Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Pergi


__ADS_3

...Laras masih menyibukkan diri dengan leher Bayu. Dan setelah puas, dia melihat kearah Bayu. Kini gantian Bayu yg mengambil alih permainan. Bayu melepas piyama Laras dan meninggalkan bra disana. Tanpa berfikir panjang, Bayu juga turut melepas bra yg masih menempel ditubuh Laras. Hingga kini Laraspun bertelanjang dada. Bayu segera memainkan dua gundukan indah didepan matanya....


...Malam ini mereka merasakan hasrat yg bergelora. Dan tanpa sadar mereka sudah sama-sama telanjang bulat. Bayu yg menguasai permainan itu. Tentunya dengan sangat hati-hati karna Laras sedang hamil. Bayu sudah memulai aktifitas panasnya dengan Laras....


...Dan entah dimenit keberapa, Bayu akan mencapai puncaknya. Laraspun paham dan berusaha mengimbangi permainan Bayu. Dan akhirnya mereka sama-sama mencapai puncaknya....


..."Aaahhhh". Desah keduanya hampir bersamaan....


...Bayu terbaring disofa ruang tamu itu. Dalam gelapnya malam ditambah listrik yg belum menyala menjadi saksi kegilaan mereka melampiaskan nafsu masing-masing....


..."Thanks Bay". Kata Laras. Bayu hanya tersenyum pada wanita hamil yg baru saja memuaskannya. Wanita yg bukan siapa-siapanya itu....


...Flasback off#...


...Saat ini Laras menyibukkan diri disalon. Menjalani perawatan akibat pikirannya yg sedang kalut. Pasalnya tadi malam dia baru saja melakukannya dengan Bayu. Dan dipagi hari, Laras menjumpai ponsel Bayu terselip disofa ruang tamunya. Laras hendak mengembalikan ponsel Bayu. Maka dari itu dia datang kekantor dimana Bayu bekerja....


...Dan disaat perjalanannya menuju kantor tempat Bayu bekerja, Ponsel Bayu berdering....


..."Risa". Nama yg tertera dilayar ponsel Bayu. Laras membiarkan panggilan itu hingga berakhir. Dan beberapa kali pula Risa mencoba terus menghubungi Bayu. Sampai akhirnya sebuah pesan masuk keponsel Bayu. Laras yg penasaran dibuatnya mencoba membuka pesan dari Risa. Dan kebetulan ponsel Bayu tak terkunci....


..."Bay. Kamu lagi apa ?" Isi pesan pertama....


..."Kamu gak kangen sama Iren ?" Pesan kedua....


..."Bay. Iren udah bisa duduk sendiri. Makin hari dia makin aktif. Tiap hari ngoceh nggak jelas". Isi pesan ketiga....


..."Bay. Aku tau kamu baca semua pesan-pesanku. Dan aku harap kamu selalu sehat disana. Aku merindukanmu Bay. Sangat rindu". Pesan keempat dari Risa....


...Entah kenapa Laras meneteskan airmatanya. Membaca semua pesan pesan dari Risa diponsel Bayu. Dia memang bukan wanita baik-baik. Namun hatinya tetaplah sensitif layaknya wanita. Apalagi saat ini dia sedang mengandung. Entah siapa ayah dari anaknya Laraspun tak tau. Apa nasibnya nanti akan seperti Risa ?. Berjuang sendirian tanpa sosok suami. Tanpa sosok ayah untuk anaknya....


..."Sudah selesai mbak" Lamunan Laras buyar kala pelayan diklinik kecantikan itu membuyarkannya. "Perawatannya sudah selesai". Lanjut pelayan itu tadi....


..."Oh iya". Jawab Laras. Laras berdiri dan menuju meja kasir guna untuk membayar perawatannya. Dan saat berada dikasir, tanpa sengaja dia bertemu dengan mama Bagas. Dia baru saja datang untuk melakukan perawatan juga....


..."Tante". Sapa Laras....


..."Laras". Jawab mama Bagas singkat. Namun dia melihat kearah perut Laras yg terlihat sedikit membuncit. "Kamu ?" Tanya mama Bagas....


