru 2 tahun menikah. Mereka masih mau berpacaran sehingga Niken menunda kehamilannya....
__ADS_1
...Niken menyapa Khinan dengan sinis. Terlihat bahwa Niken tidak menyukainya. Lain hal dengan Devan. Devan menyalami Khinan dan menatap penuh puja. Ada gelagat aneh saat Devan saat menyalaminya dan juga bermain mata dengan Khinan. Tentunya tanpa sepengetahuan Bagas dan Niken....
...Terlihat Vera juga datang dengan kekasihnya. Vera menyalami mama Bagas dan juga memberi ucapan selamat untuknya. Vera melihat kearah Khinan dan juga Bagas. Vera memberi isyarat tanya pada Bagas, kenapa Khinan bisa disini dan berada disamping Bagas. Bagas memalingkan wajahnya kelain arah....
...Acara malam ini berlangsung meriah. Ternyata banyak karyawan dari kantor nya juga hadir diacara malam ini. Desi menyapa Khinan yg sedang asik dengan puding ditangannya....
..."Hai Nan. Datang dengan siapa kamu ?" Tanya Desi yg sudah berada disamping Khinan....
..."Aku tadi sama Bagas." Jawab Khinan sambil menyuapkan lagi puding kedalam mulutnya....
...Desi tersedak oleh minumannya. Dia kaget ketika Khinan bilang dia datang dengan Bagas. Saat akan bertanya lebih lanjut, MC acara itu memberitahu bahwa hari ini ada yg spesial dari putra pertama keluarga Irawan. Bagas datang menghampiri Khinan dan menggandeng tangan Khinan. Bagas Dan Khinan melangkah menuju panggung dan berdiri bersama keluarga Bagas....
...Dari pintu masuk terlihat Ardi datang bersama dengan Dinda. Ardi melihat dari kejauhan. Saat itulah Bagas mengumumkan bahwa Khinan adalah kekasihnya....
...Semua karyawan yg mengenal Khinan sangat tercengang mendengar berita itu dari Bagas. Tak terkecuali Ardi. Dia begitu terkejut mendengar penuturan Bagas....
...Pak Irawan melanjutkan kata-katanya. Dia memperkenalkan putra pertamanya sebagai pengambil alih perusahaan yg saat ini mereka kelola. Dan lelaki itu ialah Bagas. Seketika Khinan kaget. Jadi selama ini Bagas adalah bos besar dikantornya. Khinan mengingat kejadian-kejadian sebelumnya yg berlaku tidak sopan terhadap Bagas. Khinan melihat kearah Bagas. Dia tidak percaya bahwa saat ini dia menjadi pacar pura-pura dari bos besarnya itu....
...Malam ini acara begitu meriah. Belum selesai sampai disini. Para tamu menikmati jamuan yg telah dihidangkan. Khinan berdiri diujung aula itu sendirian. Tiba-tiba Devan menghampirinya....
..."Hei. Boleh bergabung ?" Tanya Devan dengan wajah mesumnya....
...Khinan sedikit risih dengannya. Tapi karna Devan adalah kakak ipar dari Bagas, maka dia harus bersikap sopan terhadapnya. Beruntunglah ada Ardi yg sedang memperhatikan ulah Devan. Kemudian Ardi pamit pada Dinda sebentar. Ardi hendak mendekati Khinan yg sepertinya diganggu oleh Devan. Sedari awal memang Ardi tidak menyukai Devan. Dia tidak pernah menganggap Devan sebagai kakak iparnya....
__ADS_1
..."Ehem." Suara Ardi membuat keduanya menoleh kearahnya....
...Devan memasang muka tidak suka. Karna dia merasa terganggu saat sedang menggoda Khinan....
...Khinan merasa beruntung ketika Ardi datang. Khinan bisa bernafas lega....
...Ardi kemudian membawa Khinan untuk duduk didekat Dinda. Karna Ardi yakin bahwa Dinda akan cocok dengan Khinan....
...Ardi mengenalkan Khinan pada Dinda. Dan tepat seperti yg diharapkan. Khinan langsung cocok dengan Dinda. Mereka saling bercerita satu sama lain. Hingga mereka saling bertukar nomor ponsel....
...Malam semakin larut. Dan saat ini sudah sampai diujung acara. Khinan pamit hendak pulang dan Bagas mengantarnya pulang....
...Didalam mobil, Bagas sedang fokus mengemudi. Terlihat bahwa Khinan sangat kelelahan. Tanpa sadar Khinan sudah memejamkan matanya. Bagas melirik kearahnya dan melihat Khinan sudah dialam bawah sadarnya. Bagas menepikan mobilnya dan mengambil jaket yg ada dijok belakang mobilnya. Bagas menyelimuti tubuh Khinan, Hingga Khinan mengubah posisi tidurnya. Tapi tetap saja tak membuatnya bangun. Setelah itu Bagas kembali melajukan mobilnya....
...Mereka telah sampai dikediaman Luna. Tapi Khinan belum juga bangun dari tidurnya. Bagas keluar dari mobil dan menuju rumah Luna....
...Bagas memencet bel yg ada disamping pintu. setelah 3 menit, pintu itu terbuka. Terlihat mama Luna yg membukakan Bagas pintu....
..."Permisi Tante. Saya mau mengantar Khinan pulang, Tapi Khinan tertidur didalam mobil. Jika Tante mengizinkan, biar saya gendong Khinan kekamarnya. Karna sepertinya Khinan sangat lelah." Jelas Bagas....
...Bagas pun dipersilahkan masuk oleh mama Luna. Bagas kembali kedalam mobilnya dan membopong tubuh Khinan kekamarnya....
...Khinan sudah terbaring diranjang empuknya. Bagas melepas hills Khinan dan juga menyelimutinya dengan pelan. Mama Luna hanya memperhatikan sikap Bagas terhadap sahabat anaknya itu. Mama Luna tersenyum. Dia berharap Khinan bisa segera move on dari Bayu. Dan sepertinya Bagas pria yg baik. Begitu pikirnya....
__ADS_1
......Kemudian Bagas pamit untuk pulang.......
...Mama Luna menawarinya untuk disini dulu sekedar ngeteh. Tapi Bagas menolak secara halus dengan alasan sudah terlalu malam. Akhirnya mama Luna membiarkan Bagas untuk pulang....