Kamu Berhak Bahagia

Kamu Berhak Bahagia
Hamil ?


__ADS_3

...Hari berganti hari. Khinan merasa akhir-akhir ini sering pusing. Tak jarang juga dia tidak bernafsu untuk makan....


...Siang ini Khinan sedang malas berkebun. Ingin rasanya dia pergi jalan-jalan. Khinan memutuskan untuk berkunjung kerumah Luna. Khinan segera mengambil ponselnya dan memberitahu Bagas bahwa dia akan pergi kerumah Luna....


..."Kak. Aku bosen dirumah. Aku pergi kerumah Luna ya ?". Kata Khinan dipesan whatsapp untuk Bagas....


...Dikantor Bagas sedang sibuk mengerjakan tugasnya. Hingga pesan Khinan terabaikan. Khinan yg menunggu balasan dari pesannya sangat lama memilih pergi tanpa menunggu izin dari Bagas. Toh dia juga sudah bilang pada sang suami. Khinan pergi dengan diantar oleh pak Jupri....


...Setelah menempuh perjalanan yg hampir satu jam, kini Khinan sudah sampai dikediaman sahabatnya itu....


..."Pak Jupri pulang duluan saja. Khinan mau sedikit lama disini. Nanti kalau Khinan mau pulang Khinan bakal telfon pak Jupri". Kata Khinan pada sang supir....


..."Baik non". Balas pak Jupri....


...Khinan turun dari mobilnya dan masuk kerumah sahabatnya itu. Khinan mengetuk pintu rumah Luna. Dan tak berselang lama pintu pun terbuka....


..."Khinan". Sapa mama Luna setelah membukakan pintu untuk Khinan....


..."Tantee". Kata Khinan sambil memeluk mama dari sahabatnya itu....


..."Kamu apa kabar Nan ?" Tanya mama Luna....


..."Khinan baik Tante". Jawabnya....


..."Ayo masuk. Kebetulan Luna juga lagi dirumah. Hari ini dia izin gak masuk kerja. Lagi gak enak badan". Jelas mama Luna....


..."O ya. Luna sakit Tan ?" Tanya Khinan lagi. Mama Luna menganggukkan kepalanya....


..."Iya Nan. Dari semalem demam. Tuh sekarang lagi istirahat dikamar". Jawab mama Luna sambil menggandeng Khinan menuju kamar Luna....


...Khinan masuk kekamar Luna. Dan mendapati Luna sedang berbaring diranjang nya....


..."Lun. Ada Khinan datang". Kata mama Luna. Namun Luna tidak juga terbangun....


..."Kayaknya lagi istirahat Tan. Biarin aja Luna tidur". Kata Khinan....


..."Eemm iya kayaknya. Maklum dia kalau tidurkan emang susah dibanguninnya. Ditambah lagi pengaruh obat yg diminumnya tadi". Jelas mama Luna. "Kalau gitu kita kedapur aja yuk. Temenin tante masak. Gimana ?" Ajak mama Luna melanjutkan....


..."Boleh Tante". Jawab Khinan sambil mengangguk. Mereka pun bersama-sama pergi kedapur....


...Beralih kekantor Bagas. Saat ini Bagas sudah selesai dengan mettingnya. Setelah tadi dia dibuat sibuk dengan beberapa kliennya. Bagas telah kembali keruangannya. mengecek ponselnya dan terlihat ada pesan masuk dari Khinan. Bagas segera membalas pesan dari sang istri....


..."Iya nan. Kamu sudah sampai ?" Tanya Bagas....

__ADS_1


...Dan Khinan menyempatkan membalas pesan dari Bagas ditengah kesibukannya memasak dengan mama Luna....


..."Udah kak. Ini Khinan lagi bantuin Tante masak". Balasnya. "Kakak udah makan ?" Lanjutnya dipesan itu....