...Laras melihat kearah pandangan mata mama Bagas. Dan dia mengelus perutnya yg memang terlihat membuncit itu....


..."Iya Tante". Jawab Laras. "Kalau gitu Laras permisi dulu Tan. Laras udah selesai". Pamit Laras pada mama Bagas....


...Mama Bagas hanya mengangguk. Tak ingin bertanya lebih dalam lagi. Karna merasa itu bukan lagi menjadi urusannya. Kemudian mama Bagas memilih masuk ke klinik kecantikan dan melakukan perawatan....


...Laras memutuskan untuk pulang. Dan lagi-lagi didalam taksi kembali teringat akan dirinya. Nasibnya dan sang anak nanti. Laras sibuk melamunkan nasibnya, saat tiba-tiba supir taksi kembali membuyarkannya....

__ADS_1


..."Sudah sampai mbak". Kata supir taksi itu. Laras tersadar dari lamunannya....


..."Oh iya pak". Jawabnya. Laras kemudian membayar taksi dan turun dari taksi itu....


...Laras masuk kerumahnya. Duduk disofa ruang tamu dan kembali teringat dengan kejadian tadi malam. Sofa itu yg menjadi saksi tentang apa yg mereka lakukan tadi malam....


..."Kenapa sekarang gue ngrasa nyaman sama lo Bay". Keluh Laras pada dirinya sendiri....


...Laras tak ingin memikirkannya lagi. Mencoba menghilangkan rasa yg mulai tumbuh untuk Bayu. Namun dia sadar akan statusnya. Biar bagaimanapun Bayu tidak akan mau dengan wanita sekotor dirinya....


..."Mungkin gue harus pergi dari sini. Gue gak mau terus-terusan bergantung pada Bayu. Gue harus bisa hidup mandiri". Tekatnya. Laras memperhatikan perutnya dan mengelus pelan....


..."Demi kamu sayang. Mama janji. Kamu akan tetap baik-baik saja sampai besar nanti. Sampai tiba waktunya kamu paham dengan kondisi mama. Ada atau tidaknya sosok ayah buat kamu. Mama akan tetap mempertahankan kamu. Mama sayang kamu". Katanya mengajak bayinya berbicara didalam perut....


...Hari berganti hari. Sudah sekitar dua minggu Bayu tak bisa menjumpai Laras. Rumah Laras pun kosong tak berpenghuni. Bahkan dipagar luar tertulis bahwa rumah itu akan dijual. Laras benar-benar pergi meninggalkan Bayu. Bayu mencoba menghubungipun tak ada hasilnya. Laras sudah mengganti nomor ponselnya. Dan kini Laras menghilang tanpa meninggalkan pesan untuk Bayu....


...Dan untuk pertama kalinya Bayu merasakan hatinya benar-benar gundah. Kepergian Laras menyisakan sedih dihati Bayu. Entah karna apa Bayu pun tak bisa memahaminya....


...Dilain tempat. Sore ini Khinan masih menyibukkan diri dikebun kecilnya. Saat akan berdiri, tiba-tiba Khinan merasa pusing. Dan dimenit selanjutnya Khinan terjatuh pingsan....


...Bik Ijah yg melihat Khinan terjatuh dari arah dapurpun segera berlari menghampiri majikannya itu....


..."Noon". Teriak bik Ijah. "Non bangun non". Teriak bik Ijah panik. Bik Ijah segera berlari memanggil pak Jupri....


..."Ada apa sih teriak-teriak aja". Tanya pak Jupri dari arah kejauhan melihat bik Ijah berlari memanggil dirinya....


..."Itu. Anu itu. Ayo cepet". Kata bik Ijah panik....


..."Itu itu apaan ?". Tanya pak Jupri lagi....


..."Ayok. Itu non Khinan pingsan". Kata bik Ijah menjelaskan....


..."Hah. Dimana ?" Tanya pak Jupri....


..."Ayok". Bik Ijah yg tak sabar langsung menarik tangan pak Jupri untuk dibawanya menemui Khinan....


