
...Pagi ini Khinan sudah berada dikantornya. Ketika masih diloby, Khinan berpapasan dengan Ardi. Ardi ingin menanyakan perihal hubungannya dengan Bagas. Karna Ardi tau jika Bagas belum bisa move on dari Laras....
...Laras adalah cinta pertama Bagas semasa SMA. Namun Laras pergi meninggalkannya dan menikah dengan lelaki lain. Selama ini orang berfikir Bahwa Bagas masih mencintai Laras, sehingga sampai saat ini Bagas tak pernah terlihat memiliki kekasih. Padahal kenyataannya, Bagas sudah tak bisa percaya dengan cinta. Menurutnya semua wanita sama saja. Mereka bilang begitu mencintai, tapi melihat pria lain yg lebih darinya semua wanita akan berpaling....
...Ardi hendak mendatangi Khinan. Khinan pun melihat Ardi yg akan mendatanginya. Namun secara bersamaan, Dinda datang dan lebih dulu sampai dihadapan Ardi....
..."Di." Sapa Dinda pada Ardi yg belum mengetahui jika ada Dinda sebelumnya....
..."Dinda." Jawab Ardi yg kaget karna Dinda sudah ada dihadapannya....
..."Apa sekarang kamu lagi sibuk ?" Tanya Dinda pada Ardi yg takut mengganggu Ardi jika sibuk....
..."Kenapa ?" Kata Ardi yg malah bertanya balik....
..."Kalau kita beli kado buat mamamu sekarang bisa ?" Ajak Dinda. "Karna jam makan siang nanti Aku harus temani miss Niken menemui kliennya." Lanjut Dinda menjelaskan....
..."Kamu tau kan posisi ku sekarang ?. Jadi kalau Aku mau keluar harus ada persetujuan dari Bagas dulu." Jawab Ardi karna memang seperti itu peraturannya....
..."Aku temani bilang sama kak Bagas ya." Bujuk Dinda yg memang ingin ketemu dengan Bagas selain meminta izin untuk Ardi....
...Ardi menyetujui permintaan Dinda. Mereka berjalan bersamaan menuju ruangan Bagas....
...Disisi Lain, Khinan bisa menebak bahwa wanita yg mendatangi Ardi tadi ialah kekasihnya. Terlihat dari kedekatan mereka dan tatapan keduanya. Khinan pun kembali kepada pekerjaannya....
...Ardi dan Dinda sudah sampai didepan ruangan Bagas. Ardi masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu....
..."Bisa sopan tidak ?" Tegas Bagas kepada Ardi yg terkesan tidak sopan memasuki ruangannya tanpa permisi....
..."Gue mau keluar bentar sama Dinda." Izin Ardi pada Bagas yg terkesan memaksa....
..."Mau kemana." Tanya Bagas yg masih tetap fokus pada layar laptopnya....
..."Cari kado buat mama." Jawab Ardi dengan terpaksa....
...Sebenarnya Ardi gengsi meminta izin kepada Bagas dengan alasan itu. Tetapi jika Ardi meminta izin dengan alasan lain, mungkin Bagas tidak akan mengizinkan....
...Bagas menoleh kearah Ardi....
..."Kamu mau pulang ?" Tanya Bagas heran. Pasalnya sudah hampir satu taun Ardi tidak menginjakkan kaki dirumah besarnya. Jika mamanya kangen, maka mama lah yg datang mengunjungi Ardi dirumahnya....
..."Terpaksa." Jawab Ardi....
..."Silahkan." Bagas mengizinkan Ardi untuk pergi mencari kado untuk mamanya....
__ADS_1
..."Thank's." Ucap Ardi dan berlalu pergi meninggalkan Bagas....
...Bagas melirik kearah Dinda. Sekilas pandangan mereka bertemu. Dinda tersadar ketika Ardi menggandeng tangannya untuk pergi sekarang juga....
...Jam istirahat makan siang sudah tiba. Khinan duduk sendirian dimeja paling ujung kantin itu. Khinan belum mempunyai teman akrab. Hanya Desi yg paling akrab dengannya dikantor ini. Namun hari ini Desi sedang libur karna sakit. Alhasil Khinan sendirian....
...Saat sedang asik menikmati makan siangnya, Vera datang menghampiri....
...Khinan tau siapa Vera. Karna tadi pagi ada beberapa karyawan yg sedang membicarakannya. Pasalnya Vera datang bersama Bagas. Sebenarnya hal yg wajar jika seorang bos pergi dan datang dengan sekertarisnya. Tapi karna tadi beberapa karyawan melihat Vera sedang membenarkan posisi dasi Bagas. Jika dilihat dari belakang terlihat mereka sedang bercumbu mesra. Padahal kenyataannya tidak....
...Khinan tau bahwa Vera adalah sekertaris dari bos besar. Namun Khinan belum paham siapa bos besarnya tersebut....
...Vera menghampiri Khinan dan sudah berada tepat didepan Khinan. Khinan menghentikan aktivitas makan siangnya....
..."Boleh aku duduk." Pinta Vera pada Khinan....
..."Silahkan." Jawab Khinan sopan dan ramah....
...Verapun duduk berhadapan dengan Khinan....
..."Kamu ada hubungan spesial ya dengan Bagas ?" Tanya Vera yg tak mau berbasa-basi itu....
...Khinan mengerutkan dahinya. Dia heran kenapa Vera bertanya seperti itu....
