Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Mengikhlaskan


__ADS_3

...Beberapa hari berlalu. Kondisi Risa kembali memburuk. Setelah beberapa hari yg lalu Risa sudah bisa tanpa selang oksigen, Namun dihari ini selang itu dipasang kembali. Dan sesuai permintaan Risa, Bayu dengan siap sedia merawat Risa. Bayu tak pernah merasa repot sama sekali. Dan Bayu tak pernah sekalipun meninggalkan rumah sakit. Bahkan untuk sekedar makan pun Bayu lebih memilih Delivery order makanan. Dan ojol akan siap sedia mengantarkan makanan sampai didepan kamar Risa....


..."Bay". Risa memanggil Bayu untuk mendekat kearahnya....


..."Kamu mau apa ?" Tanya Bayu....


..."Aku mau kamu menjaga Iren. Aku harap kamu menyayanginya seperti kamu menyayangi anak kandungmu sendiri. Dengan begitu, Aku akan pergi dengan tenang Bay". Kata Risa dengan nada terbata-bata....


..."Kamu nggak akan pergi kemana-mana Ris. Kamu akan pulang bersamaku dan juga Iren". Jawab Bayu berusaha tegar....


..."Aku yakin kamu mau menganggap dia benar-benar anakmu Bay. Anak itu nggak bersalah". Kata Risa lagi. Suara Risa pun semakin berat. Untuk bernafas pun Risa sudah mulai kesusahan....


..."Aku mau ketemu sama anak ku". Kata Risa lagi....


..."Iya. Iren akan segera kesini". Jawab Bayu. Bayu segera keluar dari ruangan untuk menelfon mama mertuanya untuk meminta Iren supaya datang kerumah sakit. Mama Risa pun bersedia. Dan setelah Bayu menelfon mama mertuanya itu, Bayu juga menelfon sang ibu dan juga ayahnya. Dan semua bersedia datang untuk menemui Risa....


...Waktu terus berjalan. Hingga Iren sudah berada dirumah sakit. Iren nampak begitu lesu, seolah tau bahwa ibunya tengah terbaring tak berdaya. Dan begitu Iren masuk kedalam ruangan, Senyumnya langsung terpancar ketika menjumpai sang ibu. Suster yg menggendong Iren pun mendatangi ranjang Risa. Mendekatkan putri kecil itu untuk memeluk ibunya. Risa sudah tak mampu lagi untuk berbicara. Namun disudut matanya mengeluarkan air mata. Semua orang tersentuh dengan adegan itu. Demikian pula dengan Iren. Dia tampak sangat nyaman tidur disamping ibunya. Dan saat suster mau menggendongnya kembali, Iren menangis seolah tak mau berpisah dari sang ibu. Berikutnya mama Risa yg mencoba melepaskan dari pelukan Risa, Namun lagi dan lagi Iren malah menangis sejadi-jadinya. Dan yg terakhir ada Bayu yg hendak menggendong Iren. Dan Iren langsung berhenti menangis digendongan Bayu....


..."Anak baik. Anaknya papa. Papa sayang kamu nak". Kata Bayu sambil menciumi putri kecilnya. Bayu kembali meneteskan air matanya....

__ADS_1


...Tangan Risa bergerak seolah ingin mengatakan sesuatu. Semua orang mendekatinya. Tatapan Risa begitu kosong. Menatap orang disekelilingnya satu persatu. Dia begitu bahagia melihat orang-orang yg disayanginya. Risa mengangkat tangannya. Bayu dengan sigap memegang tangan Risa. Risa pun mengembangkan senyum lemahnya....


..."Aku... Sayang... Kamu..." Katanya pada Bayu....


..."Aku juga. Aku juga sayang kamu. Selalu". Jawab Bayu....


...Semua orang menangis. Dan semua tau jika Risa tak dapat bertahan. Risa wanita yg kuat. Dia mampu bertahan hingga sejauh ini. Dan jika tugasnya didunia selesai hari ini, semua akan ikhlas menerimanya. Dengan ini Risa tidak akan pernah merasa sakit lagi. Tangannya beralih ke sang mama. Mama Risa pun menangkapnya....


..."Ma... Jang..an... Ben..ci... Sa..ma... Bay..yu... La..gi". Kata Risa terbata-bata....


..."Iya sayang. Mama sudah tidak benci pada Bayu". Kata sang mama dan langsung mencium kening sang putri tercinta....


...Risa tersenyum bahagia mendengarnya. Untuk sesaat mereka terdiam. Hening beberapa waktu. Bayu meraih tangan Risa untuk digenggamnya. Melihat diri Risa yg auranya semakin memudar. Memejamkan mata dengan bibir yg tersenyum. Tangan yg semula digenggam oleh Bayu pun melemas dengan sendirinya. Dan semua dikejutkan oleh alat detak jantung yg berada disisi kanan Risa. Berbunyi terus menerus dan menandakan garis lurus disana. Risa sudah menghembuskan nafas terakhirnya....


