Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Perhatian


__ADS_3

..."Non Khinan". Kata salah satu security itu....


...Khinan tersenyum ramah kepada security apartemennya. Tanpa curiga bahwa mereka utusan calon suaminya....


..."Bapak berdua teh kenal sama mbak ini ?. Kasian dia diculik sampai kampung saya. Sekarang saya bingung mau pulang gak bawa uang. Perjalanan jauh pak. Saya bisa dimarahin istri jika sampai selarut ini belum pulang dan gak bawa uang". Kata pak supir taksi mengadu pada security itu....


..."Diculik ?" Tanya salah satu security tadi....


..."Iya atuh pak. Diculik". Kata supir taksi itu tadi....


..."Non Khinan masuk saja kedalam. Tuan Bagas sudah menunggu didalam. Biar kami yg membayar taksi ini". Kata security....


..."Kak Bagas menunggu didalam ?" Tanyanya....


..."Iya non". Jawab security lagi....


...Khinan keluar dari taksi dan berjalan pincang. Kedua lututnya mengeluarkan darah dan juga kedua telapak kakinya. Khinan hilang keseimbangan. Merasa sangat pusing dikepalanya. Dan kemudian....


...Bruuggh......


...Khinan pingsan...


...Bagas sedang duduk disofa ruang tengah apartemen Khinan. Tiba-tiba bel berbunyi....


...Bagas berdiri dari duduknya dan pergi kepintu. Setelah pintu terbuka...


..."Non Khinan pingsan bos". Jawab salah satu security. Sedangkan Khinan dibopong oleh security satunya....


..."Kok bisa. Bawa masuk". Perintahnya....


...Khinan dibaringkan diranjang empuknya. Dan setelah itu security tadi hendak pamit dari apartemen Khinan....


..."Tunggu dulu. Siapa yg mengantar Khinan ?" Tanya Bagas pada kedua security itu....


..."Tadi non Khinan diantar sama taksi bos. Kata supir taksi non Khinan habis diculik. Supir taksi bilang bahwa menemukan non Khinan sedang berjalan seorang diri dan memberhentikan taksinya. Awalnya taksi itu tidak mau mengantarkan non Khinan. Karna jarak dari desa itu kesini sangat jauh. Tapi supir taksi merasa kasian pada non Khinan". Jelas salah setu security menjelaskan persis seperti kata supir taksi itu....


..."Siapa yg berani lakukan itu ?" Kata Bagas. Dalam hati ada satu nama yg bisa saja melakukan ini pada Khinan....


..."Kalian boleh pergi". Perintah Bagas....


..."Terimakasih bos". Jawab kedua security itu dan pamit dari kamar Khinan....


...Bagas duduk disofa kamar Khinan. Memperhatikan keadaan Khinan yg mengenaskan. Telapak Kaki penuh darah dan juga lututnya. Baju kemeja yg sangat kusam menempel ditubuhnya....


..."Apa Khinan dilecehkan ?" Tebak Bagas. Karna baju yg dipakai Khinan saat pergi bukanlah baju itu....


..."Siapa yg melakukannya ?" Batin Bagas mencoba menebak siapa dalang dibalik semua ini....


..."Kring... Kring... Kring..." Suara ponsel Bagas....


...Bagas meraih ponselnya dari dalam saku....


..."Laras". Tertera nama Laras di ponselnya....

__ADS_1


...Bagas mengangkat telfon itu....


..."Halo". Sapa Bagas setelah mengangkat telfon itu....


..."Gas. Boleh aku minta tolong ?" Kata Laras diujung telfon sana....


..."Sorry Ras. Aku gak bisa kemana-mana. Khinan sedang sakit". Jawab Bagas langsung. Padahal Laras belum sempat bilang dia mau apa....


..."Tapi Gas..." Laras meneruskan....


..."Maaf. Aku sibuk". Jawab Bagas memotong perkataan dan memutus sambungan telfon secara sepihak....


...Kini Bagas hanya akan menemani Khinan yg sedang sakit....


...Hingga kantuk datang menghampiri Bagas. Bagas merebahkan diri disofa itu dan tidak berselang lama diapun tertidur lelap....


...Pagi itu. Khinan mulai tersadar dari tidurnya. Melihat disekelilingnya. Memastikan bahwa dia sudah benar-benar keluar dari dalam rumah asing itu. Khinan mencoba bangun. Tapi kakinya terasa sakit. Tubuhnya terasa remuk redam. Ditambah **** ************* yg masih nyeri....


..."Aaww". Keluh Khinan....


...Bagas pun ikut terbangun mendengar teriakan Khinan....


..."Mau kemana ?" Tanya nya menuju kearah Khinan....


..."Kamar mandi kak". Jawabnya....


..."Biar aku bantu". Jawab Bagas....


...Bagas membopong Khinan menuju kamar mandi. Awalnya Khinan menolak. Tapi mau gimana lagi. Untuk sekedar jalan pun dia tak bisa karna kakinya terluka....


..."Saya bisa sendiri kak". Jawab Khinan. Pasalnya mereka belum sah menjadi suami istri. Jadi Khinan tak mau jika Bagas membantunya....


..."Kamu yakin ?" Tanya Bagas....


...Khinan mengangguk tanda mengiyakan. Bagaspun akhirnya keluar dari kamar mandi. Bagas berdiri didepan pintu kamar mandi, siapa tau Khinan butuh bantuan....


...Khinan kesulitan dengan aktifitasnya. Tapi dia tetap berusaha sendiri agar tidak merepotkan Bagas....


