Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Bagas dan Laras


__ADS_3

...Khinan masih berusaha mengingat lelaki paruh baya itu. Disaat yg bersamaan, Seorang wanita turun dari mobil yg sama. Wanita cantik itu berdiri disamping pria yg sedang memarahi Luna....


..."Udah sayang. Minta ganti rugi aja. Jangan lama-lama iih. Ntar keburu siang." Kata si wanita kepada lelaki paruh baya itu....


...Terlihat usia mereka terpaut sangat jauh. Wanita itu malah terlihat seperti anaknya....


...Perselisihan mereka belum selesai. Luna masih bersikeras tak mau ganti rugi. Tapi lelaki paruh baya itu terus memaksa agar mereka mau ganti rugi. Perdebatan pun terjadi beberapa menit. Khinan tersadar bahwa mereka harus bekerja....


...Khinan menengahi perdebatan itu. Khinan meminta maaf pada lelaki itu. Khinan mengakui mereka salah. Khinan bilang bahwa mereka sedang buru-buru juga. Untuk masalah ganti rugi, Khinan mengaku bahwa mereka anak rantau. Mereka hanya tinggal dikos kecil....


...Lelaki paruh baya itu melihat mereka dari atas sampai bawah. Mereka memang terlihat seperti anak kos. Akhirnya mereka pun diloloskan dari masalah ini. Lelaki paruh baya itu masuk bersama wanita cantik dalam gandengannya. Mereka terlihat sangat mesra....


..."Harusnya kita yg dikasih ganti rugi Nan. Kok malah kamu yg minta maaf sih. Kan dia yg salah." Rengek Luna pada Khinan yg melepaskan mobil itu untuk bertanggung jawab atas kerusakan motornya....


..."Udah-udah. Kita mau berangkat kerja kan Lun. Ntar telat lagi kalau gak segera diselesaiin." Jawab Khinan. "Ntar aku deh yg ganti rugi atas kerusakan motormu." Jawab Khinan sambil nyengir....


..."Gak usah. Kamu kan baru kerja." Jawab Luna yg menolak jika Khinan yg harus ganti rugi....


...Akhirnya mereka berangkat dengan memesan taksi online. Sedangakan motor Luna ditaruh dibengkel terdekat. Karna jika harus menunggu motor dibenerin mereka akan telat sampai dikantor masing-masing. Dalam perjalanan menuju kantor, Khinan masih memikirkan siapa lelaki paruh baya tadi. Khinan seperti pernah melihat. Tapi dia tidak bisa berfikir....


...Khinan telah sampai dikantornya tepat waktu. Untung saja dia tidak terlambat. Khinan berjalan pincang karna lututnya yg berdarah akibat jatuh tadi. Sampai diloby Khinan berpapasan dengan Ardi. Ardi yg melihat Khinan dengan berjalan pincang pun menghampiri Khinan....


..."Kamu kenapa ?" Tanya Ardi pada Khinan....


..."Jatuh pak. Tapi gak apa-apa kok." Jawab Khinan yg melanjutkan jalannya....


..."Memangnya Bagas gak jemput kamu ?" Tanya Ardi yg sering melihat Bagas antar jemput Khinan....


...Khinan menggeleng. Dan tetap melanjutkan jalannya menuju meja kerjanya....


...Dimeja kerjanya, Khinan mengobati Luka dilututnya. Untung saja kantor itu menyediakan kotak P3K. Jadi Khinan tak perlu repot-repot harus keluar dari kantor....

__ADS_1


...Dilain tempat. Bagas sedang ada diapartemen miliknya. Dia masih memikirkan Laras yg kembali mencarinya. Bagas hari ini tidak masuk kantor. Karna pikirannya masih dipenuhi dengan hadirnya kembali masa lalu itu....


...Bagas bangkit dari duduk dan segera mengambil kunci mobil mewahnya....


...Bagas terus menyusuri jalanan pagi kota itu. Dia pergi kesuatu tempat dimana tempat itu dulunya adalah tempat favorit untuk Bagas dan juga Laras. Sebuah danau kecil buatan itulah yg menjadi saksi kisah cinta mereka. Tempat itulah Bagas pertama kali menyatakan cinta untuk Laras dan langsung diterima oleh Laras. Bagas memilih duduk dibangku panjang yg langsung menghadap danau itu. Rasanya sudah lama sekali Bagas tidak mengunjunginya. Bagas mengingat kenangan manis saat masih bersama Laras. Bagas berharap ditempat ini Bagas akan dipertemukan lagi dengan cinta pertamanya itu. Tapi mungkin Laras sudah melupakan tempat itu....


...Hampir 2 jam berlalu. Bagas memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Dirasanya percuma dia duduk diam disitu. Dia tidak akan menemukan Laras kembali....


...Saat sudah berada dalam mobil, Posel Bagas berdering. Vera melakukan panggilan telfon. Bagas segera mengangkat panggilan itu....


..."Kamu dimana Gas ? Hari ini ada metting penting bersama pak Albert dijam makan siang. Apa kamu sakit ?" Tanya Vera dari seberang telfon sana....


..."Tunda dulu metting untuk hari ini. Ganti dengan besok. Saya masih ada urusan diluar." Jawab Bagas dan langsung memutuskan panggilan telfon itu....