..."Ris... Risa bangun Risa. Sayang Bangun. Jangan bercanda sayang. Risa Bangun.. Risaa". Teriak Bayu mencoba membangunkan Risa kembali. Semua orang berusaha menenangkan Bayu. Juga semua orang berusaha mengikhlaskan kepergian Risa....


..."Sudah Bay. Kamu tenangin dirimu nak. Ini yg terbaik untuk Risa". Kata ibu Bayu....


..."Risa... Kami ikhlas jika kamu pergi nak. Kamu sudah tidak lagi merasakan sakit. Kamu sudah bahagia disana nak". Kata mama Risa menangis pilu. Kembali menciumi wajah sang putri yg tak lagi kecil itu. Demikian pula dengan Iren. Iren pun kembali menangis seolah tau bahwa wanita yg melahirkannya telah tiada. Kemudian suster membawanya keluar untuk menenangkannya....

__ADS_1


..."Aku sayang kamu Risa. Aku sangat menyayangimu". Kata Bayu mencium kening Risa....


...Dan suasanapun menjadi haru. Tangis keluarga masih terasa tatkala jenazah Risa dimandikan dirumah sakit itu sebelum dibawa pulang....


...Dan setelah selesai dimandikan, Jenazah Risa kemudian dibawa pulang oleh keluarganya. Bayu tampak seperti orang linglung. Entah apa dia mengartikan perasaannya. Risa tak pernah ada dihatinya, Tapi dia begitu amat sangat terpukul oleh hal ini. Dengan memangku Iren yg sedang tertidur, Bayu terus mendampingi peti sang istri. Bayu memang sengaja ingin pulang semobil dengan putri dan juga jenazah Risa....


..."Aku janji Risa. Aku akan merawat Iren dengan baik. Aku akan menjaganya dengan penuh kasih sayang. Kamu nggak usah khawatir akan hal itu". Kata Bayu mengelus peti Risa dan juga memandangi putri kecilnya itu. Wajah Iren terlihat begitu mirip dengan sang ibu. Seperti Risa waktu masih Bayi....


..."Kamu akan tumbuh menjadi gadis cantik sayang, Secantik mamamu. Menjadi wanita yg kuat dan tegar, Sekuat dan setegar mamamu. Papa sayang kamu nak". Kata Bayu menciumi pipi gembul sang putri....


...Dan tak terasa mereka sudah sampai dirumah duka. Bayu turun dengan menggendong sang putri. Disusul dengan peti Risa yg diturunkan oleh beberapa warga setempat....


..."Bay. Gue turut berduka cita ya atas meninggalnya Risa. Lo yg kuat". Kata salah seorang teman Risa....


..."Iya. Makasih udah pada dateng". Jawab Bayu pada beberapa teman Risa yg lain. Tak lupa juga dengan teman-teman Bayu. Mereka juga mendatangi Bayu dan juga mengucapkan bela sungkawa....


...Waktu terus berjalan. Jenazah Risa sudah diberangkatkan dari rumah duka. Bayu dengan setia menemani kepergian sang istri sampai keliang lahatnya. Dulu dia nggak pernah ada waktu untuk Risa. Dan sekarang Bayu benar-benar menyesal sudah menyia-nyiakan wanita sebaik Risa. Dan masalah Iren, Bayu tak berniat sedikitpun untuk mengetahui siapa ayah kandung Iren. Bayu menganggap bahwa itu adalah anak kandungnya. Bayu tak pernah peduli tentang siapa ayah Iren sesungguhnya. Ayah Iren ialah Bayu. Iren hanya mempunyai satu ayah yaitu dirinya. Dan untuk keluarga Risa, Bayu juga akan menyimpan rahasia ini. Tidak ada yg tau jika Iren bukan anak kandungnya. Jadi keluarga Iren akan dengan senang hati melepaskan sang cucu bersama dengan ayahnya. Mereka yakin Iren akan bahagia bersama sang ayah....


...Hari berganti hari. Sudah seminggu Bayu berada dikampungnya. Bayu memboyong Iren kerumahnya. Dan rencana dia akan membawa Iren ke kota X. Disana Bayu juga bisa menyewa baby sister untuk putrinya. Sambil Bayu juga bisa mengelola bisnis yg diberikan oleh pamannya itu. Dan inilah awal kehidupan Bayu. Mengikhlaskan dua wanita yg disayanginya. Khinan yg sudah bahagia dengan Bagas, dan juga Risa yg sudah tenang di alamnya. Bayu yakin. Dengan putrinya saja dia akan bahagia. Bayu akan menumpahkan kasih sayang penuh untuk sang putri tercinta. Dialah harta paling berharganya saat ini....

__ADS_1


__ADS_2