..."Udah Nan. Kamu jangan sampai telat makan lagi ya". Perintah Bagas dipesan whatsappnya. Tidak lupa emoticon love diujung kalimatnya. Khinan yg membaca pesan itupun menjadi malu. Malu pada dirinya sendiri. Dia pun membalas sambil senyum-senyum sendiri....


..."Ciiee. Yg lagi kasmaran". Celetuk mama Luna yg memperhatikan Khinan yg sedang senyum-senyum sendiri memandangi layar ponselnya....


..."Tante bisa aja". Kata Khinan tersipu malu karna terpergok oleh mama Luna....


...Mama Luna mengeluarkan udang dari dalam lemari es. Khinan mendekati dan hendak membantunya. Namun tiba-tiba perutnya terasa sangat mual setelah mencium bau udang yg baru saja dikeluarkan oleh mama Luna. Khinan tak kuasa menahan mual diperutnya....


..."Huek. Huek". Khinan berlari kekamar mandi....


...Mama Luna mengekori Khinan menuju kamar mandi....


..."Nan. Kamu kenapa ?" Tanya mama Luna khawatir....


..."Huek. Hueek". Khinan masih mengeluarkan semua isi perutnya dikamar mandi. Mama Luna pergi kedapur untuk membuatkan Khinan teh hangat....


...Setelah beberapa saat, Khinan keluar dari kamar mandi....


..."Ini Nan minum dulu". Suruh mama Luna sambil menyerahkan gelas berisi teh hangat pada Khinan. Khinan menerimanya dan segera meminum teh buatan mama Luna....


...Mama Luna mengajak Khinan untuk duduk disofa. Membiarkan Khinan istirahat setelah tadi mengeluarkan semua isi dalam perutnya....


..."Sekarang udah mendingan kok Tan". Jawabnya....


...Mama Luna terlihat memikirkan sesuatu. Dan setelah itu bertanya pada Khinan....


..."Kamu sakit apa sih Nan ?" Tanyanya....


..."Cuman masuk angin kali Tan". Jawabnya....


..."Eemm kamu sudah periksa kedokter ?" Tanya mama Luna lagi. Khinan hanya menggelengkan kepalanya....


..."Coba deh kamu priksa kedokter. Atau kalau enggak kamu periksa dulu pakek tespek". Suruh mama Luna....


...Seketika Khinan kaget dengan ucapan mama Luna. Khinan menyadari bahwa bulan ini dia belum mendapatkan tamu bulanannya. Khinan mulai tersadar jika akhir-akhir ini dia sering pusing. Ditambah dia juga sering tak nafsu makan. Khinan memandangi mama dari sahabatnya itu. Belum ada seorangpun yg tau bagaimana kondisi rumah tangganya. Khinan belum pernah disentuh sama sekali oleh suaminya. Jika saat ini dia benar-benar hamil, kemungkinan itu adalah anak Devan. Dia yg sudah merenggutnya dengan paksa saat itu....


..."Tan. Tante jangan cerita dulu kesiapa-siapa ya. Khinan mohon". Kata Khinan memohon....


..."Iya Nan. Tante akan tutup mulut dulu. Aman pokoknya". Jawab mama Luna. "Semoga dia segera hadir disini ya". Imbuhnya sambil mengelus perut rata Khinan. Khinan hanya tersenyum. Karna sejujurnya saat ini dia merasa takut. Takut akan Bagas marah. Takut jika dia ditinggalkan oleh Bagas. Gimana nasibnya nanti....

__ADS_1


..."Tante tinggal dulu ya Nan. Kamu gak usah bantuin tante masak lagi. Kamu istirahat saja disini". Kata mama Luna....


..."Iya Tan". Jawabnya....


...Mama Luna segera pergi meninggalkan Khinan seorang diri. Kini Khinan sedang bingung dengan semuanya. Bagaimana dia menyampaikan kabar ini pada sang suami. Akankah Bagas langsung memakinya ? Atau bahkan Bagas akan menceraikannya ?. Entahlah....