...Bagas kembali melajukan mobilnya dengan kencang. Entah kemana tujuannya, Bagaspun belum mengetahui. Bagas mampir disebuah minimarket. Membeli beberapa botol minum beralkohol. Setelah mendapat apa yg dibutuhkan, Bagas bergegas kembali kemobil. Dan kembali melajukan mobilnya....


...Bagas telah sampai ditepi pantai yg jauh dari kotanya. Bagas memarkirkan mobil dan keluar bersama botol bir ditangannya. Bagas duduk didepan mobil sambil sesekali meminum bir itu. Pikirannya jauh menerawang masa lalu. Ingin rasanya dia kembali pada Laras. Berfikir bahwa Laraslah sumber kebahagiaannya. Tapi dimana dia bisa menemui Laras. Laras pindah bersama keluarganya setelah menikah. Laras menghilang bak ditelan bumi waktu itu. Bahkan para tetanggapun tidak mengetahui kemana Laras dan keluarganya itu pindah. Hanya rakdir yg bisa mempertemukan mereka kembali....


..."Hai Nan. Apa kamu tau Bagas pergi kemana ? Mungkin dia menghubungimu ?" Tanya Vera yg mengira Bahwa Bagas menghubunginya....


..."Gak ada mbak. Terakhir kali kak Bagas menghubungi tadi pagi. Setelah itu kak Bagas belum menghubungiku lagi." Jawab Khinan kepada sekertaris kekasih pura-puranya itu....


..."Yah. Kirain bilang sama kamu. Soalnya dari tadi pagi Bagas gak kekantor. Ditelfon tadi sih nyambung. Sekarang udah gak aktif lagi nomornya." Imbuh Vera....


...Karna Vera tak mendapat jawaban, Verapun pamit untuk kembali keruangannya....


..."Mbak Vera nggak mau makan siang dulu ?" Tanya Khinan menawarkan....


..."Enggak deh. Makasih." Jawabnya dan segera kembali menuju ruangannya....


...Khinan pun ikut penasaran dengan Bagas yg tidak masuk kantor hari ini. Khinan mencoba menghubungi Bagas saat itu juga. Namun ternyata memang benar yg dikatakan oleh Vera. Bagas mematikan ponselnya. Tiba-tiba saja Khinan ikut menghawatirkan kondisi Bagas. Khinan takut jika Bagas kenapa-napa....

__ADS_1


...Bagas membuka matanya. Tiba-tiba dia tersadar dan sudah berada disebuah kamar. Bagas merasa asing dengan kamar itu. Terakhir kali Bagas mengingat, dia masih berada ditepi pantai itu menikmati minuman yg sudah menghabiskan beberapa botol itu....


...Bagas mulai bangkit dengan separuh kesadarannya. Kepalanya terasa berat efek dari minuman itu....


...Belum sampai Bagas berhasil berdiri, Pintu kamar itu terbuka....


...Sosok perempuan masuk kedalam kamar itu. Bagas tersentak kaget melihat siapa yg ada dihadapannya saat ini....


..."Laras." Seru Bagas yg tak percaya jika itu memang bener Laras....


..."Kamu sudah sadar Gas ?" Tanya Laras yg terlihat membawakan beberapa camilan dan juga minuman hangat untuk Bagas....


..."Dimana Aku ?" Bagas bertanya pada Laras karna tidak mengetahui keberadaannya saat ini....


..."Kamu tenang Bagas. Kamu dirumahku." Laras menjawab dan berjalan menuju kearah Bagas....


...Laras mendekati Bagas yg masih setengah sadar....


..."Aku tau Gas. Kamu masih sangat mencintaiku. Aku tau namaku masih terukir rapi disini." Jawab Laras semakin mendekat kearah Bagas. Sedang jari Laras bermain didada dan menunjuk dada Bagas sebelah kiri. Bagas hanya bisa terdiam. Karna memang benar dia masih mencintai Laras. Entah cinta atau entah apa yg dirasakan oleh Bagas....


...Laras mencoba mendekati Bagas. Laras mengusap bibir tebal Bagas dan mencoba menciumnya. Bagas menutup mata membiarkan apapun yg dilakukan mantan kekasihnya itu....


...Dalam ingatan Bagas. Terlihat bayangan Khinan. Senyum manis Khinan, Kecantikan Khinan yg natural. Seketika Bagas tersadar dan mendorong tubuh Laras hingga menjauhinya. Bagas mencoba bangkit walaupun itu susah. Namun Laras masih berusaha untuk menahannya agar tetap disini....


..."Biarkan aku pergi." Bantah Bagas....


...Laras mulai memikirkan sesuatu. Mungkin bukan cara ini Bagas bisa luluh kembali kepadanya. Dia akan berusaha membuat Bagas kembali kepadanya. Dengan cara halus. Itu yg sedang dipikirkan oleh Laras....


..."Biar aku bantu kamu sampai luar Gas." Kata Laras yg berusaha membantu Bagas untuk keluar dari rumahnya....


..."Gak perlu." Jawab Bagas yg menepiskan tangan Laras. Bagas dengan sempoyongan keluar menuju mobilnya. Berusaha memulihkan kesadarannya....

__ADS_1


__ADS_2