
...Dihari weekend ini, Dimanfaatkan oleh Khinan dan juga Luna untuk mereka jalan-jalan. Rasanya sudah lama sekali mereka tidak hangout bersama. Mereka memilih mall yg terdekat dari apartemen Khinan. Time zone adalah tempat yg tepat untuk mereka bersenang-senang....
...Setelah puas dengan permainan, mereka lanjut untuk mencari makan difoodcourt mall itu....
...Hari ini mereka habiskan untuk bersenang-senang dan berbelanja. Terakhir mereka lakukan adalah nonton bioskop....
...Khinan yg tadinya merasa sangat lelah menjadi bugar kembali. Mereka pulang sudah sangat larut malam....
...Malam ini Luna bermalam di apartemen Khinan. Karna hari sudah larut malam dan mereka kelelahan dengan aktifitas hari ini....
...Hari demi hari pun terlewati. Hubungan Khinan dan Bagas masih berjalan dengan semestinya. Masih belum ada cinta diantara mereka. Padahal rencana pertunangan sudah semakin dekat....
...Khinan belum bisa memantapkan hatinya untuk Bagas. Pertunangan dilakukan hanya karna mama Bagas yg sudah terlalu baik pada Khinan. Dengan terpaksa Khinan menyetujuinya....
...Hari ini Khinan yg akan berangkat menuju kantor tiba-tiba ponselnya berdering. Nomor baru tertera dilayar ponselnya. Khinan mengabaikan panggilan telfon itu, Karna dia sedang terburu-buru untuk berangkat ke kantornya. Hari ini Khinan berangkat menggunakan taksi. Karna Bagas sedang berada diluar kota untuk rencana pembukaan kantor cabang....
...Ponsel Khinan tidak berhenti berdering. Khinan berencana mengangkat telfon ketika sudah didalam taksi nanti....
...Setelah sampai ditaksi Ponsel Khinan berhenti berdering. Khinan tidak berencana untuk menelfon balik nomor tadi. Khinan berfikir kalaupun itu penting pasti nanti bakal menghubunginya kembali....
...Khinan sudah sampai dikantornya. Khinan menuju meja kerjanya. Tak lama berselang, Ponsel Khinan kembali berdering. Kali ini dengan nomor yg berbeda. Tanpa berfikir panjang Khinan pun mengangkat panggilan telfon itu....
..."Halo." Sapa Khinan setelah telfon itu terhubung....
..."Kamu kemana saja to nduk. Ibuk telfon dari tadi gak diangkat." Suara ibu Khinan dari seberang telfon itu. Ibu Khinan terdengar menangis sesegukan....
..."Ada apa Buk ?. Maaf Khinan tadi sedang perjalanan menuju kantor. Ibuk kenapa nangis ?" Tanya Khinan penuh khawatir....
..."Bapakmu kecelakaan Nan. Ibu sekarang ada dirumahsakit. Bapakmu kritis." Suara pilu ibu Khinan dari seberang telfon sana....
...Seketika Khinan ambruk dikursi kerjanya. Tidak ada siapa-siapa diruangan itu. Desi rekan kerja Khinan belum datang dikantornya....
..."Khinan minta izin pulang sekarang buk. Tunggu Khinan." Dengan menangis tersedu-sedu Khinan mencoba bangkit dari kursinya....
...Khinan menuju keruangan Ardi. Karna Bagas sedang tidak ada dikantor....
__ADS_1
...Ketika sampai didepan ruangan Ardi, Khinan mengatur nafasnya perlahan supaya bisa sedikit menenangkan pikirannya. Tidak lupa dengan menghapus sisa airmata dipipinya....
..."Tok.. tok.. tok.. " Khinan mengetuk pintu ruangan Ardi....
...Dari dalam ruangan, Ardi mempersilahkan Khinan masuk. Tanpa menunggu waktu lagi, Khinan masuk keruangan Ardi....
..."Saya mau minta izin pulang kampung sekarang. Apa bisa ?" Tanya Khinan pada Ardi setelah duduk dikursi depan meja Ardi....
..."Kenapa ?" Ardi mengerutkan keningnya. Pasalnya Khinan meminta izin pulang kampung sangat mendadak....
..."Bapak saya dirumahsakit. Saya harus pulang." Jawab Khinan yg kembali menangis....
...Ardi mulai menenangkan Khinan. Karna tangis Khinan semakin menjadi-jadi....
..."Ya udah. Aku anter kamu pulang sekarang." Kata Ardi setelah tangis Khinan mulai mereda....
...Khinan pun mengangguk. Karna kalau Khinan pulang sendiri akan membutuhkan waktu lebih lama lagi....
...Mereka keluar dari kantor bersamaan. Ardi segera mengambil mobilnya untuk mengantar Khinan pulang ke kampung halamannya. Sebelumnya, Ardi sudah menghubungi Dinda dan juga Bagas. Jadi mereka tidak akan berfikir macam-macam....
