Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Menemui Bagas


__ADS_3

...Khinan sudah berada diruang perawatan. Bik Ijah dengan setia menunggui sang majikan. Duduk disamping brankar pasien itu. Sedangkan pak Jupri lebih memilih tidur diluar....


...Hari semakin terang. Dan pagi ini Khinan masih belum sadarkan diri. Bik Ijah keluar dari ruang perawatan Khinan. Membangunkan pak Jupri yg terlihat masih tidur dikursi tunggu....


..."Jup. Bangun". Kata bik Ijah menggoyangkan tubuh pak Jupri. Pak Jupri tersadar dan segera terbangun dari tidurnya....


..."Non Khinan sudah sadar ?" Tanyanya pada bik Ijah....


...Bik Ijah menggelengkan kepalanya dan duduk disamping pak Jupri. Bik Ijah menceritakan semuanya pada pak Jupri. Dari kejadian beberapa minggu yg lalu dimana dia disekap oleh seseorang. Dan juga menemukan Khinan yg tengah terbaring dengan keadaan telanjang bulat. Dan juga dengan Khinan yg selama ini tidur terpisah dengan sang suami. Dan yg terakhir tentang Khinan yg sempat hamil dan saat ini keguguran....


..."Kayaknya Aden marah besar dengan non Khinan. Aden pikir non Khinan sudah berhianat padanya". Kata bik Ijah. Air mata bik Ijah mengalir dengan deras....


..."Kasian non Khinan". Balas pak Jupri. "Lalu sekarang bagaimana ? Apa yg akan kita lakukan bik ?" Tanya pak Jupri lagi....


...Bik Ijah hanya bisa terdiam. Entah apa yg harus mereka lakukan. Memberi tahu keluarga besar Bagas ?. Tapi bik Ijah ragu akan hal itu....


..."Jup. Kamu tungguin non Khinan dulu ya". Kata bik Ijah pada pak Jupri....


..."Kamu mau kemana bik ?" Tanya pak Jupri....


..."Saya mau pulang dulu. Mau mengambil beberapa keperluan non Khinan selama disini". Jawab bik Ijah lagi. Pak Jupri hanya mengangguk. Dia juga tak tega jika harus meninggalkan sang majikan seorang diri dirumah sakit ini....


...Bik Ijah segera pulang dan meninggalkan pak Jupri sendiri. Bik Ijah memesan taksi yg kebetulan sedang ngetem didepan rumah sakit itu....


...Sedangkan dikantornya, Bagas datang dengan keadaan kusut. Kemeja yg tak rapi, rambut acak-acakan. Dan bau alkohol sangat menyengat jika didekatnya. Bagas datang disaat semua karyawan belum pada datang. Kemudian dia menuju ruangannya. Membersihkan diri dikamar mandi ruangannya. Untung saja Bagas menyediakan baju kerja dikantornya, jadi dia tak perlu sibuk-sibuk pulang kerumah....


...Dijam kerja. Bagas menyibukkan diri dengan beberapa berkas didepannya. Saat tiba-tiba pintu diketuk dari luar....


..."Masuk". Kata Bagas dari dalam....


...Vera masuk dengan tangan kosong. "Ada apa ?" Tanya Bagas. Karna biasanya Vera masuk dengan berkas-berkas ditangannya....


..."Ada seseorang yg ingin bertemu". Kata Vera pada sang atasannya itu....


..."Siapa ?" Tanya Bagas lagi....


..."Asisten rumah tanggamu". Jawab Vera....


...Bagas menghentikan aktifitasnya. Apa ini berhubungan dengan Khinan. Ah mendengar nama itu membuatnya emosi. Tapi jangan salahkan bik Ijah. Dia sudah mengabdi dengan keluarga nya berpuluh-puluh tahun. Seharusnya bik Ijah tidak kena imbasnya....

__ADS_1


..."Suruh dia masuk". Kata Bagas pada Vera....


..."Oke". Jawab Vera dan kemudian dia keluar dari ruangan Bagas....


...Tak berselang lama. Pintu pun kembali diketuk....


..."Masuk". Kata Bagas lagi. Terlihat bik Ijah masuk dan menghampiri sang majikan....


..."Kalau bik Ijah kesini untuk bahas masalah wanita ****** itu, Mending nggak usah. Kecuali bik Ijah membahas masalah lain". Kata Bagas setelah bik Ijah sampai didekatnya....


...Bik Ijah hanya berdiam diri. Bingung harus bercerita dari mana. Dan dimenit selanjutnya bik Ijah berjongkok didepan Bagas....


..."Maaf aden. Kalau kata-kata bibik nanti menyinggung perasaan aden. Ataupun kalau aden menganggap bibik terlalu lancang, Aden boleh memecat bibik. Bibik akan terima dengan lapang dada aden". Kata Bik Ijah....


...Bagas menoleh dan memperhatikan bik Ijah. Wanita paruh baya yg sudah mengabdikan dirinya untuk keluarganya itu....


..."Ada apa bik ?" Tanya Bagas lagi....


...Bik Ijah mulai terisak. "Bibik mohon. Aden tidak memotong cerita bibik hingga selesai". Pintanya....


...Bagas mengangguk. "Iya". Jawabnya....