..."Kamu memanggilnya dengan sebutan Bagas ?" Vera bertanya dengan penuh selidik....
..."Memangnya kenapa ?" Tanya Khinan yg heran dengannya yg memanggil dengan sebutan Bagas....
...Saat Akan bertanya lebih jelas, Tiba-tiba ponsel Vera berdering. Dilayar tertera nama BIG BOSS. Menandakan bahwa Bagas yg melakukan panggilan telfon itu....
...Vera pamit untuk mengangkat telfon dan pergi meninggalkan Khinan. Dari seberang Telfon terdengar Bagas memanggil Vera untuk datang keruangannya segera....
...Vera sudah berada diruangan Bagas....
..."Ada apa ? Ini kan masih jam istirahat." Tanya Vera yg merasa terganggu karna obrolannya dengan Khinan harus terhenti....
..."Pesankan gaun yg spesial untuk malam ini" Suruh Bagas yg membuat Vera bingung. Untuk siapa gaun itu....
..."Untuk siapa gaun itu ?" Tanya Vera....
..."Lakukan saja apa yg kuperintahkan." Jawab Bagas tak ingin dibantah....
..."Baiklah." Jawab Vera....
__ADS_1
...Dengan segera Vera keluar dari ruangan Bagas dan melaksanakan tugas yg perintahkan oleh bosnya itu....
...Jam pulang kantor. Khinan membereskan meja kerjanya. Satu pesan whatsapp masuk ke ponsel Khinan....
..."Tunggu saya diloby. Sebentar lagi saya turun." Begitu pasan whatsapp yg Khinan terima. Kalau dari foto profilnya, itu adalah pesan dari Bagas. Dari mana dia dapat nomorku ? Batin Khinan bertanya. Pasalnya mereka belum pernah tukeran nomor ponsel. Jangankan tukeran nomor ponsel, sepertinya Bagas belum mengetahui siapa nama Khinan. Itu yg ada difikiran Khinan....
...Khinan sedang duduk di loby kantor menunggu kedatangan Bagas. 5 menit berlalu, yg ditunggu pun datang juga. Bagas dan Khinan langsung keluar dari gedung itu. Mobil Bagas sudah terparkir rapi didepan pintu masuk kantor....
...Dalam perjalanan menuju butik, Khinan memulai pembicaraan....
..."Kita belum saling mengenal loh. Gimana bisa kalau ditanya orang Aku adalah pacarmu ?. Kan sebelumnya kita gak pernah saling tau." Tanya Khinan mencari tau siapa Bagas ini....
...Namun Bagas masih tetap fokus menyetir. Dan menjawab tanpa menoleh kearah Khinan....
..."Kamu tidak perlu jawab apa-apa. Kamu hanya perlu menjawab bahwa kita adalah sepasang kekasih." Jawab Bagas yg mulai membelokkan mobilnya menuju butik ternama....
...Bagas dan Khinan memasuki butik mewah itu. Dua karyawan sudah berdiri didepan pintu masuk dan menyambut kedatangan mereka. Para karyawan itu menunduk hormat setelah tau siapa yg datang. Kemudian manajer butik itu datang dan menyapa Bagas dengan hormat....
..."Selamat sore pak Bagas." Sapa sang manajer itu....
..."Saya mau kekasih saya terlihat cantik untuk malam ini." Kata Bagas dan tangannya merangkul pinggang Khinan....
...Khinan kaget dengan sikap Bagas yg manis itu. Tapi dalam hal ini dia tau bahwa Bagas tidak menerima penolakan. Jadi Khinan hanya bisa diam saja....
..."Baik pak Bagas. Anda bisa menunggu diruang tunggu sebelah sana." Kata manajer sambil menunjukkan letak ruang tunggu....
...Khinan dibawa masuk oleh karyawan dan juga manajer untuk dimake over....
...45 menit berlalu. Khinan belum selesai dengan acara makeup nya. Baru dimenit ke 50, Khinan keluar dengan hasil yg maksimal. Bagas yg mengetahui Khinan sudah selesai lalu melihat kearah Khinan....
...Seketika Bagas terpesona dengan kecantikan Khinan. Khinan bak bidadari dengan gaun berwarna merah maroon itu. Gaun yg dikenakan juga sangat pas ditubuh Khinan. Khinan sangat cantik malam ini....
..."Gimana ? Jelek ya ?" Tanya Khinan membuyarkan lamunan Bagas. "Aku gak PD pakek gaun seperti ini. Ini belahannya terlalu panjang. Belum lagi ini yg atas terlalu terbuka. Ganti yg lain aja ya." Oceh Khinan yg akan berjalan kembali masuk ruang ganti. Namun tangan Khinan berhasil dicekal oleh Bagas....
..."Kamu cantik." Jawab Bagas berterus terang....
..."Tapi kan..." Perkataan Khinan dipotong oleh Bagas yg tak mengizinkannya ganti gaun. Khinan paham kalau lagi dan lagi Bagas tidak bisa dibantah. Alhasil dia pasrah dengan tetap memakai gaun itu....
...Mereka segera pergi dari butik itu dan melanjutkan perjalanan menuju rumah Bagas....
...Bagas yg duduk dibelakang kemudi sesekali melirik kearah Khinan. Khinan terlihat luar biasa hari ini. Dia cantik menurut Bagas....
...Akankah Bagas menyukai gadis disebelahnya ?...
__ADS_1