
...Hari berganti hari. Pernikahan Khinan semakin dekat. Undangan pun sudah beberapa tersebar....
...Disebuah rumah, Laras sedang memperhatikan undangan ditangannya. Dia benar-benar tidak menyangka Bahwa Bagasnya akan menikah dengan wanita lain. Wanita yg baru saja dikenalnya....
...Laras sedang memikirkan rencana apa yg harus dia lakukan untuk menggagalkan acara itu....
..."Laki-laki itu". Kata Laras mengingat tentang Bayu....
...Laras mengambil ponselnya dan mencari nomor Bayu disana. Setelah menemukannya, Laras langsung melakukan panggilan telfon kepada Bayu....
...Beberapa kali berdering akhirnya terjawab. Dari seberang telfon Bayu menyapa....
..."Halo". Sapanya....
..."Hai. Masih inget gue. Yg tempo hari berebut taksi trus kita tukeran nomor itu". Kata Laras....
...Untuk beberapa saat Bayu mengingat-ingat wanita yg sedang menelfonnya itu. Dan Bayu mengingat wanita yg saat itu mau menyerobot taksinya hingga berujung saling bertukar nomor....
..."Oh. Ada apa ?" Tanyanya....
..."Bisa kita bertemu ?" Ajak Laras....
..."Kapan ? Lagi kerja gue". Jawab Bayu....
..."Ntar malem gimana ? di cafe deket mall itu". Ajak Laras lagi....
..."Oke. Ntar gue kabarin lagi". Jawab Bayu. Setelah itu panggilan mereka terputus....
...Bayu sudah mulai bekerja diperusahaan Bagas. Pekerjaan itu diterimanya hanya karna ingin dekat dengan Khinan. Secara Khinan sebentar lagi akan menjadi istri dari pemilik perusahaan itu. Jadi kemungkinan besar bahwa Khinan akan sering berkunjung disana....
...Dan waktu pulang kantor pun tiba. Bayu bersiap-siap hendak pulang. Namun ada salah satu karyawan yg meminta tolong pada Bayu untuk membersihkan salah satu kamar mandi kantor itu. Dan Bayu pun terpaksa harus lembur....
...Baru malam hari Bayu bisa pulang. Bayu mengendarai mobil pribadinya. Mobil itu merupakan pemberian dari om rama. Yah meskipun mobilnya tak semewah mobil Bagas....
...Dalam perjalanan, Ponsel Bayu kembali berdering. Kemudian Bayu memarkirkan mobilnya dan mengangkat panggilan telfon diponsel nya....
..."Halo". Sapanya....
..."Jadi gimana ? Malam ini kita jadi ketemu ?" Tanya Laras diujung telfon sana....
...Bayu menjauhkan ponsel dari telingannya dan melihat nomor yg tertera diponselnya....
..."Laras". Batinnya. Bayu belum mengenal wanita itu. Tapi wanita itu sangat antusias untuk bertemu dengannya....
..."Sorry. Hari ini gue lembur. Ini juga baru banget keluar kantor. Mungkin besok aja dijam makan siang". Kata Bayu pada Laras....
..."Yah padahal gue udah nunggu". Keluh Laras karna dia sudah menunggu kabar dari Bayu sejak tadi....
__ADS_1
..."Duh sorry banget ni. Asli gue capek banget. Besok deh gue janji". Bujuk Bayu....
..."Ya udah. Mau gimana lagi". Kata Laras pasrah. " Besok dijam makan siang gue tunggu lo dicafe. Jangan sampai nggak dateng". Ancam Laras melanjutkan kata-katanya....
..."Sip". Jawab Bayu menyetujui....
...Panggilanpun berakhir. Dan Bayu segera melajukan kembali mobilnya menuju rumah pamannya....
...Pagi hari diapartemen Khinan. Kondisinya sudah sangat membaik. Khinan sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Rencananya pagi ini untuk membuatkan Bagas sarapan. Khinan akan memberi Bagas kejutan dengan dirinya datang kekantor. Hal itu dilakukannya karna Bagas sudah sangat baik padanya....
...Khinan sedang sibuk didapurnya. Untuk beberapa waktu dia disibukkan dengan makanan untuk Bagas....
...Setelah selesai dengan masakannya, Khinan bergegas untuk mandi dan segera pergi menuju kantor Bagas. Khinan bercermin dikaca dengan mengoles tipis wajahnya dengan makeup. Terlihat begitu natural....
...Khinan sudah siap untuk pergi. Meraih tas kecilnya dan memesan taksi online diponselnya. Setelah semua siap, Khinan segera bergegas turun keloby. Menghampiri security suruhan Bagas dan berbicara baik-baik pada mereka. Awalnya mereka masih ragu untuk melepas kepergian Khinan. Tapi bukan Khinan namanya kalau dia tidak berhasil membujuk kedua security itu. Dan dengan segala bujuk rayu, para security itu membiarkan Khinan pergi. Karna kebetulan taksi pun sudah menunggu. Khinan segera menaiki taksi pesanannya dan meluncur kekantor Bagas....
...Beberapa menit perjalanan, Khinan sudah sampai dikantor Bagas. Khinan masuk kegedung tinggi itu. Didepan pintu masuk banyak karyawan yg menyapa Khinan dengan sopan. Karna mereka tau bahwa Khinan sebentar lagi akan menjadi istri bos besarnya....