...Dan sampai dikebun belakang rumah, Khinan masih belum sadarkan diri. Pak Jupri menggendong tubuh Khinan untuk dibawanya kekamar Khinan. Dan sampai dikamarnya, Pak Jupri segera menidurkan Khinan diranjang empuknya. Bik Ijah mengambil minyak kayu putih untuk mengoleskan dihidung Khinan supaya Khinan sadar....


...Sudah beberapa menit Khinan belum juga tersadar. Dan terdengar suara mobil Bagas memasuki rumahnya. Bagas hari ini pulang lebih awal. Niat hati Bagas ingin mengajak sang istri untuk dinner romantis berdua. Namun Bagas tidak mengetahui jika sang istri tengah pingsan....


...Bagas memasuki rumah besarnya. Dan segera menuju kamar untuk memberi kejutan pada sang istri. Bagas membuka pintu kamar....


..."Naan". Sapa Bagas saat dirinya membuka pintu kamar....


..."Aden". Jawab bik Ijah. "Ini. Eee non Khinan". Lanjut bik Ijah....

__ADS_1


...Namun bik Ijah belum selesai menjelaskan Bagas sudah berlari kearah Khinan....


..."Khinan kenapa bik ?" Tanya Bagas juga khawatir melihat Khinan terbaring....


..."Anu den. Tadi pas non berkebun tiba-tiba pingsan". Jawab bik Ijah....


...Bagas mengolesi bawah hidung Khinan dengan minyak kayu putih. Mengelus pipi Khinan berusaha membangunkannya....


..."Naan. Bangun nan". Kata Bagas....


...Dan tak menunggu waktu lama, Khinan menggerakkan matanya. Khinan mulai sadar....


..."Kamu kenapa ?" Tanya Bagas pelan....


..."Pusing kak". Jawabnya....


..."Kamu sudah makan ?" Tanya Bagas lagi. Khinan hanya menggelengkan kepalanya. Memang siang tadi Khinan belum makan. Rasanya sangat malas dia mau makan. Tak bernafsu sama sekali....


..."Pasti karna kamu telat makan". Kata Bagas lagi....


..."Ambilkan makanan untuk Khinan ya bik". Suruh Bagas pada bik Ijah yg masih berdiri dibelakang Bagas. Bik Ijah mengangguk dan segera keluar untuk mengambil makanan untuk Khinan....


..."Lain kali jangan telat makan ya". Pinta Bagas yg ditanggapi senyum oleh Khinan....


..."Kok kakak udah pulang jam segini ?" Tanya Khinan....


...Bagas tersenyum. "Tadinya mau rencana ngajak kamu dinner berdua. Makanya aku pulang lebih awal". Jawabnya....


..."Maaf ya kak. Khinan masih sedikit pusing". Balas Khinan yg menolak ajakan Bagas....


..."It's oke. Dinnernya bisa diganti lain hari". Timpal Bagas....


...Tak berselang lama, Bik Ijah datang dengan membawa nampan berisi piring dan juga air putih ditangannya. Menyerahkannya pada Bagas....


..."Makasih bik". Kata Bagas setelah menerima nampan dari bik Ijah....


..."Sama-sama Den". Jawab bik Ijah lagi. "Bibik pamit kebelakang lagi den". Pamit bik Ijah melanjutkan. Bagas hanya menganggukkan kepala....


...Setelah bik Ijah keluar, Bagas menyuapi Khinan. Untuk sesaat mereka hanya diam. Bagas yg dengan telaten menyuapi sang istri hingga makanan itu habis tak tersisa....


..."Makasih kak". Kata Khinan setelah menerima suapan terakhir dari Bagas. Bagas tersenyum dan menaruh piring tadi dinampan diatas meja....


..."Kamu istirahat ya". Kata Bagas mengelus rambut Khinan. Dan juga menambahkan sebuah kecupan didahi Khinan....


...Khinan kembali tersenyum. Dan setelah itu Bagas keluar membawa nampan berisi piring dan gelas yg sudah kosong. Membiarkan Khinan untuk istirahat seorang diri....

__ADS_1


__ADS_2