...Khinan memutuskan untuk memesan taksi online. Dia ingin segera pulang kerumahnya....


...Dan tanpa menunggu waktu lama, Taksi Khinan sudah ada didepan rumah Luna. Khinan pamit pada mama Luna untuk segera pulang....


..."Tan. Khinan pulang dulu ya. Khinan mau istirahat dirumah saja". Pamit Khinan pada mama Luna....


..."Kok buru-buru sih Nan. Belum juga makan. Si Luna juga belum lihat kamu disini". Jawab mama Luna....


..."Udah sore Tan. Nanti keburu kak Bagas pulang". Jawab Khinan memberi alasan....


..."Ya udah deh. Jangan lupa pesen Tante ya. Dijaga kandungannya". Kata mama Luna sebelum Khinan pergi dari rumahnya....


...Khinan tersenyum. "Iya Tan". Jawabnya. "Khinan pamit ya. Salam buat Luna". Kata Khinan. Mama Luna hanya mengangguk. Dan Khinan segera pergi dari rumah Luna....


...Didalam taksi Khinan kembali memikirkan keadaannya. Dan kebetulan Khinan melewati sebuah rumah sakit bersalin. Khinan inisiatif untuk memeriksakan dirinya. Berharap semoga apa yg ditebak oleh mama Luna itu salah....


..."Pak. Kita kerumah sakit itu dulu ya. Nanti ongkosnya saya tambah". Pinta Luna pada supir taksi itu....


..."Baik bu". Jawab sang supir....


...Taksi itu berbelok menuju rumah sakit yg Khinan maksut. Dan setelah sampai lobi, Khinan turun dan memasuki rumah sakit itu. Segera mendaftar pada resepsionis didepan. Dan untunglah dokter kandungan saat ini sedang praktek. Setelah Khinan mendaftar, Khinan menuju kursi tunggu didepan ruang praktek itu....


...Khinan menunggu hampir setengah jam. Kemudian seorang suster keluar dari ruang praktek dan memanggil nama Khinan....


..."Ibu Khinanti". Kata suster itu. Khinan segera berdiri dan masuk keruang praktek itu. Terlihat disana seorang dokter wanita tengah menunggunya. Khinan dipersilahkan duduk didepan meja itu....


..."Bagaimana bu ?" Tanya dokter itu ramah....


...Khinan sempat ragu untuk menjawabnya. Namun dia tetap memberanikan diri untuk berbicara pada dokter....


..."Saya mau cek kehamilan dok". Kata Khinan akhirnya....


..."Baik. Ibu ingat tanggal berapa terakhir kali ibu mendapatkan tamu bulanan ?" Tanya sang dokter itu lagi....


..."Seharusnya seminggu yg lalu dok". Jawab Khinan....


..."Baik. Mari kita priksa". Ajak dokter itu dan membawa Khinan ke brankar pasien diruangan itu. Khinan menurut dan merebahkan dirinya dibrankar itu. Dokter mulai memeriksanya. Mengoleskan gel keperut Khinan. Dan dokter mulai menjalankan sebuah alat diperut Khinan....

__ADS_1


..."Waah. Ibu bisa lihat itu". Kata sang dokter yg mulai menemukan sebuah titik kecil didalam perut Khinan. "Itu adalah janinnya bu. Masih terlihat sangat kecil. Karna usianya juga masih terlalu muda". Kata sang dokter lagi....


...Khinan meneteskan airmatanya. Dia bingung harus senang atau sedih. Senang karna dia akan merasakan seutuhnya menjadi seorang wanita. Tapi dia juga sedih karna janin yg berada dirahimnya saat ini bukanlah darah daging dari suaminya. Khinan benar-benar kalut dibuatnya. Entah bagaimana kabar buruk ini disampaikan pada suaminya. Khinan benar-benar seperti sedang berhianat pada sang suami....


__ADS_2