...Khinan berjalan menuju lift. Saat tengah menunggu lift itu terbuka, Khinan seperti melihat sosok Bayu disana. Tapi Khinan melihat Bayu hanya sekilas. Khinan bermaksut memastikan apakah itu Bayu atau bukan. Khinan berjalan menghampiri pria berseragam OB tersebut....
...Langkah Bayu sangat gesit. Didepan pantry kantor itu Bayu masuk keruangan dan berpapasan dengan rekan sesama OB juga. Dari potongan rambut dan juga postur tubuhnya memang begitu mirip dengan Bayu jika dilihat dari belakang....
...Khinan yg tadi berusaha mengikuti Bayu pun bertemu dengan rekan Bayu yg sedang mengepel lantai itu. Khinan mendatanginya. Khinan memegang pundak lelaki tersebut. Dan si OB itu secara spontan melihat kearah Khinan....
..."Ada apa bu ?" Tanya si OB tersebut....
..."Tidak. Maaf ya salah orang". Jawab Khinan dan segera pergi dari tempat itu....
...Khinan kembali menuju keruangan Bagas sebelum Bagas keluar untuk metting....
...Saat Khinan pergi barulah Bayu keluar dari pantry....
..."Lo ngomong ama siapa tadi bro ?" Tanya Bayu pada rekannya itu....
..."Oh itu tadi ada mantan pegawai sini. Trus nyapa gue pas gue tanya salah orang". Jelasnya....
..."Muka lo pasaran kali. Haha". Ejek Bayu dan kembali lagi masuk kedalam pantry....
..."Bisa jadi". Timpal rekan kerjanya itu....
...Khinan sudah sampai didepan ruangan Bagas. Khinan mengetuk pintu sebelum dia masuk keruangan Bagas....
..."Masuk". Suara Bagas dari dalam ruangannya....
...Khinan masuk dan menjumpai Bagas yg sedang duduk dikursi kebesarannya....
..."Pagi kak" Sapa Khinan pada Bagas....
__ADS_1
..."Ngapain kamu ?" Tanya Bagas balik....
..."Mau anter ini buat kakak. Sebagai ucapan terimakasih karna Kakak udah sangat baik pada Khinan". Jawabnya sambil berjalan menuju meja Bagas....
...Bagas mengembangkan senyum tipisnya....
...Khinan meletakkan kotak nasi itu didepan Bagas. Lalu duduk disofa diruangan itu. Setelahnya Bagas kembali fokus pada kerjaan didepannya. Hingga Kini Khinan bingung harus ngapain lagi....
...Bagas menyempatkan diri melirik kearah Khinan. Terlihat Khinan yg sedang mengotak-atik ponselnya....
..."Apa dia tadi sempat bertemu dengan Bayu ?" Kata Bagas dalam hati....
...Tapi melihat dari ekspresi Khinan sepertinya dia tidak menyembunyikan apapun dari Bagas. Tidak mungkin Khinan biasa saja jika dia melihat Bayu ada disini....
..."Kak. Khinan pamit ya". Kata Khinan membuyarkan lamunan Bagas. Hingga Bagas tersadar dan menoleh kearahnya....
..."Kamu lihat kan saya sedang sibuk. Saya gak bisa makan sendiri". Jawab Bagas yg kembali memfokuskan pandangannya pada layar laptop didepannya....
..."Lalu ?" Tanya Khinan....
..."Suapin". Jawab Bagas yg tak menoleh sedikitpun kearah Khinan....
..."Hah ?" Khinan melongo. Ada angin apa Bagas minta disuapin sama Khinan ? Batin Khinan....
...Khinan ragu untuk mendekat....
..."Kalau kamu gak mau nyuapin. Bagaimana saya bisa makan ?" Tanya Bagas lagi yg mengetahui Khinan belum bergerak dari sisi semula....
..."I iiya Kak". Jawabnya terbata-bata....
...Khinan berjalan kearah Bagas dan mengambil kursi didepan meja Bagas dan memindahkannya disamping kanan Bagas....
...Khinan membuka bekal nasinya dan mulai menyuapi Bagas....
...Ada rasa aneh dihati Khinan jika dia sedekat ini dengan Bagas. Seperti takut tapi tidak ingin pergi. Merasa nyaman tapi hati ini bergejolak. Entahlah. Khinan hanya menjalankan tugas dari calon suaminya....
...Dengan telaten Khinan menyuapi Bagas. Hingga bekal yg dibawakan Khinan pun telah habis dimakan oleh Bagas. Khinan tersenyum senang. Masakannya dihabiskan oleh calon suaminya....
..."Udah kan kak. Khinan pulang ya". Kata Khinan sambil membereskan alat makan yg dipakainya....
..."Iya". Jawab Bagas acuh. Namun Khinan sudah terbiasa dengan jawaban acuh seperti itu. Memang pada dasarnya mereka belum saling mencintai....
...Khinan keluar dari ruangan Bagas. Memesan taksi online dan segera turun kebawah. Khinan sedang menunggu didepan lift. Tanpa sengaja Bayu lewat dibelakangnya dan menyadari bahwa itu adalah Khinan. Bayu segera sembunyi supaya Khinan tidak melihatnya. Melihat Khinan dari kejauhan. Khinan nampak begitu anggun dimata Bayu....
..."Gue pasti bisa dapetin lo lagi". Katanya....
...Obsesi Bayu mengalahkan semuanya. Apapun akan dilakukan untuk mendapatkan Khinan kembali....
__ADS_1