...Setengah jam berlalu. Khinan bingung bagaimana caranya dia mandi. Sedang kedua kakinya masih sakit. Sangat sulit baginya untuk berjalan. Berfikir apakah harus minta bantuan kepaada Bagas ?. Tapi mereka belum sah menjadi suami istri. Bagaimana mungkin Khinan meminta tolong pada Bagas ?....


...Semakin Khinan mencoba berdiri, semakin sakit rasanya dikedua kaki Khinan. Hingga akhirnya Khinan terjatuh karna berusaha berdiri....


..."Aaaa..." Teriaknya....


...Bagas yg masih berdiri didepan pintu kamar mandi pun mendengar teriakan Khinan. Segera Bagas masuk kedalam kamar mandi untuk melihat Khinan....


..."Kenapa ?" Tanyanya....


..."Gak bisa jalan kak". Jawab Khinan malu. Pasalnya dia tadi yg menolak bantuan Bagas tapi kini dia meminta bantuan tersebut....


..."Sini". Jawab Bagas menghampiri Khinan....


..."Gak usah mandi dulu. Lukamu perlu diobati. Basahin pakek ini aja ya". Suruh Bagas sambil memberi handuk kecil untuk Khinan membersihkan diri....

__ADS_1


...Kini mau tidak mau Khinan dibantu oleh Bagas. Hingga Bagas selesai membantunya dan membopong Khinan kembali ketempat tidurnya....


..."Biar aku obati lukamu". Kata Bagas setelah Khinan sampai ditempat tidur. Bagas pergi mengambil kotak p3k yg tersimpan diruang tengah. Setelah mendapat apa yg dicarinya, Bagas kembali menuju kamar Khinan....


...Bagas dengan telaten mengobati kaki Khinan...


..."Maafin Khinan kak. Khinan pergi tanpa seizin kakak". Kata Khinan disela-sela aktifitas Bagas mengobati lukanya....


...Namun Bagas masih saja fokus pada luka Khinan tanpa menoleh kearah lawan bicaranya....


...Khinan merasa tidak enak. Pasti saat ini Bagas sedang marah. Jika tadi dia membantunya itu hanya sekedar kasian karna dirinya sakit. Batinnya....


...Bagas pun sudah selesai mengobati Khinan. Menutup kotak p3k dan beralih memandang Khinan dengan tatapan tajamnya....


..."Siapa yg melakukan ini ?" Tanya Bagas dengan nada tegasnya....


...Khinan merasa takut oleh tatapan tajam Bagas. Khinan menunduk dan memberi jawaban....


..."Bbayu." Jawabnya ketakutan....


..."Apa kamu dilecehkan ?" Tanya Bagas lagi. Kali ini nadanya sedikit menghalus namun dengan tatapan sama tajamnya. Khinan masih belum berani menatapnya. Hanya memberi jawaban dengan menganggukkan kepalanya. Bagas pun geram mendengar jawaban dari Khinan....


..."Kurang ajar". Geramnya sambil mengepalkan tangannya. Khinan menyadari kemarahan Bagas....


..."Biar kuberi pelajaran". Kata Bagas masih dengan emosinya....


..."Jangan". Jawab Khinan dengan spontan. Bagas kembali memandang Khinan....


..."Bahkan kamu baru saja disakitinya. Kamu masih mau membelanya ?" Tanya Bagas heran pada Khinan....


..."Bukan kak. Khinan gak mau kalian bertengkar". Jawab Khinan....


..."Kenapa ? Kamu takut mantan kekasihmu itu terluka ? Segitu perhatiannya kamu sama dia ?" Tanya Bagas mulai tersulut emosi. Sungguh Bagas tidak mengerti mengapa Khinan segitunya terhadap Bayu. Padahal Bayu yg telah membuat Khinan seperti ini....


..."Bukan Bayu yg saya khawatirkan. Tapi kakak". Jawabnya sambil menundukkan kepalanya. Khinan takut jika salah ucap terhadap Bagas....


...Bagas mengerutkan keningnya. Mencoba menelaah perkataan Khinan tadi. Seperti sebuah perhatian....


..."Ya udah. Kamu istirahat saja. Kamu masih sakit". Kata Bagas. Khinanpun mengangguk. Tapi sebelum Bagas keluar dari kamar Khinan, sesuatu ditubuh Khinan berbunyi. Perut Khinan kosong. Belum terisi dari kemaren siang. Bagas menoleh kesumber suara. Tersenyum pada Khinan yg mulai merah pipinya menahan malu karna perutnya yg berbunyi....


..."Saya buatkan sesuatu untuk kamu. Kamu tunggu sini". Kata Bagas dan segera keluar dari kamar itu....


...Bagas sedang berada didapur. Membuat sarapan untuk Khinan. Kemudian bel apartemen berbunyi. Bagas mematikan kompor dan segera menuju kepintu....


...Ceklek. Pintu pun terbuka....


..."Hai. Khinan gimana ? Udah pulang ?" Tanya Luna....


...Luna sempat khawatir pada Khinan. Pasalnya dia tau bahwa Bayulah yg membawa Khinan pergi. Luna sangat panik ketika sampai malam ponsel Khinan tak bisa dihubungi. Akhirnya Luna memberanikan diri untuk melihat ke apartemen Khinan berharap Khinan sudah pulang....


..."Dia sedang istirahat". Jawab Bagas mempersilahkan tamu Khinan untuk masuk....


...Luna pun masuk kedalam dan segera menuju kamar Khinan setelah diizinkan oleh Bagas....

__ADS_1


..."Naaannn. Kamu kenapa ?" Tanya Luna panik setelah melihat kaki dan lutut Khinan penuh perban....


__ADS_2