..."Saat aden tidak pulang karna harus pergi keluar kota waktu itu, Ada seseorang yg akan mencelakai non Khinan den. Dia memanipulasi pak Jupri. Hingga pak Jupri mendapat pesan palsu yg mengatakan bahwa anak pak Jupri sedang sakit. Pak Jupri meminta izin pulang pada non Khinan". Jelasnya. "Dan dimalam hari. Non menunggu kepulangan aden. Tapi mungkin aden lupa mengabari non Khinan. Dan saat bibik kembali kekamar, tiba-tiba lampu padam Den. Lalu bibik disekap digudang. Entah siapa yg melakukannya, Bibik belum tau den". Kata bik Ijah....


..."Dan untunglah pak Jupri segera datang menolong bibik Den". Jelas bik Ijah lagi. "Lalu bibik dan pak Jupri pergi keatas. Bibik Khawatir terjadi apa-apa pada non Khinan. Dan setelah bibik sampai didepan kamar non, pintu terkunci dari dalam aden. Pak Jupri berusaha mendobrak pintu itu. Dan setelah pak Jupri berhasil membukanya, Non Khinan sedang pingsan tak sadarkan diri den. Dengan kondisi non Khinan telanjang bulat. Ada beberapa memar ditubuh non Khinan waktu itu. Dan untuk orang yg sudah memperkosa non Khinan, dia kabur sebelum kami datang lewat jendela kamar non Khinan den". Jelas Bik Ijah....


...Bagas memperhatikan cerita dari asisten rumah tangganya itu. Ragu untuk mempercayainya....


..."Bibik berani menjamin bahwa non Khinan gadis yg baik den. Non Khinan tidak mungkin berhianat pada aden". Kata bik Ijah lagi. "Kalau aden ingin menceraikan non Khinan, Bibik mohon untuk dipecat juga den. Bibik yg akan menemani non Khinan". Lanjutnya....


...Bagas terkejut dengan pernyataan bik Ijah. "Terus terang, Bagas ragu bik". Kata Bagas....


..."Aden percaya sama bibik ?" Tanya bik Ijah menatap Bagas dengan penuh permohonan. Bagas memandangi bik Ijah. Bagas yg meminta bik Ijah untuk ikut bersamanya. Untuk menjadi asisten rumah tangganya. Bagas tidak mau dengan orang baru. Menurutnya hanya bik Ijah yg pantas untuk ikut dengannya waktu itu....


..."Setiap hari bibik dirumah aden. Bibik juga tau kalau Aden belum bisa satu kamar dengan non Khinan. Bibik juga tau apa saja aktifitas non Khinan selama dirumah. Bibik percaya bahwa non Khinan tidak mungkin menghianati aden. Bibik sangat yakin den". Jelas bik Ijah lagi....


..."Gimana kondisi Khinan bik ?" Tanya Bagas lagi....


..."Non Khinan keguguran den. Dan juga belum sadarkan diri". Jawab bik Ijah lagi....

__ADS_1


..."Bibik kembali kerumah sakit saja. Nanti Bagas menyusul". Kata Bagas....


...Bik Ijah hanya mengangguk dan berdiri. Bik Ijah keluar dari ruangan Bagas untuk menuju rumah sakit dimana Khinan dirawat....


..."Siapa yg nglakuin itu ?" Tanya Bagas setelah bik Ijah keluar. Tinggallah dia seorang diri....


..."Bayu". Tebaknya....


...Bagas mengambil gagang telfon didepannya. Mencoba menelfon seseorang....


..."Panggil OB yg bernama Bayu keruangan saya. Sekarang" Perintahnya disambungan telfon itu. Kemudian Bagas menutup kembali telfon yg ada dimejanya....


...Sedangkan didapur, Bayu sedang membersihkan ruangan itu. Ketika tiba-tiba ada rekannya yg berprofesi sama memanggilnya....


..."Bay. Lo dipanggil sama bos besar. Suruh keruangannya sekarang". Kata salah satu teman Bayu....


..."Hah. Ada apa ?" Tanya Bayu....


..."Tau. Lo bikin kesalahan kali. Awas lo dipecat aja ntar". Kata teman Bayu lagi....


..."Husst. Ngawur aja kalau ngomong". Bantah Bayu. Namun temannya hanya tertawa melihat kepanikan Bayu saat ini....


...Bayu pun bergegas menuju ruangan Bagas....


...Sedangkan bik Ijah masih menunggu taksi yg akan membawanya kerumah sakit. Bertepatan saat Ardi lewat disana....


..."Bik". Teriak Ardi menyapa bik Ijah. "Bibik ngapain disini ?" Tanya Ardi berjalan menuju bik Ijah....


..."Anu den. Tadi bibik habis bertemu dengan den Bagas". Kata bik Ijah....


..."Ada apa ? Tumben. Kan kalian satu rumah. Kenapa nggak nanti aja dirumah ?" Tanya Ardi mulai kepo....


..."Anu den. Eeee itu". Bik Ijah bingung harus menjawab apa....


..."Ada apa bik ?" Tanya Ardi lagi....


..."Eh itu den. Taksi bibik sudah datang. Bibik pulang dulu den. Permisi". Pamit bik Ijah pada Ardi....


...Ardi semakin bingung dibuatnya. Ada apa ini ? Batinnya. Dia sudah mengenal bik Ijah begitu lama. Rasanya ada sesuatu yg disembunyikan oleh bik Ijah. Ardi harus mencari tahunya....

__ADS_1


__ADS_2