...Mereka telah sampai dirumahsakit dikota Khinan. Disana sudah ada kakak perempuan Khinan yg pertama. Dia juga baru saja tiba setelah mendapat kabar dari ibunya. Khinan berlari menghampiri ibunya. Terlihat ibunya menangis dipelukan kakak pertama Khinan. Ada juga kakak ipar Khinan berada disana....
..."Buk. Bapak gimana ?" Tanya Khinan setelah sampai dihadapan ibunya....
...Semua orang terdiam. Hanya suara tangis tertahan dari sang ibu dan juga kakak Khinan....
..."Kamu duduk dulu Nan." Kata Febri. Kakak ipar Khinan itu mencoba menenangkan Khinan yg panik....
..."Ada apa mas ?. Kenapa semua diam. Dimana kamar tempat Bapak dirawat ?" Tanya Khinan yg tak sabar mendengar kabar....
...Mereka masih saja terdiam. Sampai seorang suster mendatangi keluarga itu....
..."Mohon maaf. Jenazah akan segera dimandikan. Untuk pihak keluarga diminta segera mengurus administrasinya ya." Kata seorang Suster kepada ibu Khinan....
...Seketika Khinan kaget dengan ucapan suster tadi. Tidak. Yg suster maksut pasti bukan bapaknya. Bapaknya masih hidup. Beliau hanya kritis, bukan meninggal. Tapi tidak ada orang lain disekitar mereka. Hanya ada keluarga Khinan saja....
__ADS_1
...Seketika pandangan Khinan kabur. Khinan tidak bisa melihat dengan jelas orang-orang disekelilingnya. Dan...
..."Brug." Khinan terjatuh pingsan. Semua orang tambah panik dibuatnya. Tak terkecuali Ardi....
..."Nan. Bangun Nan."...
...Sayup-sayup terdengar suara memanggil namanya. Khinan membuka matanya. Yg dilihatnya adalah Bagas. Hanya Bagas yg ada disana....
...Khinan tersadar dan bangun dari tidurnya....
..."Dimana Bapak kak ?" Air mata Khinan menetes mengingat apa saja yg telah terjadi. Khinan berharap bahwa semua ini hanyalah mimpi. Ya. Pasti ini mimpi....
..."Bapak sudah dibawa pulang." Jawab Bagas sambil mengelus bahu Khinan berusaha menguatkan. "Kalau kamu sudah membaik, Kita pulang ya." Kata Bagas pada Khinan....
...Bagas sampai dikota itu setelah mendapat kabar dari Ardi. Bagas yg saat itu sedang bersama klien pun terpaksa membatalkan kerjasamanya karna harus pergi menemui pacar pura-puranya itu. Dan saat Bagas datang, Keluarga Khinan segera pulang bersama jenazah bapak Khinan....
...Butuh waktu untuk membuat Khinan tenang. Setelah beberapa puluh menit, Khinan pun bisa menerima keadaan. Bagas dan Khinan segera pergi meninggalkan rumahsakit itu....
...Dalam perjalanan Khinan berusaha tampak tegar. Bagas tahu bahwa Khinan hanya menutupi kesedihannya. Bagas menggenggam tangan Khinan yg sedari tadi melamun....
..."Apa yg kita punya hanya titipan. Kita harus siap jika sewaktu-waktu diambil sama yg punya. Tak terkecuali orang tua kita." Kata Bagas dan Khinan pun menoleh kearahnya. Senyum Bagas terlihat begitu tulus dimata Khinan....
..."Makasih banyak Kak. Terimakasih karna sudah banyak membantu saya." Kata Khinan yg kembali memfokuskan pandangannya keluar jendela....
...Mereka telah sampai dirumah Khinan. Terlihat banyak orang yg berziarah. Khinan berusaha tegar menghadapinya....
...Khinan turun dari mobil dan segera memasuki rumah duka. Terlihat disana bapaknya terbujur kaku dikelilingi sanak saudara. Terlihat juga mama Bagas mendampingi ibu Khinan. Khinan melangkah menuju jenazah sang bapak....
..."Bapak belum sempat melihat Khinan berhasil pak. Dulu Bapak selalu ingin Khinan menjadi sukses. Trus kenapa Bapak pergi duluan ?" Tangis Khinan pecah disamping keranda ayahnya. Airmata itu mengalir tanpa disuruh. Khinan menangis pilu menatap kepergian sang ayah....
..."Nduk. Ikhlaskan. Biar Bapak pergi dengan tenang. Tugas Bapak sudah selesai didunia ini nduk". Ibu Khinan mendekati dan mencoba menguatkan Khinan....
..."Tapi Bu. Bapak belum selesai dengan Khinan. Bapak kepengen melihat Khinan sukses Bu. Bapak belum melihatnya". Tangis Khinan dipelukan ibunya....
..."Sudah ya Nan. Nanti keburu sore. Kasian bapakmu kalau pemakaman terlalu gelap nantinya." Kata salah seorang tetangganya yg saat itu berada disamping Khinan....
__ADS_1
...Khinan pun menghapus airmatanya dan mencoba tegar didepan semua orang. Akhirnya jenazah pun dibawa ke pemakaman terdekat....